Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Makan malam dengan Syeila


__ADS_3

Di restoran


Seperti yang dikatakan Ela, sahabat-sahabatnya yang lain memang sudah datang dan sudah menunggu Ela sejak tadi, bahkan makanan yang di pesan Haris sudah habis dan rencananya dia akan pesan lagi ketika Ela sudah datang, tapi sampai sekarang Ela belum datang-datang juga.


"Ini Ela kemana sih?" ucap Salsa.


"Nggak ada Friska yang suka telat, ehh Ela gantiin dia," ucap Ardi.


"Harusnya tadi loe bareng dia Rel," ucap Jojo.


"Tadi sih gue mau bareng dia, cuma dia katanya mau bawa mobil jadi gue datang sendiri deh," ucap Farel.


"Ela bawa mobil, tumben banget," ucap Dafa karena selama ini memang dia melihat sahabat-sahabatnya itu sangat jarang membawa mobil padahal mereka juga punya koleksi mobil semuanya tapi mereka lebih memilih menggunakan motor, baru Friska saja yang sering menggunakan mobil itupun Dafa tahu kalau itu semua keinginan om Friska yaitu Kenan bukan keinginan Friska sendiri. Mereka memang kumpulan anak orang kaya yang malas pamer dan lebih suka memakai motor.


"Iya tumben banget tuh anak, mau bergaya dia tuh," ucap Haris lalu tertawa.


"Mungkin Ela nggak mau kalau rambutnya jadi berantakan, kalau naik motor kan dia pakai helm, jadi dia pakai mobil dulu deh supaya rambutnya nggak berantakan, mungkin kita akan melihat dandanan yang beda dari Ela malam ini hanya untuk Farel, jadi siapkan mata kalian dari sekarang dan juga ledekan buat Ela sebelum Ela datang," ucap Haris lagi lalu tertawa.


"Apaan sih loe Haris kalau ngomong suka sembarangan ajah, ini gue takutnya Ela kenapa-kenapa nih di jalan, dia nggak angkat telfon dari gue sejak tadi tapi semoga saja nggak seperti dugaan gue sih," ucap Farel yang khawatir.


"Iya nih Haris kalau ngomong suka sembarangan ajah, lebih baik loe telfon Ela deh, siapa tahu ajah kan dia langsung angkat panggilan telfon dari loe karena loe musuh dia banget," ucap Salsa.


"Hemm gue itu udah telfon Ela juga kali sejak tadi hanya sama dia juga nggak angkat panggilan telfon dari gue," ucap Haris.


"Gue juga udah kok tapi dia nggak angkat juga," ucap Salsa.


"Apa gue pergi ke rumahnya ajah yah," ucap Farel.


"Cie Farel khawatir banget loe sama Ela," ucap Haris lagi.


"Haris nih bercanda mulu, kita lagi beneran mikirin Ela ini, karena belum datang juga sampai sekarang," ucap Dafa.


"Sorry,, sorry gue cuma sengaja bercanda dikit biar nggak terlalu tegang kalian, gue juga khawatir kok sama Ela," ucap Haris.


"Dan loe Farel lebih baik tungguin dulu deh disini, nanti kalau Ela nggak datang-datang juga baru deh kita pergi bareng-bareng ke rumahnya, karena jangan sampai Ela lagi di jalan sekarang lagian kalian sadar nggak sih kita ajah yang duluan datang tadi makanya kita udah berasa lama," ucap Haris lagi.

__ADS_1


"Iya juga sih benar yang di katakan Haris, kita tadi lumayan cepat datangnya dari jam janjian kita, mungkin Ela masih di jalan ajah sekarang dan nggak lihat ponselnya kalau kita lagi telfon dia, kita tunggu ajah dulu," ucap Salsa.


"Tumben nih Haris ngomong ada benarnya biasanya sih salah mulu," ledek Ardi.


"Gue mah emang gitu orangnya, kalau lagi serius nggak bakalan ada kesalahan," ucap Haris dengan kepedeannya yang membuat sahabat-sahabatnya langsung tertawa.


"Kita iyakan saja ucapannya Haris, kasihan masalahnya," ucap Salsa.


"Jangan kasihan sama gue, nanti loe jatuh cinta sama gue, gue nggak bakalan suka sama loe dan gue juga nggak bakalan kasihan," ucap Haris yang kepedeannya semakin menjadi.


"Wah Haris cari masalah nih sama Jojo," ucap Ardi sambil melihat Jojo.


"Iya nih Haris, loe mau yah nggak bisa makan lagi sebentar," ucap Jojo sambil menahan tawanya.


"Nggak mau lah, gue kan masih mau pesan lagi makanan bentar," ucap Haris yang membuat Dafa tertawa.


"Gue baru sadar kalau Haris sudah menghabiskan makanan yang di pesannya, dasar loe Haris seharusnya tadi nungguin Ela dulu dong," ucap Dafa begitu selesai tertawa.


"Kalau Ela datang yah gue pesan lagi, Ela terlalu lama sih datangnya padahal gue udah lapar banget, jadi gue habisin ajah dulu makanan ini," ucap Haris.


"Iya gue bayar kok tenang ajah, tapi kalau ada yang mau berbaik hati bayarin gue, gue ikhlas kok menerimanya," ucap Haris sambil nyengir.


"Nggak ada," jawab semua sahabatnya bersama-sama.


"Ya ampun kompak banget kalian, coba ajah ada Friska pasti di traktir nih, secara duit dia banyak banget sekarang melebihi uang jajan dia dulu," ucap Haris.


"Iyalah, loe lihat dulu dong sama siapa dia tinggal, dia itu ponakan siapa," ucap Salsa.


"Lebih baik gue telfon Friska ajah dulu kali yah sambil nungguin Ela," ucap Salsa.


"Iya boleh juga tuh, telfon gihh," ucap Ardi.


"Video call ajah," ucap Jojo.


"Oh iya boleh juga," ucap Salsa.

__ADS_1


"Ehh Rel loe hubungi Ela juga yah, siapa tahu dia angkat biar jelas juga keberadaan anak itu," ucap Salsa.


"Iya gue hubungi dia terus ini," ucap Farel.


Setelah mendengar ucapan Farel, Salsa segera video call Friska, namun whatsapp Friska tidak aktif.


"Nggak aktif nih," ucap Salsa.


"Coba telfon ajah," ucap Dafa.


Salsa segera menelepon Friska.


Friska yang sedang tidur di pelukan Kenan, langsung merasa terganggu begitu mendengar bunyi ponselnya. Karena perbedaan waktu mereka, di tempat Friska sudah waktunya untuk tidur karena sudah cukup larut.


Siapa sih tuh nelfon jam segini, nggak tahu apa ini waktunya tidur batin Friska sambil berusaha untuk membuka matanya.


Kenan juga terbangun begitu mendengar bunyi ponsel istrinya.


"Siapa yang meneleponmu jam segini sayang," ucap Kenan dengan suara khas bangun tidurnya lalu segera mengambilkan ponsel istrinya di atas nakas yang bersampingan dengan ponselnya, Friska tidak jadi bangun untuk mengambil ponselnya.


"Nggak tahu juga, padahal ini jam tidur," ucap Friska dengan suara khas bangun tidurnya juga.


"Hemm Salsa nih," ucap Kenan sambil memberikan ponsel istrinya.


Mata Friska seketika terang begitu mendengar nama Salsa.


Ngapain tuh anak nelfon, jangan-jangan mau video call lagi, aduh nggak boleh, aku nggak boleh sampai video call dengan sahabat-sahabatku, mereka bisa terkejut kalau melihat aku berpakaian sexy begini dan juga banyak banget kissmark yang di buat suamiku, mata mereka kan terang-terang semua, mereka pasti sangat heboh kalau melihat kissmark ini batin Friska.


"Oh sayang disana beda jam dengan disini, masih pantas sih kalau dia menelepon jam segini," ucap Kenan yang berbaring kembali sambil memeluk Friska.


"Iya sih, jangan ribut sayang," ucap Friska.


"Iya nggak bakalan ribut asal speaker," ucap Kenan sambil memeluk istrinya.


Sementara di tempat lain Juan juga sedang berencana untuk makan malam dengan Syeila terlebih dahulu di sebuah restoran.

__ADS_1


__ADS_2