
Ela berusaha memperbaiki perasaannya dan mencoba terlihat biasa saja di hadapan Syeila untuk yang kesekian kalinya, sementara Syeila memang sengaja memakai cincin itu di depan Ela, padahal tadinya cincin itu di jadikan kalung oleh Juan.
Apa itu cincin dari kak Juan untuk tante Syeila batin Ela yang sudah menduga-duga karena baru kali ini Ela melihat Syeila memakai cincin di jarinya dan juga cincin itu terlihat sangat bagus dan mahal, sudah pasti untuk seorang seperti Juan sangat bisa membeli cincin seperti itu.
Syeila tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi wajah Ela yang berubah, terlihat sedih.
Ini baru permulaan ponakanku tapi kamu sudah terlihat sangat menyedihkan, aku belum bicara apapun sama kamu, hem.. hem... hem cinta Juan memang tidak bertepuk sebelah tangan, kamu juga mencintai dia hanya sayangnya aku juga mencintai dia, jadi apapun akan aku lakukan agar Juan memilih aku bukan memilih kamu karena kamu tidak pantas untuk Juan mau di lihat dari sisi manapun, lagian kamu juga masih muda jadi pasti masih banyak pria yang akan kamu kenal nanti dan jatuh cinta lagi batin Syeila.
Syeila segera duduk ke dekat Ela masih dengan senyum bahagianya, padahal sebenarnya dia benar-benar kesal kepada ponakannya itu yang bisa membuat Juan sangat jatuh cinta, sehingga tidak pernah melirik Syeila sedikitpun, Syeila hanya di jadikan teman sejak dulu hingga sekarang Syeila jatuh cinta pada Juan, dia juga masih di anggap teman.
"Tante terlihat bahagia banget," ucap Ela dengan senyumnya seperti biasa ketika bertemu tantenya, dia akan selalu bahagia karena dia juga menyayangi tantenya, sebisa mungkin dia coba ikhlas demi kebahagiaan tantenya.
"Iya sayang tante emang lagi bahagia banget sekarang," ucap Syeila sambil tersenyum.
"Oh iya bagus dong tan, tante bahagiakan apa?" tanya Ela.
__ADS_1
"Tante juga bilang mau curhat tadi, tante mau curhatkan apa?" tanya Ela lagi.
"Tante bahagia karena kamu lihat cincin ini, cincin ini pemberian dari Juan pacar tante sekaligus calon suami tante, bagus banget kan? dia memberikan aku tadi dan tidak lama lagi dia juga mau melamar tante," ucap Syeila yang membuat Ela seperti di buang dari ketinggian. Hatinya benar-benar sakit dan sejujurnya inilah yang dia takutkan mendengar kata-kata itu keluar dari bibir tantenya, Ela sampai sekarang belum siap mendengar itu semua apalagi Juan habis bersikap baik dan lembut padanya membuat Ela sedikit berharap lagi pada Juan dan sejenak melupakan kalau Juan adalah kekasih tantenya.
Sudah kuduga suatu saat aku akan mendengar ini dan juga akan melihat kak Juan dan tante Syeila hidup bahagia dengan pernikahan mereka batin Ela.
"Ela sayang kenapa kamu jadi diam dan terlihat sedih bukannya seharusnya kamu juga ikut bahagia seperti tante, kamu kenapa kok terlihat nggak bahagia sama sekali dengan kebahagiaan tante?" ucap Syeila.
"Emm bukan gitu maksud aku tan, aku juga sangat bahagia melihat tante bahagia, aku hanya masih terkejut saja tan, aku nggak nyangka kalau tante tersayang aku ini sebentar lagi akan menikah dan sudah pasti akan sibuk dengan keluarga baru, pasti tante akan jarang lagi mau bertemu aku dan juga curhat dengan aku lagi, apalagi tante terlihat sangat bahagia, aku yakin pacar tante orang baik dan pasti akan selalu membahagiakan tante," ucap Ela dengan senyumnya.
Aku benar-benar nggak menyangka kalau sebentar lagi aku akan melihat tante menikah dengan orang yang aku cintai, tapi sebatas mimpiku saja aku bisa bersama dia jadi akulah yang salah disini mengharapkan dan merasa sakit hati pada orang yang tidak mencintai aku sama sekali, aku dan kak Juan nggak pernah pacaran jadi aku yang salah dan aku yang baperan, batin Ela.
"Jangan berbicara seperti itu tan, aku akan selalu bahagia kalau melihat tante bahagia, dan juga tante dan pacar tante saling mencintai itulah yang penting karena tante pasti akan selalu di buat bahagia dengan dia" ucap Ela.
Syeila tersenyum begitu mendengar ucapan Ela.
__ADS_1
"Baguslah sayang kalau kamu bahagia juga, jadi tante bertambah lebih bahagia lagi karena mendapat dukungan dari ponakan kesayangan tante," ucap Syeila dengan senyumnya.
Aku memang menyayangi kamu ponakanku tapi aku lebih menyayangi Juan, dia segalanya untuk aku batin Syeila.
"Iya tan," ucap Ela.
"Oh iya tan jadi kapan tante bakalan tunangan atau menikah?" tanya Ela.
Tolong tan jangan cepat-cepat, biarin aku nggak mencintai kak Juan dulu, supaya aku datang ke pernikahan tante dengan perasaan baik-baik saja dan ikhlas, batin Ela.
"Setelah kamu memiliki kekasih sayang, karena tante nggak mau kamu datang ke pernikahan tante tapi masih saja sendiri, ayolah kamu cari kekasih juga atau kalau perlu kamu segera mencari calon suami saja, kamu sudah bisa menikah kok, menikah muda itu bagus kok asal suami kamu sudah mapan dan juga mencintai kamu, masalah kuliah kamu bisa lanjut setelah menikah, iyakan," ucap Syeila.
Ya ampun tante, gimana aku mau cari kekasih atau calon suami kalau aku saja masih belum bisa sepenuhnya melupakan kak Juan, aku nggak bisa lakukan itu, kak Juan masih selalu terbayang-bayang apalagi dia habis baik dan lembut padaku lagi, kenapa sih aku harus memiliki hati seperti ini, kenapa aku nggak bisa lupain pria pemberi harapan palsu seperti kak Juan, batin Ela.
"Emm aku nggak mau tante, aku belum mau pacaran apalagi menikah, aku masih terlalu muda untuk memikirkan itu dan juga aku masih ingin bebas melakukan hal-hal yang aku suka, aku belum mau di larang-larang, jadi lebih baik aku nggak usah dulu memiliki kekasih atau mencari calon suami," ucap Ela.
__ADS_1
"Aku nggak apa-apa kok tante kalau masih jomblo, tante nggak usah mikirin aku lagian mungkin kalau tante menikah nanti aku nggak di Indonesia lagi, aku udah lanjut kuliah tapi aku akan selalu mendoakan semoga pernikahan tante langgeng sampai maut memisahkan," ucap Ela.
Aku tidak memikirkan kamu Ela yang aku pikirkan itu Juan, aku dan dia nggak mungkin akan memiliki hubungan lebih disaat masih ada kamu yang jomblo, kamu harus menyakiti hati Juan biar aku bisa masuk, kamu harus memiliki kekasih supaya Juan bisa mundur dan melupakan kamu, karena sekarang dia udah nggak terlalu mengikuti perkataan aku, dia udah mulai menelepon kamu tanpa bertanya pendapat aku dulu, tidak lama dia akan menemui kamu tanpa aku tahu sehingga aku tidak bisa mencegahnya, jadi jalan satu-satunya kamu harus memiliki kekasih, HARUS... " batin Syeila.