Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tidak perduli...


__ADS_3

Kenan semakin ketar-ketir begitu Friska tidak mengangkat panggilan telfon dari dirinya.


Kemana dia? kok nggak angkat panggilan telfon dari aku,, mereka jalan kemana? bisa-bisanya dia jalan bersama pria lain, berboncengan mesra seperti tadi,, siapa pria itu? sepertinya nggak asing,,, batin Kenan yang benar-benar sudah sangat kesal melihat istrinya berboncengan mesra dengan pria lain.


Kenan terus menelepon Friska,, namun Friska tetap pada pendiriannya tidak akan mengangkat panggilan telfon dari Kenan. Friska sudah benar-benar sakit hati pada kelakuan Kenan.


Friska pun tiba-tiba memiliki ide.


Hmm tadi kamu bilang sibuk kan? aku juga bisa seperti itu,, batin Friska sambil mengambil ponselnya lalu dengan segera mengirimkan pesan pada Kenan.


Jangan telfon aku sedang sibuk belajar,, isi chat dari Friska yang langsung membuat Kenan ingin segera membanting ponselnya,, namun diurungkan niatnya karena dia akan membuat ponselnya rusak, itu akan membuat waktu Kenan terbuang percuma karena akan pergi membeli ponsel baru lagi sementara dirinya sudah benar-benar marah saat ini.


"Sibuk kata dia? dimana sibuknya sedangkan dia sedang berboncengan mesra dengan pria lain,, siapa yang mengajar dia berbohong seperti ini? hah pasti pria itu, pasti dia yang mengajar istriku bohong,," ucap Kenan sambil terus menyetir mobilnya mencari Friska.

__ADS_1


Karena terlalu kesal,, Kenan sampai tidak bisa berpikir jernih,, padahal sebenarnya dia bisa saja menyuruh anak buahnya untuk mencari istrinya namun yang dia lakukan sekarang mencari Friska tak tentu arah.


Sementara Friska lagi tersenyum sinis begitu sudah mengirimkan pesan pada Kenan,, Friska semakin tersenyum puas begitu Kenan telah membaca pesan darinya tapi Kenan masih terus menelepon Friska..


Hmmm terus menelepon yah? aku nggak akan mengangkatnya,, apa yang kamu lakukan padaku sudah tentu aku bisa balas,, ku rasa dia mungkin curiga karena aku tidak mengangkat panggilan telfon dari dirinya,, atau mungkin dia mau berpura-pura tidak terjadi apa-apa,, berpura-pura bucin,, ishh sungguh menjijikkan,, batin Friska yang benar-benar sudah sangat kesal pada Kenan apalagi mengingat apa yang dilakukan Kenan hari ini.


"Kemana lagi nih bagusnya?" ucap Rio.


"Kemana aja kak,, aku lagi pengen jalan-jalan,," ucap Friska.


Friska pun ikut tersenyum begitu mendengar ucapan Rio.


"Kakak nggak sibukkan? kalau sibuk kakak bilang aja,, kita bisa balik sekarang,," tanya Friska yang baru mengingat bahwa Rio sudah pasti ada kerjaan,, tapi dirinya malah mengajak Rio keliling-keliling tak tentu arah..

__ADS_1


Rio dengan segera menggelengkan kepalanya pertanda tak sibuk.


"Aku nggak sibuk sama sekali kok,, lagian jarang juga bisa jalan dengan kamu,, sekali-sekali mengabaikan kerjaan kan nggak apa-apa," ucap Rio lagi.


"Ishh kok gitu sih kak,, aku nggak enak banget nih, kalau kakak benar-benar sibuk," ucap Friska.


"Udah santai aja aku beneran nggak sibuk,, hari ini kita jalan-jalan,, terserah mau kemana,, aku siap mengantar,,, asal Tuan Putri tidak sibuk lagi,," ucap Rio lagi.


Hanya ini yang bisa aku lakukan agar kamu tidak sedih lagi,, aku benar-benar nggak suka kalau kamu sedih,, awas saja kalau ini memang benar-benar kelakuan Kenan yang membuat kamu sedih,, aku akan buat perhitungan pada Kenan tidak perduli mau dia seberpengaruh apa di dunia ini,, batin Rio.


Friska pun tersenyum begitu mendengar ucapan Rio.


Sementara Kenan dibuat semakin kesal karena Friska tak kunjung mau mengangkat panggilan telfon dari dirinya.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba Cika menelepon Kenan.


__ADS_2