
Di dalam apartemen Adelia sedang bersama dengan Rio dan melakukan hubungan suami istri yang tentunya Adelia yang menginginkan, karena Rio sebenarnya sudah tidak terlalu menginginkan Adelia.
Setelah melakukan hubungan suami istri, Adelia pun berbaring sambil memeluk Rio.
"Sayang kamu tidur disini kan?" Tanya Adelia.
"Nggak deh aku pulang ajah yah sayang, gimana kalau sampai pacar kamu datang" Ucap Rio yang mengingat Kenan dan juga sebenarnya dia malas berada di apartemen Adelia.
"Dia nggak bakalan datang kok, lagian hari ini dia sibuk dan juga sepertinya dia sedang mengurus keponakannya yang sangat menjengkelkan itu malahan tadi dia membelikan ponsel baru buat ponakannya itu, padahal aku pikir tadi itu ponsel buat aku" Ucap Adelia dengan kesalnya.
"Haa ponsel baru" Ucap ulang Rio.
"Iya sayang ponsel baru katanya ponsel Friska rusak, tapi nggak penting lah itu yang penting dia juga mau belikan buat aku nanti" Ucap Adelia lagi.
"Oh jadi ponselnya Friska rusak, pantas saja aku menghubunginya tapi ponselnya nggak aktif" Ucap Rio.
"Kamu kenapa sih menghubungi Friska terus" Ucap Adelia kesal.
"Bukannya kamu yang menyuruh aku untuk mendekati dia" Ucap Rio.
"Iya tapi sekarang nggak usah deh, aku takut kamu jatuh cinta beneran sama dia, aku itu cinta banget sama kamu Rio" Ucap Adelia.
__ADS_1
"Bukannya kamu juga mencintai Kenan lagian sepertinya sekarang sudah terlambat aku sekarang sudah mencintai Friska" Jujur Rio.
"Aku nggak mencintai Kenan sedikit pun Rio sejak dulu, yang aku cintai itu hanya kamu kalau Kenan hanya pelarian aku saja dan juga hanya uangnya saja yang aku suka dan kamu nggak boleh mencintai Friska, awas saja aku akan membuat Friska tidak bernafas lagi kalau sampai itu terjadi" Ancam Adelia.
"Kamu nggak usah gila Adelia, Friska itu tidak tahu apa-apa lagian aku bisa apa kalau aku memang sudah mencintai dia" Ucap Rio.
"Terserah padamu Rio, kamu lebih tahu aku kan daripada diriku sendiri" Ucap Adelia.
"Sudahlah tidak usah membahas itu, aku mau pulang sekarang" Ucap Rio pada akhirnya sambil beranjak dari tempat tidur namun Adelia menahannya.
"Kamu nggak usah pulang Rio malam ini, kamu disini ajah" Ucap Adelia.
"Aku nggak takut lagian dia itu cinta banget sama aku Rio mana mungkin dia bisa lepasin aku, lagian tinggal aku bodohi saja lagi pasti dia akan percaya padaku" Ucap Adelia dengan entengnya.
"Adelia lebih baik kamu sudahi semuanya ini, lepasin Kenan dan aku juga, carilah cowok lain, sudahi saja semuanya ini sebelum Kenan mengetahui semuanya" Saran Rio.
"Nggak akan Rio, enak ajah kamu yah setelah semuanya kamu dapatkan dari aku terus aku harus lepasin kamu gitu" Bentak Adelia.
"Adelia apa kamu lupa, kamu yang menginginkan semua ini dan bahkan bukan aku yang mengambil keperawanan kamu, kamu menjualnya sama om-om hanya demi uang, aku menolong kamu tapi malahan kamu membuat kekasihku salah paham hingga dia memutuskan untuk bunuh diri dan membuat aku salah paham selama ini membuat aku tidak memikirkan hidupku lagi, membuat aku hanya memikirkan senang-senang saja menuruti keinginan kamu, dan aku menuruti keinginan terakhir kekasih aku untuk pacaran dengan kamu padahal itu semua hasil dari kamu memaksanya" Ucap Rio membongkar semua kenyataan yang baru dia ketahui sambil mengacak rambutnya frustasi.
Adelia tersentak kaget mendengar ucapan Rio, dia tidak menyangka bahwa Rio telah mengetahui semua itu, kenyataan yang telah dia sembunyikan rapat-rapat karena kegilaannya yang sangat mencintai Rio pacar dari sahabatnya sendiri.
__ADS_1
"Itu salah kamu Rio yang mudah terjebak dengan aku waktu itu, lagian dia memang pantas mati dengan cara seperti itu dan sekarang apa kamu mau coba lagi sama Friska" Ucap Adelia.
"Oh iya ada satu hal yang harus kamu tahu Rio, kekasih kamu sekaligus sahabat baik aku itu yang sangat polos mati bunuh diri selain mengira kamu menghianatinya, tapi juga karena dia sudah di gilir oleh preman-preman, sepertinya dia semakin yakin untuk bunuh diri karena dia sudah tidak suci lagi" Ucap Adelia sambil tertawa.
Adelia memutuskan untuk membongkar semuanya saja karena dia sudah sangat kesal lagian juga Rio sudah mengetahui sebagian kenyataan yang dia sembunyikan selama ini.
Rio semakin marah mendengar ucapan Adelia, bagaimana bisa ada wanita seperti Adelia. Tanpa pikir panjang Rio langsung menampar pipi Adelia membuat Adelia seketika berhenti tertawa dan memegang pipinya yang terasa sangat sakit akibat dari tangan Rio, ini adalah pertama kali Rio menamparnya. Rio tidak pernah main kasar terhadap wanita.
"Rio kamu menampar aku" Ucap Adelia dengan wajahnya yang sudah memerah.
"Iya kenapa tidak, kamu benar-benar wanita jahat Adelia kenapa kamu sangat tega melakukan itu semua sama sahabat kamu sendiri, padahal dia sangat baik sama kamu" Ucap Rio.
"Iya karena dia sangat baik dan selalu bernasib baik makanya aku sangat iri, dia selalu mendapatkan yang bagus sementara aku selalu mendapatkan yang tidak bagus, dia mendapatkan kamu Rio yang sempurna sebagai seorang kekasih dan aku mendapatkan om-om sampai aku bertemu dengan Kenan laki-laki bodoh itu" Ucap Adelia.
"Kamu yang bodoh Adelia yang iri sama orang lain sehingga membuat kamu jadi seperti ini, dan juga Kenan itu mencintai kamu tapi karena keserakahan kamu akhirnya seperti ini, lebih baik kamu melepaskan Kenan dia itu tidak pantas buat kamu, kamu cocoknya sama om-om saja seperti dulu" Ucap Rio yang kasihan juga kepada Kenan karena selalu di bodohi oleh Adelia, Rio baru sadar semenjak dia sudah menyukai Friska sifatnya yang dulu sudah mulai kembali, walaupun Rio tahu Kenan adalah suami Friska tapi dia memutuskan untuk tetap maju dan bersaing secara sehat untuk mengejar Friska karena Rio tahu pernikahan mereka tidak di dasari dengan cinta.
"Jangan harap Rio kalian berdua itu hanya milik aku dan tidak akan ada yang akan aku lepaskan kalau Friska mengganggu aku, aku akan berbuat yang lebih gila lagi kepada dirinya melebihi sama kekasih kamu waktu itu" Ucap Adelia dengan penuh keyakinan.
"Berhenti bicara seperti itu Adelia, sudah aku katakan berkali-kali Friska itu tidak tahu apa-apa jangan bawah-bawah dia, awas saja kalau sampai terjadi sesuatu kepada dirinya dan lagian aku juga tidak akan membiarkan itu semua terjadi lagi, aku sudah memutuskan untuk menyudahi hubungan ini" Ucap Rio yakin sambil memakai kembali pakaiannya.
Tanpa mereka sadari, Kenan sudah mengintip semuanya Adelia yang sedang berhubungan intim dan mendengar semua kenyataan yang sama sekali jauh di luar dugaannya.
__ADS_1