
"Kenan kamu kenapa, kok bengong?" tanya Adelia.
"Haa nggak kok, ayo aku antar kamu ke apartemenmu"
"Kamu tuh kayak lagi mikirin sesuatu" ucap Adelia.
"Aku nggak lagi mikirin apa-apa kok sayang" ucap Kenan.
"Kamu masih menunggu aku kan, kamu juga masih cinta kan sama aku?" tanya Adelia.
"Iyaa, kalau aku tidak mencintai kamu untuk apa aku datang kesini, untuk apa aku mencarimu selama ini" ucap Kenan namun di di dalam hatinya seperti ada kebimbangan.
"Baiklah, ayo kita pulang sayang ke apartemenku" ucap Adelia sambil menggandeng lengan Kenan dan kopernya yang di pegang oleh Kenan.
"Adelia kamu jangan gandeng-gandeng kayak begini di depan umum, tidak baik" ucap Kenan sambil melepaskan gandengan tangan Adelia.
"Ya udah kalau itu mau kamu" ucap Adelia sambil kesal.
Cihh dia nggak berubah juga, menyebalkan batin Adelia.
"Kamu jangan marah dong sayang" ucap Kenan sambil menyamakan langkahnya dengan Adelia, karena Adelia berjalan duluan dan sangat cepat.
"Aku nggak marah kok, aku hanya pengen cepat-cepat sampai di apartemen, aku mau istirahat" ucap Adelia.
"Ok aku pikir kamu marah, kamu bisa istirahat sebentar di mobil sayang, aku tidak akan mengganggu kamu" ucap Kenan.
"Iya" ucap Adelia singkat padat dan jelas.
Dasar cowok nggak peka batin Adelia.
Kenan dan Adelia pun sampai di parkiran mobil. Kenan menyimpan koper Adelia di bagasi kemudian membukakan pintu buat Adelia.
Kenan teringat dengan Friska.
Kalau anak kecil itu pasti sudah nyelonong masuk ke dalam mobil tanpa menungguku membukakan dia pintu, mungkin karena dia nggak pernah pacaran jadi nggak tahu hal-hal yang seperti itu tapi sangat bagus dia nggak pernah pacaran, dia itu masih polos-polos bar-bar batin Kenan.
"Kenan setelah aku meninggalkan kamu, kamu nggak gila kan, ngapain kamu senyum-senyum nggak jelas gitu?" tanya Adelia yang menurunkan kaca mobil karena melihat Kenan yang diam di tempat sambil senyum-senyum tidak jelas.
"Eehh apa, nggak kok sayang aku hanya sangat senang kamu sudah kembali" jawab Kenan kemudian berlari cepat masuk ke dalam mobil.
Kenan pun mengemudikan mobilnya menuju apartemen Adelia.
"Sayang sejak kapan kamu punya mobil yang warnanya cewek banget?" tanya Adelia yang baru menyadari akan mobil yang di kendarai Kenan.
"Sejak baru-baru ini" jawab Kenan santai.
"Ini beneran mobil kamu?" tanya Adelia lagi.
"Iya sayang" jawab Kenan sedikit menoleh kepada Adelia kemudian kembali fokus mengemudikan mobilnya.
Ini mobil Friska, tapi dia kan istriku berarti ini sama saja dengan mobilku juga batin Kenan.
"Sayang kamu istirahatlah dulu" ucap Kenan lagi.
"Baiklah."
#####
Ketika jam istirahat, Juan menghubungi Friska ingin menanyakan kemana perginya Kenan karena Juan sudah menghubungi ponsel Kenan berkali-kali namun tidak di angkat-angkat juga oleh Kenan, siapa tahu Friska mengetahuinya atau mungkin Friska lagi bersama dengan Kenan walaupun Juan tidak terlalu yakin kalau Friska sedang bersama dengan Kenan, karena mengingat hari ini Friska pergi ke sekolah. Karena itu Juan menghubunginya di jam istirahat supaya tidak menggangu Friska belajar kalau memang dia lagi di sekolah sekarang.
Mendapatkan nomor ponsel Friska bukan hal yang sulit buat Juan.
Sementara itu Friska lagi asik-asiknya makan di kantin bersama sahabat-sahabatnya dan juga Dafa.
Ponselnya pun berdering namun melihat nomor baru yang meneleponnya Friska pun tidak mengangkatnya malahan Friska mematikan telepon itu.
"Fris kok loe nggak angkat?" tanya Dafa yang duduk di samping Friska.
__ADS_1
"Gue malas angkat kalau nomor baru, kalau penting pasti dia sms dulu menyebutkan namanya kan dia pasti tahu kalau gue matikan panggilannya" jawab Friska sambil nyengir kuda.
"Ya ampun Fris, loe masih gitu ajah belum berubah, gue pernah tuh digituin sama Friska" ucap Farel mengingat dia juga pernah di cuekin sama Friska yang memakai nomor baru karena mengganti nomor ponselnya.
"Masih ingat ajah loe" ucap Friska sambil tertawa.
Sedangkan Juan lagi ngomel-ngomel di perusahaan.
Pasangan suami istri ini memang sangat cocok yang satunya nggak angkat telepon dan yang satunya mematikan panggilan, benar-benar yah ucap Juan.
Apa mungkin Friska masih belajar, tapi nggak mungkin ini tuh sudah jam istirahat, aku mengirimkan pesan saja dulu kali yah ucap Juan lagi. Kemudian mengirimkan pesan kepada Friska.
Friska pun membaca pesan dari Juan.
"Wah ternyata om Juan, yang barusan telfon gue" ucap Friska terkejut.
"Siapa tuh Fris?" tanya Dafa.
"Asisten om Kenan, ada apa yah? ehh ini dia nelfon lagi" ucap Friska kemudian dengan segera mengangkat teleponnya.
"Halo om, maaf tadi aku pikir nomor orang nggak penting makanya aku matiin, ada apa yah om?" tanya Friska segera setelah mengangkat telepon.
"Oh iya nggak apa-apa. Ini aku mau nanya, nona lagi dimana sekarang?" tanya Juan terlebih dahulu.
"Lagi di sekolah om, memangnya ada apa, baru kali ini om telepon aku?" tanya Friska.
"Ini aku mau nanya, nona tahu nggak kemana Kenan pergi hari ini karena aku telepon nomornya tapi tidak di angkat?" tanya Juan.
"Oh om Kenan, aku nggak tahu paman, tadi pagi sih dia cuma bilang kalau ada urusan penting" ucap Friska.
"Oh ya sudah baiklah, saya matikan teleponnya dulu nona maaf mengganggu waktu nona" ucap Juan sopan.
"Oke om, tidak masalah" ucap Friska.
Kemudian Juan mematikan teleponnya. Juan memutuskan mencari tahu keberadaan Kenan.
"Ada apa Fris?" tanya Salsa.
"Haa dia nggak hilang kan Fris?" tanya Salsa.
"Yah nggak lah, udah umur segitu massa mau hilang sih" ucap Friska sambil tertawa. Sudah lanjut makan lagi pasti om Juan bakalan nemuin sambung Friska.
#####
Juan sudah menemukan keberadaan Kenan, Juan benar-benar terkejut.
Ini kan area apartemen Adelia, apa mungkin Adelia sudah kembali ucap Juan. Lebih baik aku menghubungi tante kata Juan lagi.
Juan pun segera mencari nama kontak mama Kenan kemudian menghubunginya.
"Halo nak ada apa tumben meneleponku?" sudah lama kamu tidak menelepon ucap Aliyah dari balik telepon.
"Ini tante aku curiga Adelia sudah kembali ke Indonesia, Kenan tidak ke kantor hari ini, aku hubungi ponselnya dia tidak angkat, aku tanya ke nona Friska dia tidak tahu, Kenan cuma bilang ke nona Friska kalau dia ada urusan penting, tapi setelah aku cari tahu lokasinya sekarang dia berada di area apartemen Adelia tante, aku harus gimana tante?" tanya Juan.
"Benarkah, sepertinya wanita bermuka dua itu sudah kembali, biarkan saja Juan nanti Kenan akan sadar sendiri, yang penting Kenan sudah menikah dan tadi kamu bilang dia memberitahu Friska kalau dia ada urusan penting, yah setidaknya ada peningkatan sedikit" ucap Aliyah santai.
"Tapi tante aku khawatir jangan sampai Kenan diberikan obat lagi sama wanita bermuka dua itu" ucap Juan yang sangat khawatir.
"Tenanglah Kenan itu walaupun bucin sama Adelia, tetapi dia tidak bodoh mana mungkin dia mau jatuh ke perangkap yang sama, apalagi sekarang dia sudah menikah, aku percaya sama anakku itu" ucap Aliyah. Kamu lanjutkan saja kerjaanmu nak sambung Aliyah lagi.
"Baiklah tante" ucap Juan.
Juan pun mematikan panggilan teleponnya.
#####
Di apartemen Adelia
__ADS_1
Benar saja Kenan memperhatikan baik-baik apa yang akan dia konsumsi karena memang dia tidak mau kejadian seperti dulu terulang lagi.
"Sayang ini makanan kita pesan online dan kamu yang mengambilnya sendiri, air minum kamu ambil sendiri. Kamu takut yah kejadian seperti dulu terulang lagi?" tanya Adelia dengan raut wajah sedihnya yang dibuat-buat.
"Nggak kok sayang, kamu kan lagi capek jadi aku nggak mau menambah kecapeanmu" Kenan beri alasan padahal sebenarnya memang dia tidak mau kejadian seperti dulu terulang lagi.
Adelia diam saja sambil meneruskan makannya.
Ketika selesai makan Kenan teringat Friska.
Heem sepertinya jam segini jam istirahatnya anak kecil itu deh, dia lagi apa yah lebih baik aku meneleponnya batin Kenan.
Ponselku sepertinya ada di mobil gumam Kenan.
"Ada apa sayang?" tanya Adelia yang melihat Kenan seperti mencari-cari sesuatu.
"Emm ini sayang ponselku sepertinya ketinggalan di dalam mobil, aku mau pergi ambil dulu" ucap Kenan.
"Nanti saja sayang, kita kan lagi menghabiskan waktu berdua kalau ada ponselmu pasti banyak gangguan" keluh Adelia dengan raut wajah manjanya sambil menahan tangan Kenan.
Duuh tapi aku benar-benar pengen tahu anak kecil itu lagi ngapain, aku benar-benar ingin dengar suara cerewetnya itu batin Kenan yang lagi bingung antara Adelia atau ponsel.
"Sayang aku harus menghubungi Juan, dan ini sangat penting tentang perusahaan, atau jangan-jangan mungkin Juan sekarang sedang menghubungiku, aku nggak lama kok" ucap Kenan yang lebih memilih ponselnya kemudian melepaskan tangan Adelia dan keluar menuju mobilnya.
"Dasar semua laki-laki itu tidak ada yang peka" teriak Adelia dengan emosinya yang sudah meluap-meluap ketika Kenan sudah berada di dalam lift.
#####
Di dalam mobilnya Kenan langsung mengambil ponselnya dan dilihatnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari Juan. Tetapi Kenan abaikan dulu dan mencari nama kontak Friska dan dia baru ingat kalau dia tidak mempunyai nomor ponsel Friska.
Kenan memutuskan menghubungi Juan.
Juan melihat siapa yang meneleponnya langsung saja mengangkat telepon dari orang itu.
"Halo, tuan lagi dimana?" tanya Juan tanpa basa basi.
"Kirimkam aku nomor ponsel istriku sekarang" ucap Kenan lalu mematikan teleponnya.
Apa aku tidak salah dengar bukannya menanyakan kenapa aku meneleponnya banyak kali, ini malah meminta nomor ponsel istrinya, suami macam apa itu yang tidak punya nomor ponsel istrinya sendiri omel Juan tapi dengan segera dia mengirimkan nomor ponsel Friska kepada Kenan karena lebih ngeri lagi kalau Kenan yang mengomel.
Kenan pun menunggu dengan tidak sabar, Kenan tahu kalau Juan pasti mempunyai nomor ponsel Friska itu hal mudah buat dia. Tak lama menunggu, Juan pun sudah mengirimkan nomor ponsel Friska kepada Kenan.
Dengan segera Kenan menyimpan nomor ponsel Friska dengan nama kontak istriku di ponselnya kemudian Kenan menelepon Friska.
Friska yang melihat nomor baru lagi yang meneleponnya dengan segera dia mematikan lalu melanjutkan lagi makannya.
Kenan yang menelepon Friska sudah lima kali namun dimatikan terus membuat Kenan naik darah. Dengan segera dia mengirimkan pesan kepada Friska.
08xxxxxxxxx : Istriku beraninya kamu tidak mengangkat telepon dari suamimu😈😈, nggak mau uang jajan lagi yah😈.
Friska membaca pesan dari nomor baru itu langsung saja terbatuk dengan segera Dafa memberikan dia air minum.
"Loe kenapa Fris?" tanya Dafa khawatir diikuti oleh tatapan khawatir sahabat-sahabatnya.
"Nggak apa-apa. Ini gue hanya keselek saja karena terlalu rakus" ucap Friska setelah meminum minuman yang diberikan oleh Dafa.
Sahabat-sahabatnya pun tertawa serentak begitupun dengan Dafa, kemudian Dafa pergi mengambil sesuatu.
Ponsel Friska kembali berdering dengan segera Friska mengangkatnya.
"Halo, ada yang bisa dibanting?" tanya asal Friska.
"Iya, aku pengen banting kamu di ranjang istriku, berani sekali kamu tidak mengangkat telpon dari suamimu, punya nyawa berapa kamu haa" ucap Kenan yang lagi pura-pura marah.
"Ehh buset kejam amat, aku lagi sibuk tahu nggak om, aku lagi makan nih" ucap Friska.
"Friska ini bakso lagi buat loe, gue tahu loe pasti belum kenyang kalau cuma satu piring" ucap Dafa sambil memberikan bakso yang baru di pesannya kepada Friska dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Cie... cie ucap sahabat-sahabat Friska.
"Dafa sweet banget sih, perhatian banget sama nafsu makan Friska yang tiada tanding ini" goda Salsa.