Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tawaran..


__ADS_3

Kenan tampak panik bukan kepalang begitu mengetahui istrinya saat ini mendengar pembicaraan mereka.


Tatapan mata Friska juga saat ini sulit diartikan.


Sedangkan orang tua,, mertua dan sahabat-sahabat Friska tersenyum bahagia melihat Friska berada di dekat mereka dengan keadaan yang sangat baik.


"Menantuku sayang,, kamu sudah bangun,," ucap Mama Kenan sambil ingin mendekati Friska namun Kenan menahan tangan mamanya.


"Loh,,, kok malah nahan mama,, mau jadi anak durhaka kamu?" ucap Mama Kenan sambil melihat Kenan dengan tatapan mata kesal.


"Ma,, jangan sekarang please,, istriku tadi mendengar percakapan kita ma,, dia nggak mau Dafa di apa-apa kan,, dia taunya Dafa itu pria yang baik ma,, saat ini aku sangat takut istriku akan pergi ma karena kecewa kepada ku,, aku sudah pernah bilang padanya aku nggak akan apa-apa in Dafa," bisik Kenan,, ekspresi wajah panik Kenan tidak bisa Kenan sembunyikan sama sekali.


Mama Kenan pun mengerti dengan keadaan anak dan menantunya karena mengingat Friska yang saat ini sedang hilang ingatan. Padahal ingin sekali Mama Kenan memberi pelajaran langsung pada Dafa.


Sedangkan orang tua Friska dan sahabat-sahabat Friska ikut diam juga,, karena melihat ekspresi Friska yang tidak seperti biasanya.


Kenan yang berhasil membuat mamanya mengerti langsung berjalan mendekati Friska yang masih betah berdiri saat ini ditempatnya.


Kenan berusaha terlihat biasa.


"Sayang,, kamu makan dulu yah,, tadi kan belum makan," ucap Kenan sambil mengelus lembut rambut Friska dan juga menatap penuh kelembutan pada Friska namun jauh di dalam lubuk hati Kenan lagi was-was akan ucapan Friska selanjutnya.


"Aku nggak mau makan,, aku mau ketemu Dafa,," ucap Friska lagi sambil menatap Kenan.


Kenan menelan salivanya kasar mendapatkan tatapan seperti itu dari istrinya sungguh menakutkan,, Kenan memang benar-benar takut pada istrinya,, yah hanya pada wanita yang berdiri dihadapannya saat ini yang sangat ditakuti oleh Kenan. Karena jika dia marah hidup Kenan pasti tidak akan tentram dan bahagia lagi.


"Baiklah,, makan dulu sedikit lalu kita ketemu Dafa yah," bujuk Kenan lagi.


"Nggak mau,, aku mau ketemu dia sekarang,, kamu pasti mau membunuh dia kan?" ucap Friska.


"Sayang,, bukan seperti..,"


"Pokoknya aku mau bertemu Dafa sekarang,," ucap Friska yang langsung memotong ucapan Kenan.


Sahabat-sahabat Friska menelan salivanya kasar melihat Friska yang begitu berani pada Kenan namun mereka tetap melihat perdebatan suami istri itu,, siapakah yang akan menang? sebentar lagi akan dilihat pemenangnya.


"Iya baiklah sayang,, ayo kita pergi bertemu dia sekarang,," ucap Kenan dengan lemah lembut selembut kain sutra.

__ADS_1


Akhirnya Friska lah yang menang.


"Apa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka dulu? mereka itu sangat mengenal kamu,, dan itu orang tua serta mama mertua mu,, sana sahabat-sahabat mu," ucap Kenan lagi.


Friska pun segera menoleh.


Friska langsung salam kepada kedua orang tua nya serta mama dan ayah mertuanya juga,, Friska juga tersenyum pada sahabat-sahabat nya.


"Aku mau bertemu Dafa sekarang,," ucap Friska lagi.


"Iya sayang,, semuanya jangan pulang dulu yah,, kami tidak akan lama perginya,," ucap Kenan.


Mereka pun mengiyakan sambil menatap Friska dengan tatapan sedih karena Friska tidak mengingat mereka.


Ditempat penyekapan Dafa....


Friska sejak tadi hanya diam saja membuat Kenan ketar-ketir pada istrinya itu.


Saat ini Kenan membawa mobil sendiri tapi dibelakang dan di depan banyak pengawal dan juga sebelum jalan Kenan telah memastikan mobilnya aman untuk dikendarai. Kenan tidak akan ceroboh seperti dulu lagi,, Kenan akan selalu berhati-hati.


"Kamu mau membunuh Dafa kan?" tanya Friska lagi.


"Iya sayang,, karena dia sudah sangat jahat pada kita," ucap Kenan sambil menatap lembut pada Friska berharap istrinya tidak akan marah dan pergi darinya.


"Aku nggak mau kamu melakukan itu,," ucap Friska.


Kenan sedikit terkejut melihat reaksi Friska yang tidak seperti awal-awal. Friska biasanya akan langsung menangis dan menolak dengan keras.


"Sayang,, dia sudah jahat pada kita," ucap Kenan lagi.


"Tapi dia selama ini sangat baik padaku,, jangan bunuh dia,, kasihan,, dia itu sebenarnya baik,, hanya karena cinta buta dia jadi seperti ini," ucap Friska.


"Kok kamu bela dia,,, aku cemburu,," ucap Kenan yang tidak bisa menyembunyikan kecemburuan nya sedikit pun.


Friska pun langsung pindah ke jok belakang dan Kenan sudah tentu mengikuti Friska.


"Kok pindah? nggak mau masuk?" tanya Kenan.

__ADS_1


"Kamu nyebelin,, cemburu kok sama dia,, aku nggak mau kamu bunuh dia,," ucap Friska.


"Aku nggak tau,,, aku bingung,," ucap Kenan yang masih mode cemburunya.


Tanpa diduga Kenan,, Friska malah langsung duduk dipangkuan nya,, Kenan tentu langsung melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya sambil menatap istrinya penuh tanya.


"Sayang,, aku akan berikan service terbaik malam ini ketika di ranjang, asal kamu jangan bunuh dia yah,," rayu Friska sambil jari-jemari nya mengelus lembut wajah,, bibir hingga turun ke dada Kenan,, Friska juga mengecup leher Kenan membuat Kenan langsung memanas seketika.


"Emm nan..nan.. nanti aku pikirkan sayang,, ja..ja.. jangan pakai cara seperti ini dong sayang,," ucap Kenan terbata-bata namun sangat menikmati kelakuan nakal Friska.


"Pokoknya harus sekarang sayang,, aku nggak mau nanti-nanti,," ucap Friska dengan tangan yang mulai turun semakin ke bawah memberikan service terbaik pada benda pusaka di bawah sana. Kenan langsung meram melek karena kelakuan istrinya itu yang semakin bar-bar tapi begitu nikmat.


"Sayang,, kamu sudah mengingat semuanya?" ucap Kenan sambil menatap Friska yang sedang tersenyum nakal padanya.


Yah hanya istrinya yang tidak hilang ingatan yang bisa melakukan itu,, Friska yang tidak hilang ingatan tentu sangat tau bagaimana cara merayu suaminya dengan benar.


"Iya aku sudah mengingat semuanya sejak tadi di rumah ketika bangun dari tidur,, aku melihat banyak sekali masa laluku di dalam kamar begitu melihat-lihat isi kamar,, makanya ingatanku kembali, meskipun tadi kepala ku sangat sakit,," ucap Friska.


"Sayang,, mau kan dengan tawaran ku?" tanya Friska lagi.


Kenan benar-benar bahagia begitu mengetahui ingatan istrinya telah pulih,, dan langsung memberikan ciuman pada Friska. Friska tau betul saat ini suaminya sangat bahagia. Friska bisa merasakan dari ciuman Kenan.


"Baiklah apapun keinginan istriku aku turuti,, tapi karena aku sudah on jadi harus dp sekarang yah," ucap Kenan dengan tatapan mata penuh gairah lalu mengubah posisinya,, saat ini dia yang menindih Friska.


Friska panik bukan kepalang bagaimana mungkin Kenan mau melakukannya di dalam mobil sedangkan anak buahnya ada di luar sana berjaga-jaga.


"Sayang ini di dalam mobil," ucap Friska panik.


"Nggak apa-apa sayang,, aku sudah tidak tahan,, sekali-kali di mobil oke juga, kamu harus tanggung jawab sekarang," ucap Kenan dengan suara berat dan tangan yang sudah nakal kemana-mana membuat Friska meremang.


"Tapi banyak orang di luar,," ucap Friska lagi.


"Nggak apa-apa mereka pasti mengerti,, mereka juga tidak akan melihat apa-apa,, tidak tembus pandang kok sayang,, palingan mereka cuma lihat mobil bergoyang,, setelah melihat itu mereka pasti akan ke tempat lain memberikan kita waktu,," ucap Kenan lagi yang sudah tidak sabar sehingga alasan apapun tidak bisa menghentikan nya.


Friska pun pasrah melayani Kenan rasanya percuma saja menahan Kenan yang sudah on itu tidak akan mampan sama sekali. Salahnya juga telah memancing suaminya on. Lagian Friska juga sudah basah karena tangan nakal Kenan. Jadi pasrah saja sekalian kan nikmat juga.


Dan benar saja tak lama para pengawal itu langsung saling pandang sambil menahan senyum melihat mobil yang bergoyang. Mereka tentu mengerti sedang ada proses coblos mencoblos di dalam mobil. Mereka segera mencari tempat lain agar tidak terus melihat mobil bergoyang itu,, karena yang jomblo akan gigit jari sambil elus dada dan yang sudah menikah akan langsung merindukan istrinya di rumah.

__ADS_1


__ADS_2