Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Aku istrinya...


__ADS_3

"Oh jadi kamu masih mau perawatan sama dia?" tanya Friska dengan tatapan mata kesal.


"Iya sayang,, tapi kalau ada istriku dan juga kalau istriku izinkan,, kalau sayang nggak izinkan aku nggak bakalan juga akan perawatan lagi sama dia,, sayang tuh kalau cemburu makin cantik banget,,," ucap Kenan sambil tersenyum gemas melihat istrinya yang sedang cemburu.


"Ishh aku nggak cemburu sama sekali,, kamu nggak usah perawatan lagi sama dia,, lagian kamu tuh udah ganteng masih aja takut kalah saing,, aneh banget," omel Friska.


"Iya dong sayang aku takut kalah saing sama pria-pria yang seumuran dengan kamu,, apalagi istriku cantik begini," ucap Kenan.


"Hmm setelah diumumkan mana mungkin ada yang mau mengganggu ku lagi,, jadi kamu tenang aja yah,, karena cintaku hanya untuk suamiku seorang,, biarpun banyak pria ganteng di depanku,," ucap Friska.


"Hmm tetap aja sayang,, aku takut kamu akan tergoda dengan pria lain yang lebih tampan,, sedangkan aku ini udah om-om,," ucap Kenan yang memang selalu kepikiran akan hal itu.


"Nggak akan kamu tenang saja,, kamu itu om-om spesial,," ucap Friska lagi mencoba meyakinkan Kenan sambil tersenyum melihat Kenan.

__ADS_1


"Hmm massa sih,," ucap Kenan juga.


"Iya loh sayang beneran,, jadi kamu nggak usah kepikiran kalau aku akan tergoda dengan pria lain,, karena itu nggak akan terjadi sama sekali,, aku aja nggak pernah membayangkan itu sebelumnya,, kamu ini terlalu sembarangan aja yang kamu pikirkan,, terlalu jauh banget pikiran kamu,, heran dehh,," ucap Friska lagi.


"Yah maklum lah sayang,, aku memang selalu berpikiran jauh ke depan,," ucap Kenan lagi.


Ketika Friska ingin berbicara lagi,, tiba-tiba saja ponsel Kenan lagi-lagi berdering,, dan itu membuat Friska dan Kenan kesal,, Kenan dan Friska melihat nama kontak yang menelepon dan lagi-lagi Cika yang menelepon Kenan.


"Sini biar aku saja,, dasar wanita kecentilan,, telfon nya nggak di angkat satu kali masih aja dia menelepon terus,, padahal ini masih pagi," omel Friska,, tapi itu membuat Kenan justru senang jika istrinya cemburu kepada wanita lain.


"Halo,," ucap Friska begitu mengangkat panggilan telfon dari Cika.


Cika sangat terkejut begitu mendengar suara wanita yang mengangkat panggilan telfon darinya.

__ADS_1


Cika bahkan berpikiran dirinya salah nomor hingga akhirnya Cika kembali mengecek nomor ponsel yang di telfonnya.


Sementara Kenan hanya tersenyum sambil mengecup-ngecup leher Friska.


"Lah kok diam sih? ada orang nggak sih? dari tadi ganggu aja orang lagi enak-enak juga," ucap Friska yang membuat Kenan langsung menepuk jidat mendengar ucapan istrinya itu,, dilain sisi Kenan benar-benar senang karena istrinya berucap seperti itu pada Cika.


Sedangkan Cika semakin terkejut begitu mendengar ucapan Friska.


"Emmm,, ini benar nomor ponsel Kenan?" tanya Cika untuk memastikan semuanya meskipun dia tau bahwa dirinya tidak salah nomor sama sekali.


"Lah iya dong, ini nomor ponselnya, kamu menelepon tentu sudah tau kan siapa yang akan kamu telfon,, jadi ngapain lagi kamu tanya-tanya hal seperti itu,, aneh banget sih," ucap Friska lagi.


"Tapi kok wanita yang angkat,, Kenan kemana? kamu pasti pelayan yah yang lancang mengangkat panggilan telfon di ponsel Kenan? aku akan menyuruh Kenan memecat kamu karena sudah lancang,, nama kamu siapa?" tanya Cika kesal.

__ADS_1


Cika masih berpikiran Kenan akan terus mengikuti kemauan Cika seperti dulu,, padahal sekarang semuanya sudah berubah,, Kenan mana mau mengikuti keinginan Cika.


"Mana mungkin Kenan akan memecat ku,, sedangkan aku istrinya dan kita lagi mau enak-enak,, kamu malah mengganggu terus,," ucap Friska.


__ADS_2