Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kabar Adelia


__ADS_3

Dokter itu pun memeriksa kembali nama kontak di ponselnya, siapa tahu dia salah lihat, namun memang Kenan yang menelepon dirinya.


"Ini benar dengan tuan Kenan?" tanya dokter itu karena masih belum percaya kalau sekarang dia lagi berbicara dengan Kenan.


"Iya benar, kamu dengar tidak yang saya bilang tadi?" tanya Kenan.


"Iya dengar tuan" jawab dokter itu masih dengan ekspresi wajah tak percayanya.


"Bisakan?" tanya Kenan.


Dokter itu pusing tujuh keliling mau jawab apa, karena dia benar-benar bingung bagaimana caranya membuat wajah Kenan seperti anak SMA, padahal Kenan juga sudah sangat tampan.


"Sayang kamu telfonan dengan siapa?" tanya Friska yang membuat Kenan sedikit terkejut.


Gawat istriku nggak boleh tahu nih batin Kenan.


Dokter yang mendengar suara Friska sedikit terkejut, karena Kenan di tahu tidak dekat dengan wanita hanya satu orang saja yang dia tahu namun itupun tidak jelas.


"Nanti kita lanjut bicara lagi, kamu dengarkan yang saya bilang tadi pokoknya harus begitu" ucap Kenan lalu menutup panggilan telfonnya.


"Selamat-selamat, heem tapi gimana caranya nih mengikuti kemauan tuan Kenan" ucap dokter itu frustasi.


"Aku tanya loh" ucap Friska sambil mengerucutkan bibirnya.


"Bukan siapa-siapa kok sayang, hanya bawahanku saja" ucap Kenan sambil menarik tubuh Friska agar duduk di sampingnya.


"Oh, ya udah kamu pergi mandi kalau gitu, aku udah siapin air hangat tuh"


"Baiklah istriku" ucap Kenan.


######


"Sayang aku mau nanya sesuatu sama kamu" ucap Kenan begitu selesai mandi dan sudah berpakaian baju tidur sedangkan Friska masih menyisir rambutnya dan duduk di depan cermin.


"Mau nanya apa" ucap Friska sambil masih menyisir rambutnya.


"Kamu sejak kapan pintar bela diri sayang? tanya Kenan sambil mengambil sisir yang ada di tangan Friska lalu menyisir rambut istrinya.


"Sejak SMP sayang, waktu itu aku bersama Ela tapi Ela nggak sanggup dan dia keluar" jawab Friska.


"Dan kamu bertahan, kok bisa?"


"Yah bisalah sayang, aku itu emang suka yang seperti itu karena aku cewek buat jaga diri juga dan akhirnya berguna kan"


"Iya sayang untung kamu bisa bela diri" ucap Kenan sambil berjalan menuju tempat tidur bersama Friska.


"Iya, akhirnya hampir saja aku membunuh pria hidung belang yang genit itu untung kalian datang" ucap Friska.

__ADS_1


Menakutkan sekali istriku ini batin Kenan.


"Sayang pernahkan aku selalu membuat kamu marah, untung saja yah kamu nggak membuat aku seperti pria itu" ucap Kenan sambil nyengir.


"Sebenarnya udah rencana sih pernah" ucap Friska lalu tertawa.


Kenan pun menelan salivanya begitu mendengar ucapan Friska walaupun Friska kelihatan seperti sedang bercanda, tapi tetap saja itu mengerikan bagi Kenan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Friska.


"Nggak kok sayang cuma ngeri saja mendengar ucapanmu"


"Bercanda kok"


"Syukurlah" ucap Kenan sambil mengelus dadanya.


Kenan pun tiba-tiba teringat dengan perkataan Raka yang menyuruhnya untuk cetak gol secepatnya.


Kenan memperhatikan istrinya yang memang selalu terlihat cantik apalagi sekarang ini.


"Sayang" ucap Kenan sambil menyandarkan kepalanya di dada istrinya dan memeluk manja istrinya yang lagi tiduran santai.


Friska pun mengernyitkan keningnya melihat Kenan yang tiba-tiba manja.


"Kenapa sih sayang?" tanya Friska.


Friska pun mulai bingung lagi. Kenan memberikan ciuman lembut di bibir Friska yang terlihat tampak bingung.


"Apa kamu nggak kenapa-kenapa kalau aku jalan bersama wanita lain?" tanya Kenan.


"Aku nggak suka, aku nggak mau kamu jalan dengan wanita lain, aku patahkan kalian berdua kalau kamu berani" jawab Friska.


Kenan pun merinding begitu mendengar jawaban Friska.


"Sepertinya aku mulai mencintai kamu sedikit" ucap Friska setelah dia mengingat-ngingat dan memikirkan perasaannya.


"Karena aku selalu mengingat kamu dan juga aku nggak suka kamu dekat-dekat dengan wanita lain, dulu aku selalu mengingat Dafa, memikirkan Dafa, selalu deg-degkan jika melihat dan berdekatan dengannya tapi sekarang sudah tidak lagi" ucap Friska jujur.


"Jadi aku rasa aku mulai mencintai kamu"


Kenan benar-benar sangat bahagia begitu mendengar ucapan Friska.


"Sayang kamu kok berlebihan banget sih" ucap Friska karena melihat Kenan yang terlalu bahagia.


"Aku senang banget sayang kamu sudah mulai mencintaiku, ya sudah aku nggak jadi minta jatah malam ini yang penting kamu sudah mulai mencintaiku dan pasti tidak akan macam-macam di belakangku dan aku juga tidak akan macam-macam sayang di belakangmu, aku nggak akan jalan dengan wanita lain" ucap Kenan gemas.


"Minta jatah itu apa?" tanya Friska.

__ADS_1


"Itu sayang hak aku sebagai suamimu"


Pipi Friska langsung merona mendengar ucapan Kenan, Friska masih belum membayangkan dan menyangka kalau dia akan melakukan hal itu bersama Kenan.


"Sayang apa nanti kamu langsung ingin memiliki anak?" tanya Friska.


"Iya dong sayang, makanya aku menunggumu selesai sekolah biar kamu kalau hamil muda bisa di rumah ajah, agar tidak membahayakan janinmu" ucap Kenan sambil membayangkan nanti jika Friska sudah mengandung anaknya.


"Tapi sayang aku ingin melanjutkan kuliah di luar Negeri, boleh yah" ucap Friska dengan ekspresi wajah memohonnya.


Seketika senyum di wajah Kenan hilang.


"Sayang gimana kita mau punya anak kalau kamu ke luar Negeri, aku sudah tidak bisa sabar lagi dan kalaupun kamu bisa hamil nanti, aku tidak mungkin meninggalkan kamu sendiri sementara aku banyak kerjaan disini" ucap Kenan.


Friska pun tampak berpikir.


"Aku nggak kenapa-kenapa kok sayang kalau sendiri dan kalau aku hamil aku pasti menjaga baik-baik kandunganku, tenang saja, jadi boleh yah sayang" ucap Friska sambil mencium pipi Kenan.


Friska memang sengaja melakukan itu biar Kenan mau, karena seperti biasanya Friska pasti mendapatkan apa yang dia inginkan ketika dia sudah bersikap manis kepada Kenan.


"Sayang jangan merayuku, aku nggak bisa mengizinkan kamu, aku nggak bisa jauh-jauh dari kamu, sebenarnya aku ingin jika kamu lulus kamu fokus dulu sama rumah tangga kita, mengandung anakku masalah kuliah bisa kamu lanjutkan nanti, lagian sayang aku juga tidak akan mengizinkan kamu kerja" ucap Kenan yakin.


"Masa gitu sih, aku nggak mau, dan aku juga maunya kuliah di luar Negeri"


"Iya kamu bisa kuliah tapi sebaiknya kamu jangan kuliah dulu tahun ini sayang dan aku nggak mengizinkan jika di luar Negeri, karena aku ingin kamu mengandung anakku dan selalu berada di dekatku" ucap Kenan.


"Kan bisa kuliah sambil hamil, dan kamu juga bisa datang kesanakan nanti, boleh yah sayang" rayu Friska lagi.


Kenan langsung mencium bibir Friska lagi yang terlihat sangat cerewet.


Nggak mungkin sayang aku mengizinkan kamu batin Kenan.


"Sayang jangan yah kamu disini saja, menurutlah sama suamimu, dan nanti kalau kita bulan madu aku akan membawamu ke Negara yang kamu inginkan"


Friska langsung melupakan keinginannya begitu mendengar Kenan yang akan membawanya ke Negara yang dia inginkan, karena dia sudah langsung terbayang Negara yang sejak dulu ingin dia kunjungi namun belum sempat karena belum mendapatkan izin dari kedua orang tuanya dan juga kakak Friska.


Friska di izinkan pergi jika salah satu dari keluarganya ikut pergi. Tetapi sampai sekarang belum bisa karena mereka masih sibuk.


"Baiklah sayang tapi nanti aku tetap bisa kuliahkan?"


"Iya sayang tapi bukan di luar Negeri"


"Iya suamiku" ucap Friska lalu mengecup bibir Kenan.


Mereka pun tidur dengan Kenan yang memeluk Friska.


#######

__ADS_1


"Haa Adelia di penjara" ucap pria itu begitu mengetahui kabar Adelia.


__ADS_2