
Wanita itu langsung mendapatkan tawa dan ejekan dari karyawan lain.
"Lebih baik kamu pergi bereskan dulu make up kamu,, baru deh ribut lagi,, abis risih banget di lihat make up mu yang luntur begitu,,"
"Iya beneran,,, coba deh kamu cermin pasti kamu malu banget liat make up kamu yang hampir luntur semua,,"
"Ternyata selama ini kamu cantik karena di bantu make up doang,,"
"Iya loh,, aku pikir dia cantik dari sananya memang,"
"Hei jangan bilang seperti itu,, yang penting kan dia sudah usaha untuk terlihat cantik meskipun nggak asli,"
"Tapi kan bakalan kaget loh nanti yang bakalan jadi suami dia,,, ketika dia sudah cuci muka di malam hari membersihkan make up nya,,"
"Mikirnya udah kejauhan banget kamu,"
Begitulah ucapan-ucapan sesama karyawan di kantor beserta dengan tawa mengejek mereka,,, yang membuat wanita itu semakin malu,, dia benar-benar di buat malu oleh Salsa karena telah menyiram wajahnya sehingga make up dia hampir terhapus semuanya.
Tanpa sepatah kata pun lagi,, kedua wanita itu pergi dari tempat kejadian sambil menahan perasaan malu,, lalu mereka menuju toilet untuk melihat make up yang luntur.
Hemm rasain,, kamu mau tindas aku,, salah sasaran deh kalian tante-tante kamu pikir aku mau terima-terima aja gitu kalian seperti itu mentang-mentang kantor ini area kalian,, hahaha salah besar kalian berdua,, mana aku lagi kesal sekarang gara-gara bos kalian,, ehh kalian malah menambahnya,,, batin Salsa.
"Aduhh kalah tanpa perlawanan lagi,, mereka langsung pergi saja,, aku pikir mereka berdua masih mau melawan lagi,, ternyata kalah tanpa perlawanan gitu aja,, hahaha lumayan juga yah tuh bocah dalam menghadapi manusia-manusia seperti itu,, aku pikir tuh bocah bakalan di kalah,, hemm mumpung aku melihat hiburan tadi kalian berdua aman aku nggak pecat,, kalau cukup dua kali kalian melakukan ini pasti langsung aku pecat,," ucap Raka sambil terus melihat melalui rekaman CCTV.
"Pak aku pergi dulu yah,,makasih loh informasinya tadi," ucap Salsa kepada security itu.
"Iya Nona,," ucap security itu dan Salsa pun segera berjalan keluar perusahaan Raka duluan.
"Issshh dasar yah tuh orang tua,, ngeselin banget,,, mana lagi nih yang jual minuman dekat sini," omel Salsa sambil mengendarai motornya dan tak lama dia pun melihat minimarket. Dia segera singgah membeli apa yang dia butuhkan untuk Raka lalu dia kembali lagi ke kantor Raka.
Raka yang sedang melihat daftar produk yang akan di release langsung terlonjak kaget begitu Salsa masuk sudah seperti ingin menghancurkan pintu ruangan Raka.
Aduh ke bawa emosi gue,, batin Salsa merutuki kebodohannya sendiri.
"Bagus-bagus,, kamu mau merusakkan pintu ruangan ku juga setelah kamu buat lecet mobilku,, iya?" ucap Raka sambil melihat Salsa dengan tatapan kesal.
Salsa pun langsung nyengir.
"Tidak kok,, ini tadi aku sedang buru-buru takut nanti kamu marah lagi kalau aku terlalu lama membelikan kamu minuman," ucap Salsa memberikan alasan.
"Alasan saja kamu,," ucap Raka sambil beranjak dari kursi kebesarannya lalu segera berjalan menuju pintu.
__ADS_1
Salsa mengernyitkan keningnya melihat Raka yang berjalan ke dekat pintu.
"Hmm untung saja tidak ada kerusakan sedikit pun,, kalau ada kerusakan biar sedikit pun pada pintu ruangan ku,, aku pastikan kamu akan ganti rugi lagi,," ucap Raka sambil mengambil minuman yang Salsa pegang.
Lalu dia kembali ke tempat duduknya dan minum.
Issshhh ada yah manusia seperti ini,, batin Salsa sambil melihat kesal Raka.
"Hei sini kamu," ucap Raka sambil menjentikkan jarinya pada Salsa.
Salsa pun menuruti perintah Raka.
"Lanjutkan pekerjaan kamu tadi,, pizza aku masih banyak nih,," ucap Raka.
"Astaga,," ucap Salsa frustasi.
"Heh,, kamu kenapa begitu?" ucap Raka.
"Nggak kenapa-kenapa kok," jawab Salsa sambil berusaha tersenyum manis kepada Raka.
"Senyum tuh yang ikhlas,, jangan di paksa,, kasihan tuh bibir kalau terpaksa," ucap Raka.
"Dan juga awas saja kalau kamu menyuapi aku nggak beres seperti tadi,, aku akan benar-benar marah," ucap Raka santai tapi juga mengintimidasi.
Astaga ada yah wanita yang mau jadi istri dia ini,, heran istrinya itu lihat nih orang dari segi mananya,,, dan udah punya anak juga,, semoga saja anaknya nggak mengikuti sifat bapaknya,, batin Salsa.
Salsa pun dengan berat hati menyuapi Raka lagi.
#############
Sementara Friska yang masih duduk santai di dalam ruangan Kenan sedang melihat-lihat pakaian yang akan dia gunakan untuk menemani Kenan,, meskipun Kenan sudah bilang akan menyiapkan semuanya untuk Friska.
"Lagi ngapain serius amat?" tanya Kenan begitu masuk ke dalam ruangannya karena tadi dia sedang keluar.
"Lagi lihat ini," jawab Friska sambil memperlihatkan apa yang sedang dilihatnya.
"Oh nggak usah kamu lihat ini,, karena semuanya sudah aku siapkan,," ucap Kenan.
"Kapan?" tanya Friska.
"Tadi,," jawab Kenan.
__ADS_1
"Sekarang ayo kita pulang,, atau kamu mau jalan-jalan dulu?" tanya Kenan.
"Kok cepat?" tanya Friska.
"Emang kamu nggak ada kerjaan?" tanya Friska lagi sambil melihat jam tangannya.
"Udah selesai kok tadi,, ada Juan dan Jeki juga,," jawab Kenan.
"Kamu mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" tanya Kenan lagi.
Friska pun tampak berpikir.
"Jalan-jalan aja dulu,," jawab Friska.
"Oke siap bos,," ucap Kenan.
"Ayo," ucap Kenan lagi sambil merangkul pinggang istrinya.
"Isshh jangan gini dong,, kita kan lagi di kantor kamu,, kita mau lewat di depan karyawan-karyawan kamu, kalau mereka mikir macam-macam gimana?" ucap Friska.
"Bagus dong,, aku dukung," ucap Kenan sambil nyengir.
"Isshh kamu mah,," rengek Friska.
"Iya aku sangat mencintai kamu,," ucap Kenan.
"Isshh apaan nggak nyambung,," ucap Friska sambil mencubit gemas Kenan.
"Yah di sambung dong,," ucap Kenan lagi.
"Oh iya mau jalan-jalan kemana bos?" tanya Kenan.
"Emm muter-muter aja yah anak buah ku,," jawab Friska lalu tertawa.
"Siap bos,," ucap Kenan.
"Apa kamu tidak mau belanja? perawatan? atau hal lainnya?" tanya Kenan lagi.
"Emmm nggak aku lagi malas,, aku hanya ingin keliling-keliling aja,, sebenarnya mau nya naik motor,, tapi kamu nggak tau bawa motor,," ejek Friska.
"Ya ampun kata siapa? aku ini pintar bawa motor hanya saja lebih baik naik mobil,, karena aman. Kalau naik motor terus dilihat pasti kamu mencak-mencak lagi,, makanya kita umumkan aja pernikahan kita sayang biar kita bebas mau melakukan apa saja,, terus kita ke puncak naik motor bareng teman-teman kamu atau mau ke tempat lain terserah kamu,,, dan biar yang cowok ajak aja karena aku ikut, Juan juga pintar loh itu naik motor,, pasti dia mau ikut tuh kalau bareng Ela,,," ucap Kenan yang sedang merayu istrinya makanya dia membawa-bawa Juan dan Ela.
__ADS_1