Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Aku boleh ikut?


__ADS_3

"Fris siapa yang nelfon loe?" tanya Ela begitu Friska masuk ke dalam kelas.


"Kepo," jawab Friska.


"Paling juga om loe secara loe jomblo kan, siapa juga yang mau nelfon loe selain om loe yang sangat perhatian itu," ucap Ela.


"Iya-iya gue jomblo, loe nggak jomblo lagi nanti mentang-mentang udah punya target loe," ucap Friska.


"Ihh apaan sih Fris, kan belum tentu kak Juan bakalan suka sama gue nanti, tapi nggak perduli sih gue yang penting usaha dulu," ucap Ela.


"Iya betul banget yang penting loe usaha dulu, kalau om Juan nggak jadian dengan loe berarti om Juan kurang beruntung," ucap Friska lagi.


"Kak Juan itu bakalan sama gue," ucap Salsa.


"Hem udah loe bareng Jojo ajah cocok, inisialnya sama juga kok J," ucap Friska lalu tertawa.


"Ihh apaan sih loe Fris, nggak mau gue," ucap Salsa.


"Gue juga kali," ucap Jojo.


"Tanda-tanda kalian jodoh," ledek Farel.


"Amit-amit," ucap Jojo dan Salsa bersamaan dan menimbulkan ledekan lagi.


Salsa dan Jojo terus menjadi bahan ledekan oleh sahabat-sahabatnya yang lain sampai guru masuk ke dalam kelas mereka.


######


Kenan yang berada di kantor sedikit kesusahan karena banyaknya yang harus dia tangani sedangkan Juan tidak berada di dekatnya, padahal Kenan ingin cepat menyelesaikan semuanya agar segera pulang.


Sedangkan di Indonesia Juan juga sedang bekerja bersama Jeki. Juan sedang memberitahukan ke Jeki hal-hal yang harus dia tangani ketika dia pergi menyusul Kenan. Walaupun Jeki sudah paham Juan tetap saja memberitahukan Jeki membuat Jeki menutup kupingnya karena Juan yang menjelaskan terus.


"Sepupuku aku sudah tahu kamu tidak perlu menjelaskan sampai seperti ini tahu nggak," ucap Jeki.


"Harus, karena kamu harus mengurus baik-baik perusahaan disini, aku perginya lama jadi disini kamu yang mengurus semua jangan sampai kamu membuat Kenan kecewa, dan kalau ada hal mendesak kamu tinggal tanyakan padaku secepatnya," ucap Juan.

__ADS_1


"Iya aku tahu, kan aku juga bisa bertemu dengan om Andra kalau bingung atau butuh sesuatu, om Andra kan di Indonesia," ucap Jeki santai.


"Iya walaupun begitu kamu mesti memperhatikan baik-baik yang aku beritahukan ini," ucap Juan.


"Iya, Kenan percaya padaku kan jadi kamu tidak udah khawatir masalah kerjaan aku," ucap Jeki sombong.


"Heem sombong banget kamu," ledek Juan.


"Bukan sombong cuma bangga ajah bisa di percaya sama Kenan, itu adalah salah satu kebahagiaan dalam hidupku," ucap Jeki.


"Sekarang kamu berlebihan," ucap Juan.


"Aku serius kali nggak bermaksud berlebihan juga," ucap Jeki.


"Oh iya aku mau nanya sesuatu yang penting sama kamu," ucap Jeki serius.


"Apaan?" tanya Juan.


"Gimana kamu bisa disukai sama cewek-cewek cantik dan muda-muda lagi, beritahu aku caranya, aku bosan jomblo terus," ucap Jeki yang membuat Juan membulatkan kedua matanya spontan.


"Kamu itu kalau bicara suka sembarangan ajah, nggak ada yang suka sama aku dan nggak ada cara-cara juga, udah nggak usah kamu nanya yang tidak jelas seperti itu, lagian aku juga jomblo tahu nggak" ucap Juan.


"Bohong banget sih kamu, pasti sekarang kamu sudah punya pacar, udah nggak usah bohong sama aku, nggak usah kamu sembunyi-sembunyikan semuanya, dan nyata-nyata kamu itu disukai sama cewek-cewek cantik dan juga daun muda lagi," ucap Jeki sambil mengingat Salsa dan Ela yang sempat dia dengar menyukai Juan.


"Ngapain aku bohong sama kamu nggak ada untungnya juga, intinya nggak ada yang suka sama aku dan aku jomblo kok kita senasib," ucap Juan serius.


"Terus teman istrinya Kenan kamu kemanain?" tanya Jeki langsung yang membuat Juan terkejut seakan tidak percaya kalau Jeki mengetahui tentang Salsa dan Ela.


"Kamu tahu mereka?" tanya Juan.


"Darimana kamu tahu mereka?" tanya Juan lagi.


"Ada deh yang jelasnya mereka menyukai kamu, makanya sekarang kamu ajar aku gimana bisa di suka sama cewek-cewek cantik seperti itu dan juga masih muda begitu," ucap Jeki.


"Aku tidak tahu sama sekali kenapa mereka bisa menyukai aku jadi kamu tidak usah minta ajar yang aneh-aneh," ucap Juan.

__ADS_1


"Bohong banget masa kamu nggak tahu, kamu pasti merayu mereka berdua kan makanya mereka bisa menyukai kamu, terus jangan-jangan kamu sudah memacari dua-duanya lagi," ucap Jeki.


"Sembarangan ajah kalau kamu ngomong, aku tuh nggak punya pacar dan mereka berdua itu cuma aku anggap sebagai adik saja tidak lebih," ucap Juan.


"Ingat juga ini baik-baik aku tidak pernah merayu mereka berdua, aku tidak punya pengalaman tentang itu," ucap Juan lagi.


"Heem sudahlah nggak ada gunanya membicarakan ini sama kamu, aku lebih baik menelepon Kenan saja," ucap Juan lalu berjalan untuk duduk di sofa sambil menghubungi Kenan.


Kenan yang sedang berjalan menuju mobilnya, langsung menghentikan langkahnya begitu dia mendengar bunyi ponselnya. Dengan segera dia melihat ponselnya, tadinya dia pikir mungkin istrinya yang meneleponnya namun ternyata dugaannya salah, Juan lah yang meneleponnya.


Kenan mengangkat panggilan telfon dari Juan dengan malas padahal sebenarnya dia juga merindukan asistennya itu, karena biasanya mereka bertemu hampir tiap hari dan dia juga selalu menyuruh Juan.


"Hallo, ada apa Juan?" tanya Kenan langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Juan.


Juan pun segera keluar dari ruangan karena mengingat hal yang harus dia bicarakan pada Kenan tidak boleh di tahu oleh Jeki, karena pasti Jeki akan meledeknya dan juga dia pasti akan ribut.


"Saya mau memberitahukan tuan kalau besok saya akan menyusul tuan, karena malam ini saya mau pergi mencari keperluan yang di butuhkan untuk kejutan ulang tahun buat temannya Nona muda bersama Ela," ucap Juan.


Baguslah kalau Juan mempercepat jalannya bersama Ela, aku memang sangat memerlukan dia disini biar bisa cepat balik ke Indonesia batin Kenan.


Sebenarnya Kenan ingin menyuruh Juan untuk segera datang, tapi dia tidak enak karena sudah terlanjur menyuruh Juan datang di tanggal yang lain.


"Yakin kamu Juan?" tanya Kenan.


"Iya sangat yakin tuan," ucap Juan.


"Saya akan membantu tuan supaya cepat menyelesaikan urusan disana, karena pasti tuan sangat merindukan Nona muda kan," ucap Juan yang mengerti betul dengan kebucinan Kenan.


"Kamu memang pengertian Juan, gajimu aku naikan bulan ini," ucap Kenan.


Betapa bahagianya Juan setelah mendengar ucapan Kenan itu.


"Kenan kamu mau pulangkan, aku boleh ikut? kita kan tetangga," ucap Renata begitu berada di dekat Kenan.


Juan mengernyitkan keningnya begitu mendengar ucapan seorang wanita dari balik telfon.

__ADS_1


__ADS_2