
"Ela oke-oke ajah, nggak komentar apa-apa tumben banget, biasanya dia ribut tapi gue senang nih mau jalan bareng dia, dia asik anaknya di ajak ngerjain orang gila kayaknya dia juga mau" ucap Farel lalu tertawa.
"Jangan lupa besok yah," balas Farel.
"Iya, ingat banget gue, tenang ajah kalau perlu gue pakaikan alarm," balas Ela sambil tertawa.
"Ide bagus tuh," balas Farel.
"Iya dong gue emang selalu memberikan ide-ide bagus, baru sadar yah loe setelah sekian lama kita saling mengenal dan loe baru sadar dengan bakat terpendam dari gue," balas Ela lagi.
"Ela video call dong," balas Farel.
"Bolehlah,,,gue pengen lihat wajah loe juga nih siapa tahu ajah udah mirip jungkook suami halu gue, loe yang video call duluan yah," balas Ela sambil nyengir.
Farel lagi-lagi tertawa melihat balasan Ela, dia dengan segera video call Ela duluan.
Ela segera menjawab panggilan video call dari Farel.
"Ya ampun Rel wajah loe gitu-gitu ajah nggak berubah," ucap Ela begitu sudah mengangkat panggilan video call dari Farel.
"Iyalah, loe ada-ada ajah nggak mungkin wajah gue bisa berubah secepat itu, gue udah senang dengan wajahku ini yang ganteng, udah bersyukur gue," ucap Farel dengan kepedeannya.
"Iya loe ganteng kok di antara kita berdua," ledek Ela.
"Iyalah loe kan cewek, tega loe yah," ucap Farel.
"Nggak lah, nggak bisa gue tega sama loe, oh iya tumben loe video call, lagi kesambet apa loe?" tanya Ela.
"Nggak kesambet apa-apa, cuma pengen lihat wajah loe ajah," jawab Farel.
"Kangen yah loe sama gue?" tanya Ela.
"Iya dikit," jawab Farel.
"Gue tahu kok kalau banyak nggak usah sok-sok an bilang dikit, gue emang ngangenin orangnya jadi gue nggak kaget," ucap Ela lalu tertawa.
"Di tambah dengan kepedean tingkat tinggi," ucap Farel.
"Itu harus," ucap Ela.
"Tidur loe udah malam nih, nggak udah begadang, nggak bagus buat pertumbuhan loe," ucap Farel.
"Farel perhatian banget sih, jangan-jangan loe lagi yang dikirimkan Tuhan buat gue, gue yang kekurangan perhatian ini," ucap Ela lalu tertawa.
"Ela tidur deh mulai mabok loe," ucap Farel sambil menahan tawanya karena mendengar ucapan Ela.
"Iya siap, gue juga emang udah mau tidur," ucap Ela.
"Oke, bye," ucap Farel.
"Bye," ucap Ela juga lalu Farel segera menutup panggilan video call dengan Ela.
Baru Ela mau tertidur tiba-tiba ponselnya berdering lagi dan ternyata Salsa yang menelepon dirinya.
Kenapa lagi dahh ini bocah nelfon,,kalau gue nggak angkat pasti dia bakalan ribut kalau gue dan dia ketemu, jadi lebih baik gue angkat ajah batin Ela.
"Kenapa Sal?" tanya Ela berpura-pura seperti orang yang sedang di ganggu jam tidurnya.
"Haduhh nggak usah sok-sok gitu loh, loe habis video call dengan Farelkan?" tanya Salsa kepo.
"Lah kok loe bisa tahu sih, Farel yang ngasih tahu loe yah?" tanya Ela yang langsung menghentikan kebohongan mengantuknya.
__ADS_1
"Lahh benar dugaan gue, cie nggak sia-sia juga usaha gue," ucap Salsa dengan bangganya.
"Loe tahu darimana gue dan Farel habis video call Sal?" tanya Ela lagi.
"Itu sih gampang banget, kalian berdua terlalu menonjol tahu nggak, kalian berdua itu nggak tahu main halus," ucap Salsa.
"Gimana coba gue nggak tahu, loe berdua langsung menghilang secara bersama-sama dari obrolan di grup dan nomor wa loe berdua sama-sama berada dalam panggilan lain, kurang jelas apalagi itu, cie udah sampai mana nih" goda Salsa.
"Iissh apaan sih loe Sal, kepoan banget orangnya, nyesel gue tadi keceplosan tahu nggak," ucap Ela.
"Udah ahh mau tidur gue ngantuk tahu nggak," ucap Ela lagi.
"Ngantuk atau di suruh tidur sama abang Farel," goda Salsa lagi.
"Astaga Salsa geli gue dengarnya tahu nggak, udah ihhh ngeselin loe, nggak usah mikir macam-macam loe," ucap Ela.
"Geli-geli tapi berbunga-bunga hemm," goda Salsa lagi.
"Mau gue bongkar yah rahasia ilahi loe yang jalan berdua dengan Jojo, gue ada barang bukti nih," ancam Ela sambil menahan tawanya karena Salsa langsung terdiam.
"Ihh apaan sih loe gitu amat sama gue, gue udah dekatkan loe dengan Farel terus loe tega lakukan itu sama gue dan Jojo dimana kita berdua ini sahabat loe sendiri, tega banget loe Ela, tega tahu nggak," ucap Salsa.
"Makanya jangan gangguin gue terus ihh," ucap Ela.
"Lagian yah kalau gue tega pasti sejak dulu tuh gue bongkar semuanya beserta barang bukti tapi berhubung gue baik yah gue tahan," ucap Ela lagi-lagi dan sangat santai.
"Ya elah pintar banget loe mengancam, udah deh mau tidur gue, bye," ucap Salsa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
Dasar si salsa nanti di ancam baru deh diam, coba kalau nggak di ancam pasti sekarang dia belum diam, dia masih gangguin gue, heran sama tuh anak batin Ela sambil berusaha tidur lagi.
######
"Ela loe pakaian deh sekarang, gue udah mau ke rumah loe ini," pesan dari Farel kepada Ela.
Untung udah selesai mandi gue, batin Ela sambil mengambil pakaiannya untuk segera dia pakai.
"Oke," balas Farel.
Farel dengan cepat mengendarai motornya menuju rumah Ela.
Belum lama Ela selesai berpakaian, Farel akhirnya tiba di rumah Ela.
Ela segera ke luar begitu mengetahui Farel sudah datang.
Diihh Ela cantik banget, baru sadar gue batin Farel yang terpukau melihat Ela.
"Rel santai ajah loe lihatin gue, gue tahu kok gue cantik," ucap Ela dengan senyumnya.
"Iya emang loe cantik," ucap Farel spontan.
"Emm orang tua loh mana, gue mau izinin loe dulu nih," ucap Farel cepat mengalihkan pembicaraan.
"Heem mereka sedang kerja, ayo kita pergi ajah, mereka udah ngizinin kok, gue udah izin tadi," ucap Ela.
"Beneran?" tanya Farel.
"Iyalah, ngapain bohong coba," ucap Ela.
"Oke, ayo kita jalan kalau gitu," ucap Farel.
Mereka pun jalan bersama, dan memang seperti yang mereka bicarakan sebelumnya mereka hanya berkeliling-keliling saja sambil bercanda di motor tapi itu membuat Ela dan Farel semakin dekat, mereka lebih mengenal satu sama lain lagi.
__ADS_1
"Loe kabari memang yang lain deh, biar mereka nggak kagetan kalau kita ngajaknya mendadak, Friska terutama karena dia pasti izin dulu sama pak Kenan, bunyi di grup ajah, lihat kalau Friska udah baca atau belum, kalau belum telfon dia ajah" ucap Farel setelah mereka sudah berjalan-jalan cukup lama.
Ela pun menuruti ucapan Farel, Friska pun langsung membacanya lalu ikut nimbrung juga mengiyakan ajakan itu, dan memang benar setelah mandi dan bersiap-siap, Friska harus merayu suaminya terlebih dahulu, agar di izinkan keluar bersama sahabat-sahabatnya.
Friska dengan segera video call suaminya itu yang lagi fokus bekerja bersama Juan.
"Aduhh siapa sih lagi itu," ucap Kenan kesal begitu ponselnya berdering.
Kenan pun melihatnya lalu tersenyum seketika begitu mengetahui ternyata panggilan video call dari istrinya. Dengan segera Kenan mengangkatnya.
Dasar aneh tadi saja marah-marah,, eh habis itu senyum-senyum, ini data-datanya bagaimana tuan batin Juan.
"Istriku sayang ada apa hemm?" tanya Kenan dengan lembutnya selembut kain sultra padahal tadi dia sedang kesal karena di ganggu.
Nggak akan ada kemarahan kalau sudah berhubungan dengan Nona Friska, baiklah aku akan jadi obat nyamuk lagi batin Juan.
"Yank aku ganggu nggak?" tanya Friska.
"Nggak sama sekali sayang, kamu nggak ganggu. ada apa hemm pasti ada maunya kan video call jam segini," ucap Kenan.
Asal istrinya pasti nggak ganggu dasar Kenan bucin batin Juan.
"Iya," ucap Friska sambil nyengir.
"Yank aku mau izin nih," ucap Friska lagi.
"Izin kemana sayang?" tanya Kenan.
"Tuh mau keluar bareng sahabat-sahabatku yank," jawab Friska.
"Ada cewek?" tanya Kenan serius.
"Iya ada dong sayang," jawab Friska.
"Boleh kan sayang?" rayu Friska dengan memasang wajah imutnya.
"Ada cowok juga?" tanya Kenan lagi.
"Iya ada yank, bolehkan?" tanya Friska lagi.
Kenan pun tampak berpikir keras sebenarnya dia tidak ikhlas karena baginya cukup di sekolah saja Friska dekat dengan sahabat cowoknya apalagi dengan Dafa, Kenan benar-benar tidak suka jika Friska dekat dengan Dafa.
"Iya boleh sayang, sopir ada kan, pengawal juga siap, jangan terlalu dekat dengan cowok yah, aku nggak suka dan nggak tenang kerja disini" ucap Kenan pada akhirnya karena melihat istrinya itu yang sangat ingin di izinkan keluar.
Dasar presdir cemburuan batin Juan.
"Yah sayang aku mau naik motor ajah maunya, udah lama nggak naik motor, lagian kita rame-rame yank naik motor semua, boleh yah?" rayu Friska lagi.
"Nggak boleh sayang naik motor bahaya, dan aku nggak mau kejadian waktu itu terulang lagi, nggak mau bayanginnya ajah nggak sanggup," ucap Kenan cepat.
"Yank kan udah bilang tadi rame-rame, kita ngumpulnya disini di rumah terus jalan bareng mereka jadi nggak jalan sendiri-sendiri," ucap Friska lagi yang masih merayu suaminya itu.
"Dafa ada nggak?" tanya Kenan dengan wajah di tekuknya.
"Nggak ada yank, dia ada urusan tadi katanya jadi nggak bisa gabung dulu," ucap Friska lagi yang membuat hati Kenan sedikit lega.
"Bolehkan?" tanya Friska lagi.
"Itu gimana sih sayang kalian boncengan atau bawa motor masing-masing, aku nggak mau loh sebenarnya kamu bawa motor sendiri sayang nanti capek, tapi aku juga nggak mau kamu boncengan dengan teman cowokmu, jadi kamu boncengan dengan teman cewekmu saja," ucap Kenan dan Juan masih menjadi pendengar yang baik sambil geleng-geleng kepala dengan kelakuan Kenan.
Astaga suamiku ini batin Friska.
__ADS_1
"Aku juga belum tahu nih sayang, karena kalau Ela sudah pasti bersama Farel mereka boncengan sudah menuju kesini sekarang karena mereka yang mengajak duluan, nanti aku tanya Salsa dia di bonceng atau nggak," ucap Friska yang membuat Juan langsung berdiri dari duduknya.