
"Wahh Jeki baik banget mau mengalah,,, aku salut,," ucap Raka.
"Udah deh Raka diam aja,, sakit nih hatiku,," ucap Jeki.
"Nanti juga hatimu nggak sakit lagi kok,, sabar aja yah,, dan semoga kamu bertemu dengan wanita lain jangan pacarku,," ucap Juan.
"Hemm kamu mahh enak bilang gitu,," ucap Jeki.
"Tapi iya deh aku bakalan usaha buat nggak mencintai pacarmu lagi,, aku mengalah,, tapi bisa kan aku makan malam dengan dia sebentar?" ucap Jeki.
"Enak aja,, nggak ada yah makan malam bersama pacarku,, ingin ku sleding kau?" ucap Juan sambil melotot kan matanya pada Jeki.
Raka hanya berusaha menahan tawanya melihat kelakuan Jeki dan Juan.
"Astaga Juan makan malam doang gitu amat sih kamu,, kan kamu pacarnya jadi nggak usah khawatir, kalau jodoh nggak bakalan kemana juga,, aku udah janjian dengan Ela tau,," ucap Jeki.
"Kapan?" tanya Juan.
"Semalam,," ucap Jeki.
Pacarku itu nggak bilang-bilang yah,, mulai nakal dia,, batin Juan.
Ketika ingin berbicara lagi,, Juan tiba-tiba teringat dengan rencana dia bersama Ela,,, dan juga janjian makan siangnya dia bersama Syeila,, Juan memutuskan untuk memberitahukan Raka dan Jeki terlebih dahulu agar tidak ada kesalahpahaman diantara mereka. Berhubung Juan sudah yakin kalau Jeki akan mikir macam-macam jika dia melihat dirinya sebentar makan siang bersama Syeila,, bisa-bisa dia batal untuk mundur dan tetap ingin mendapatkan Ela.
"Itu nanti kita bahas,," ucap Juan.
"Sekarang aku ingin memberitahukan kalian sesuatu dulu,, tapi jangan bilang-bilang yah sama orang terutama sama Syeila," ucap Juan lagi.
Raka dan Jeki tiba-tiba langsung serius begitu mendengar ucapan Juan.
Kenapa lagi nih si Juan,, langsung membahas Syeila,, batin Raka.
"Tentang apa?" tanya Jeki penasaran.
"Syeila yang memberikan kamu saran tidak bagus itu kan Juan maksud kamu?" tanya Raka untuk meyakinkan dugaannya.
"Iya Syeila yang itu,, mau yang mana lagi,, hanya satu orang Syeila yang aku kenal,," ucap Juan.
"Hah saran yang tidak bagus apaan sih?" tanya Jeki semakin penasaran.
"Jadi begini Jeki,, Syeila itu mencintai aku dan ini yang perlu kamu tau Syeila itu tantenya Ela,," ucap Juan yang membuat Raka dan Jeki terkejut.
"Juan ini serius,, Syeila itu tantenya Ela,, pacar kamu sekarang?" tanya Raka.
"Iya dia tantenya Ela,,, yang sudah mengadu domba aku dan Ela karena dia juga mencintai aku,, makanya aku susah bersama Ela waktu itu,, karena dia main belakang,," ucap Juan lagi.
Jeki dan Raka lagi-lagi terkejut,, apalagi Jeki yang benar-benar tidak menyangka kalau Syeila bisa menjadi tante Ela dan bermuka dua karena yang selama ini dia lihat Syeila sepertinya wanita yang baik dan juga lemah lembut. Dia bahkan mendukung Juan bersama Syeila waktu itu.
"Astaga pantas saja dia memberikan kamu saran yang malah membuat kamu menjauh dengan Ela,, nah sementara dia tantenya Ela,, dan dia main belakang,, dasar wanita yah,, kalau udah masalah cinta apapun dilakukan,, padahal Ela itu ponakan dia sendiri,, dia bisa kan mengalah saja toh dia tau kalau wanita yang kamu cintai itu Ela ponakan dia sendiri,," ucap Raka sambil memasang ekspresi wajah herannya dengan kelakuan Syeila.
"Aku aja baru pertama kali lihat dia waktu video call,, udah merasa kalau tuh wanita punya dua sisi,," ucap Raka lagi.
"Kok aku nggak merasa apa-apa setiap melihat Syeila,," ucap Jeki.
"Karena kamu masih polos,, belum tau ciri-ciri wanita bermuka banyak,," ucap Raka.
"Hemm sok nggak polos kamu," ucap Jeki.
"Biarin,," ucap Raka.
"Terus apa lagi yang mau kamu beritahukan Juan?" tanya Raka.
"Aku ada janjian makan siang bentar dengan dia,, jadi kalian berdua nggak usah salah paham sama aku terutama kamu Jeki,, jangan gunakan ini untuk mengganggu pacarku,, kita hanya ada rencana untuk balas dia saja kok bersama Ela,, nggak lebih,, aku nggak pernah mau macam-macam dengan Syeila,,, dan ingat ini baik-baik jangan di tau yah dengan Syeila," ucap Juan.
"Hah kamu janjian makan siang dengan Syeila,, sekarang sudah jam berapa? cepetan lihat jam ini udah mau makan siang loh,,, di dengar dengan Syeila baru tau rasa kamu," ucap Jeki.
"Ehh iya kamu benar juga Jeki,," ucap Juan sambil melihat jam.
"Ini sudah hampir jam makan siang,," ucap Juan begitu sudah melihat jam tangannya.
"Dia lagi dimana yah sekarang,," ucap Juan lagi sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Syeila.
Syeila yang sudah berada di depan ruangan Kenan langsung melihat ponselnya begitu dia mendengar ponselnya berdering.
Syeila tersenyum begitu melihat ternyata Juan yang menelepon dirinya.
Baru juga mau mengetuk pintu ruangan dia,, batin Syeila sambil mengangkat panggilan telfon dari Juan.
__ADS_1
"Halo Juan,," ucap Syeila.
"Halo Syeila,, kamu lagi dimana sekarang? masih di rumah,, di jalan atau dimana?" tanya Juan langsung.
"Aku lagi di depan ruangan pak Kenan,, kamu masih di ruangan pak Kenan kan kerjanya?" tanya Syeila.
"APA!!! ucap Juan shock.
Duh kira-kira Syeila dengar nggak yah,, jangan sampai dia sudah mendengarkan semuanya tapi dia hanya berpura-pura tidak tau apa-apa,,, dia kan wanita bermuka banyak yang bisa menyesuaikan diri,, batin Juan.
Jeki dan Raka hanya memandang heran pada Juan.
"Loh kamu kenapa Juan?" tanya Syeila heran.
"Emmm kamu kok nggak bilang-bilang kalau udah sampai di kantor tuan Kenan,, malah jalan sendiri,, aku nggak enak loh,, seharusnya tadi aku menjemput kamu atau kamu tunggu di kantin saja biar nggak capek jalannya,," ucap Juan.
Jeki dan Raka melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Juan yang seperti pria berpengalaman dalam berkata-kata manis.
Syeila langsung senyum-senyum bahagia begitu mendengar ucapan Juan yang tidak seperti biasanya dan juga sangat perhatian,,, dia semakin percaya diri akan mendapatkan Juan dan membuat Juan melupakan perasaannya pada Ela sepenuhnya.
"Emmm nggak apa-apa kok Juan,, aku nggak bakalan capek hanya karena jalan apalagi kalau mau bertemu dengan kamu,," ucap Syeila.
Sumpah aku jijik dengarnya tapi sabar Juan,, sabar,,, dan sepertinya dia nggak tau apa-apa,, mungkin tadi dia langsung ke ruangan tuan Kenan tanpa singgah-singgah karena dia yakin aku ada disitu,, batin Juan lega.
"Baguslah Syeila kalau kamu nggak capek,, tunggu disitu yah aku akan kesitu,, karena sekarang aku lagi nggak di ruangan tuan Kenan,," ucap Juan.
"Hah,, terus kamu lagi dimana Juan? biar aku saja yang kesitu," ucap Syeila yang merasa takut apabila Juan sedang berada di ruangan karyawan wanita yang berada di kantor Kenan.
"Tunggu saja disitu,, aku akan ke ruangan tuan Kenan sekarang,, aku tutup dulu yah telfonnya," ucap Juan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Syeila.
"Isshh ngeselin banget sih Juan,, dia lagi di ruangan mana sekarang,, jangan-jangan di ruangan karyawan wanita di kantor ini,, kenapa dia nggak mau aku menyusul dia,, tidak seperti biasanya," ucap Syeila sambil melihat-lihat ke sekeliling meskipun disitu hanya sedikit ruangan.
"Juan,, kata-kata kamu meningkat banget yah sekarang,, lebih ngeri sekarang,, kalah nih aku sama kamu,," ucap Raka.
"Iya nih Juan,, belajar darimana kamu kata-kata seperti itu?" ucap Jeki juga.
"Makanya punya pacar,," ledek Juan.
"Ganggu terus,, tega banget kamu,," sewot Raka.
Aku seperti tuan Kenan sekarang yang ledekin orang jomblo,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.
"Udah dulu yah tanya-tanya aku,, sekarang aku harus bertemu dengan Syeila wanita bermuka banyak itu,, doakan aku yah supaya tidak emosi sama dia,, karena bawaannya aku itu pengen balas perbuatan dia dengan cara lain,," ucap Juan.
"Syeila lagi dimana sekarang memangnya?" tanya Jeki.
"Tuh di depan ruangan tuan Kenan,," jawab Juan.
"Hah beneran,, dia nggak dengar kan pembicaraan kita sejak tadi?" tanya Jeki khawatir.
"Iya nggak kok,, dia sepertinya langsung jalan saja karena mengira aku berada di dalam ruangan tuan Kenan,,, dan dia juga baru sampai,," ucap Juan.
"Ya udah buruan temui dia,, nanti dia curiga lagi,,, ingat jangan emosi,, sabar dan santai aja,, walaupun sebenarnya kamu ingin memberikan dia pelajaran tapi tahan yah,,," ucap Raka sambil menahan tawanya,, karena dia sudah tau,, cara Juan membalas kelakuan seseorang yang sudah mengganggu itu sangat berbeda dengan apa yang sedang dilakukan Juan sekarang. Bukan Juan yang seperti biasanya.
"Iya," ucap Juan lalu segera berjalan ke luar dari ruangan Jeki,, sambil memperbaiki ekspresi wajahnya,, karena dia harus berpura-pura baik dan bersikap manis pada Syeila,, hal yang dia tidak sukai.
Jeki dan Raka saling pandang begitu Juan sudah keluar dari dalam ruangan Jeki.
"Terus kita ngapain Jeki sekarang?" tanya Raka.
"Meratapi nasib aja lah,, kenapa sih aku harus memiliki nasib yang sama dengan kamu,, sangat mengerikan sekali,," ucap Jeki.
"Astaga kamu pikir aku mau apa memiliki nasib yang sama dengan kamu,,, kamu pikir aku mau memiliki nasib seperti ini,, nggak mau kali aku tapi yah mau bagaimana lagi,, beginilah takdir percintaan ku begitu pun dengan kamu,," ucap Raka lalu tertawa sambil melihat Jeki.
"Udah nggak usah tertawa,, kesal aku bawaannya lihat kamu tertawa," ucap Jeki.
"Kita makan siang bareng aja kalau gitu Jeki,, sambil melihat Juan,, tapi curi-curi pandang saja jangan sampai terlalu kentara,," ucap Raka.
"Iya deh,, kita makan siang bareng aja,,, nggak ada pilihan lain juga kan,, bosan juga aku makan siang sendirian," ucap Jeki.
"Kapan sih bisa makan siang bareng sama orang spesial," omel Jeki sambil berjalan ke meja kerjanya.
"Mungkin besok,," ucap Raka lalu tertawa.
########
Syeila melihat Juan dengan tatapan sedikit kesal.
__ADS_1
"Juan kamu darimana? aku pikir kamu tadi di ruangan pak Kenan,," ucap Syeila.
"Nggak darimana-mana kok,, aku tadi dari ruangan Jeki,, kita langsung ke kantin aja yah,," ucap Juan sambil tersenyum.
Oh jadi dari ruangan Jeki,, aku pikir dari ruangan wanita,, batin Syeila.
"Syeila kamu kenapa?" tanya Juan yang tidak jadi melangkahkan kakinya.
"Emmm nggak kenapa-kenapa kok,, aku pikir tadi kamu dari ruangan lain," ucap Syeila.
"Wanita?" tanya Juan.
"Iya mungkin,, siapa tau aja kan kamu sudah mendapatkan wanita disini sebagai pengganti Ela,," ucap Syeila yang sengaja memancing Juan untuk mengetahui perasaan Juan.
Hahaha mana ada,,, Ela itu nggak ada gantinya,, batin Juan.
Juan tertawa begitu mendengar ucapan Syeila membuat Syeila mengernyitkan keningnya bingung dengan Juan.
"Ayo kita ke kantin atau kamu mau ke restoran lain?" tanya Juan sambil berjalan dan Syeila dengan otomatis mengikuti Juan.
Isshh Juan kok nggak menggubris ucapan aku yang barusan malah dia tertawa,, atau jangan-jangan benar lagi dugaan aku,, batin Syeila kesal.
"Juan kamu kok tertawa?" tanya Syeila.
"Yah karena kamu lucu Syeila," jawab Juan.
"Hah lucu darimana nya?" tanya Syeila heran.
Pikir saja sendiri,, batin Juan.
"Juan,," ucap Syeila lagi.
Ketika Juan ingin berbicara,, tiba-tiba Jeki keluar dari dalam ruangannya disusul dengan Raka.
"Ehh Juan,, Syeila,, kalian mau kemana?" tanya Jeki sambil tersenyum manis.
"Kamu sendiri mau kemana?" tanya Juan.
"Kita mau makan siang bersama,, kan nggak punya pacar,," ucap Raka.
"Aku juga mau makan siang,, tapi beda aku punya Syeila,," ucap Juan yang membuat Syeila senyum malu-malu.
"Sebenarnya aku punya Ela untuk di ajak makan siang bersama,," ucap Jeki sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi Juan yang seperti ingin menelannya hidup-hidup.
Rasain makanya jangan gangguin ke jombloan kita,, baru juga begitu udah panas aja dia,, gimana kalau beneran,, batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
Syeila mengernyitkan dahinya begitu mendengar nama Ela.
"Ela siapa Jeki?" tanya Syeila.
"Ela yang belum lama ini aku temui,, aku lagi pendekatan dengan dia,, hanya sayangnya susah banget apalagi pawangnya galak,, udah tertampar kenyataan duluan,," ucap Jeki sambil melirik Juan sebentar yang lagi panas.
Ngapain sih Jeki sebut-sebut nama pacarku,, emang suka banget ngetes kesabaran aku nih anak,, coba saja ajak Ela makan siang bersama,, ku kembalikan kau ke luar Negeri,, batin Juan.
Syeila tampak berpikir.
Nggak mungkin itu Ela ponakan aku kan,, iya pasti nggak mungkin palingan nama saja yang sama,, nggak usah pikirkan itu Syeila lagian Juan juga sudah tidak terlalu mengingat Ela lagi,, batin Syeila.
"Maju terus aja Jeki,, siapa tau dia jodoh kamu,," ucap Syeila.
"Nggak mungkinlah,," ucap Juan cepat membuat yang lainnya langsung melihat ke arah Juan.
Dasar Juan,, respon cepat banget,, batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
"Kenapa memangnya Juan?" tanya Syeila heran.
"Karena aku nggak suka ada keluarga aku yang berhubungan dengan wanita bernama Ela,, pokoknya nggak boleh ada yang bernama Ela,," ucap Juan yang tiba-tiba mendapatkan alasan.
Hahaha Juan,, Juan,, ada aja alasan kamu yah,, cepat juga tuh otak berpikir,,, pantasan saja pak Kenan menjadikan kamu asisten pribadi dia,, ternyata kemampuan kamu begini yah,, batin Jeki sambil tertawa di dalam hatinya.
Sedangkan Syeila senyum-senyum begitu mendengar ucapan Juan.
*S*epertinya Ela memang sudah tidak ada lagi di dalam hatinya Juan,, bahkan dia sepertinya sudah membenci Ela,, rasain kamu Ela,, batin Syeila sambil tertawa di dalam hatinya.
Juan sejak tadi melihat ke arah Syeila.
Hemm masuk deh perangkap,, terlihat jelas dari senyuman dia,, bahagia lah dulu,, batin Juan sambil tersenyum sinis.
__ADS_1