Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Aku keluar dulu buat berpikir


__ADS_3

Seketika hening.


"Tuhkan benar dugaan kita-kita," ucap Salsa yang duluan bersuara.


Ela benar-benar langsung merasa sangat patah hati padahal mereka memang tidak ada hubungan apa-apa dan Juan bebas kalau dekat dengan cewek lain, tapi dia tidak menyangka saja kalau Juan akan seperti itu pada dirinya, seolah-olah memberikan harapan pada dirinya namun ternyata sekarang dia malah dekat dengan cewek lain, padahal Juan juga tahu bagaimana Ela sangat mencintai dirinya.


Cinta tak terbalas kok rasanya sakit banget sih, kak Juan benar-benar tega batin Ela.


"Ela kenapa loe hanya diam?" tanya Farel.


"Sakit hati gue pakai nanya lagi loe," jawab Ela jutek.


"Yee baper gue kira loe kerasukan tahu," ucap Farel yang mencoba menghibur Ela.


"Mana ada kerasukan diam, ngaco banget sih loe," ucap Ela lagi.


"Yah siapa tahu ajah kan setannya yang pendiam gitu, setan patah hati," ucap Farel lagi.


"Udah loe nggak usah galau gitu, kasian kita sama loe, iya nggak," ucap Farel lagi sambil melihat sahabatnya yang lain.


"Iya udah nggak usah sedih, Ela cantik pasti banyak yang mau sama loe, kak Juan kan nggak suka sama loe," ucap Salsa yang berusaha menghibur Ela juga tapi malah langsung mendapatkan pelototan mata dari semuanya kecuali Ela saja.


"Loe itu menghibur atau menghina sih, benar-benar yah nih anak," ucap Jojo.


"Menghibur dong," ucap Salsa.


"Fris ceweknya cantik nggak?" tanya Ela.


"Emm nggak tahu juga sih, karena gue belum melihatnya sama sekali, tapi mereka itu teman lama yang baru bertemu lagi itupun nggak sengaja, tadi mereka berdua makan siang bersama, jadi om Juan memang lagi dekat sama temannya itu sekarang," ucap Friska jujur.


"Saran gue loe nggak boleh terlalu berharap lagi, gue sengaja memberitahukan loe ini karena gue nggak mau loe bertambah kecewa lagi nantinya, tapi sih gue berharapnya mereka hanya dekat sebagai teman ajah hanya kita kan nggak tahu perasaan mereka berdua nanti karena mereka sangat dekat waktu sekolah, gue melihat sendiri foto-foto kedekatan mereka," ucap Friska lagi.


"Kita juga nggak bisa salahin Om Juan karena kalian memang nggak ada hubungan apa-apa sekarang, jadi om Juan bebas mau dekat dengan siapa saja, tapi kalau loe belum mau menyerah dan masih ingin mengejar om Juan gue dukung juga kok, mereka baru teman sekarang," ucap Friska.


"Entahlah gue benar-benar nggak tahu sekarang mesti gimana, gue cinta banget sama kak Juan tapi gue rasa kak Juan sampai sekarang hanya menganggap gue sebagai adik saja, disatu sisi gue ingin berjuang tapi disisi lain gue merasa sepertinya udah kalah dari wanita itu yang jelas udah kenal lama dengan kak Juan," ucap Ela.


"Tapi kan belum tentu juga kalau temannya itu menyukai kak Juan dan kak Juan juga belum tentu menyukai temannya itu, siapa tahu ajah itu hanya kerinduan karena mereka sudah lama tidak bertemu makanya mereka dekat sekarang pergi makan bersama untuk bertemu lebih lama," ucap Salsa.


"Iya bisa juga begitu yang jelasnya sekarang om Juan sedang dekat dengan teman lamanya itu," ucap Friska.


"Sekarang terserah pada loe Ela mau bagaimana menyikapi ini, mau maju terus atau mundur alon-alon," ucap Haris.

__ADS_1


"Nggak tahulah, biar waktu saja yang menentukan semuanya, biarkan ajah mengalir seperti air mengalir," ucap Ela.


"Alay loe," ucap sahabat-sahabatnya bersamaan termaksud Friska.


"Biarin, tapi gini amat yah kisah percintaan gue ya ampun ngenes," ucap Ela.


"Makanya suka itu sama yang seumuran ajah nggak usah cari yang lebih," ledek Ardi.


"Idiih malas banget," ucap Ela.


"Serius loh, iya nggak Fris?" tanya Ardi pada Friska yang membuat Kenan semakin ngambek.


"Nggak tahu," jawab Friska sambil melirik wajah suaminya itu yang sudah di tekuk.


"Masa nggak tahu sih loe kan suka yang seumuran," ucap Salsa juga kepada Friska.


"Astaga naga kalian tuh yah bicaranya sembarangan ajah," ucap Friska karena sudah merasakan hawa dingin di sekitarnya.


"Siapa yang disuka Friska?" tanya Dafa penasaran.


"Nggak tahu juga yang jelasnya tipe cowok idaman Friska itu yang kayak loe Dafa," cerocos Haris.


"Loe juga kali Fris belajar baik-baik biar lulus juga," ucap Farel.


"Iya ini emang gue lagi belajar tadi, hanya si Ela video call jadi gue angkat dulu, nggak mungkinkan gue mengabaikannya karena dia pasti video call terus," ucap Friska lalu tertawa.


"Alasan ajah paling juga sejak tadi loe ngemil Fris," ucap Ela.


"Terserah deh mau percaya atau nggak yang penting itu udah yang sebenar-benarnya terjadi," ucap Friska.


"Iya deh loe yang menang, oh iya udahan dulu kalau gitu, sepertinya bentar lagi udah mau masuk nih," ucap Ela.


"Iya, belajar yang rajin loe nggak usah galau-galau," ucap Friska kepada ela.


"Iya, gue nggak selemah itu kali, kalau kak Juan mencintai teman lamanya dan juga teman lamanya mencintai dia, gue bakalan ikhlas asal kak Juan bahagia gue udah senang kok walaupun bahagianya bukan sama gue tapi nggak apa-apa," ucap Ela.


"Aduhh baper gue," ucap Farel.


"Ihhh ngeselin loe," ucap Ela yang membuat semuanya tertawa termaksud Friska.


"Udah-udah nggak usah gangguin Ela terus kalian," ucap Friska.

__ADS_1


"Abis seru," ucap Farel.


"Udah Fris gue tutup dulu, bye bebeb," ucap Ela lalu segera menutup panggilan video callnya dengan Friska.


#######


Kenan yang melihat Friska sudah selesai video call langsung kembali ke kursi kebesarannya tanpa bicara apapun kepada Friska.


Aduhh masa dia ngambek batin Friska.


Kenan kembali bekerja sambil mengingat kata-kata sahabat istrinya itu.


Friska yang melihat Kenan sedang cemburu langsung datang mendekati Kenan.


"Sayang," ucap Friska sambil mendekati Kenan.


Namun Kenan hanya diam sambil membaca dokumen.


"Sayang," ucap manja Friska lagi lalu mencium pipi suaminya itu.


"Emm," jawab Kenan.


"Kok gitu ajah sih kamu jawabnya, irit banget biasanya juga nggak gitu" ucap Friska lagi.


Kenan hanya diam saja sambil masih membaca.


Friska pun langsung mengambil dokumen yang di baca Kenan dan menaruhnya di meja, lalu Friska segera duduk di pangkuan suaminya itu sambil merangkulkan kedua tangannya di leher suaminya itu yang lagi cemburu.


"Aku mau kerja," ucap Kenan.


"Kamu ngambek yah?" tanya Friska yang sebenarnya sudah tahu.


"Nggak k..," ucapan Kenan berhenti karena Friska yang sudah mencium bibirnya.


"Tuh kamu jelas banget lagi ngambek, biasanya juga kamu suka cium aku nah sekarang aku yang cium tapi kamu nggak meladeni ciumanku," ucap Friska sambil bermanja-manja pada Kenan.


"Nggak tahu pikir ajah sendiri," ucap Kenan tapi tetap membiarkan istrinya itu bermanja-manja padanya.


Ya ampun kok dia langsung kayak cewek sih ngambeknya batin Friska.


"Ya udah aku keluar dulu buat berpikir," ucap Friska sambil ingin beranjak pergi dari pangkuan Kenan namun Kenan menahannya dan langsung mencium bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2