
"Beneran sayang, kamu mau lakuin apa saja asal aku nggak pingsan lagi?" tanya Kenan sekali lagi.
Friska menganggukkan kepalanya dengan pasti.
"Iya dong beneran suamiku sayang," ucap Friska sambil tersenyum melihat Kenan.
"Kalau aku minta kamu jangan dekat-dekat lagi dengan teman-teman pria mu, apa kamu mau?" ucap Kenan was-was juga dengan permintaan itu,, dia tau istrinya itu sudah lebih dulu kenal dan dekat dengan teman-temannya dibandingkan dengan dirinya.
Friska pun terdiam begitu mendengar ucapan Kenan,, apa yang membuat suaminya itu melarang dirinya dekat-dekat dengan sahabat-sahabat pria nya?
"Hmm kamu nggak mau yah? mendadak kepalaku terasa sangat pusing,,, aku mau tidur dulu,, nggak apa-apa kok sayang kalau kamu nggak mau, aku nggak bisa memaksa istriku," ucap Kenan sambil melepaskan pelukannya lalu ingin tidur,, Kenan memasang ekspresi wajah yang sungguh sangat kasihan dan terlihat lemah di depan istrinya.
Friska menahan Kenan,,, hati Kenan bersorak gembira.
"Ada apa sayang? aku rasanya sangat pusing sekarang," ucap Kenan sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
"Nggak apa-apa kok kalau kamu tidak mau,,, aku pusing banget," ucap Kenan lagi berpura-pura lemah.
"Sayang,, kamu beneran pusing banget?" tanya Friska khawatir.
Kenan pun menganggukan kepalanya dan Kenan sangat berharap istrinya itu mau menuruti keinginan dirinya tadi.
"Sini tidurlah,, aku akan memeluk mu, kalau dalam beberapa hari ini belum membaik,, kita ke dokter yah sayang," ucap Friska masih dengan ekspresi wajah khawatir nya.
Kenan tersenyum senang di dalam hatinya lalu segera menuruti keinginan istrinya,, dia berbaring di dalam pelukan istrinya dengan manja. Sungguh saat ini yang terjadi adalah kebalikannya, biasanya Friska lah yang akan selalu manja seperti itu,, tapi saat ini Kenan lah yang seperti itu,, Kenan benar-benar akan memanfaatkan keadaan ini sebaik-baiknya.
"Memang kamu ingin banget sayang, aku nggak dekat dengan sahabat-sahabat cowok ku?" tanya Friska sekali lagi karena ini juga berat untuknya, mereka sudah bersahabat sejak lama, rasanya sangat sulit jika tidak dekat dengan mereka.
"Iya,, aku cemburu kalau kamu dekat dengan mereka,, aku takut tidak bisa mengendalikan cemburu ku lagi terus menjadikan mereka sebagai umpan ditengah laut sana,," ucap Kenan sambil manja-manjaan pada istrinya.
Friska tau Kenan pasti tidak main-main dengan ucapannya itu,, meskipun saat ini Kenan sedang bermanja-manja padanya, tapi Friska tau suaminya itu kalau sudah cemburu bisa sangat fatal.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak akan terlalu dekat dengan mereka lagi, tapi jangan larang berteman yah sayang, mereka itu sahabat-sahabat ku sejak dulu," ucap Friska yang sedih.
"Iya, asal kalau kamu kumpul dengan mereka,, kamu harus membawa aku, pokoknya aku harus ikut dan aku juga maunya duduk di dekat kamu, nggak mau jauh-jauh atau di lain meja," ucap Kenan.
Friska pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya,, tidak ada pilihan lain,, daripada dilarang berteman dengan mereka lagi,, Friska juga tidak mau.
Melihat anggukan istrinya membuat Kenan bersorak gembira di dalam hatinya,, selama ini kalau Friska izin akan bertemu dengan sahabat-sahabat nya meskipun Kenan ikut tapi pasti Kenan disuruh duduk di lain meja, tapi saat ini tidak lagi, Kenan benar-benar merasa sangat senang, karena anak-anak itu tidak mungkin ada kesempatan menggoda istrinya.
Bibir dan tangan Kenan sudah mulai bermain di kedua gunung kembar Friska.
"Sayang, tadi katanya pusing,, kita tidur saja malam ini yah, kalau kamu sudah sehat, baru minta jatah," ucap Friska lembut.
"Ini obat paling ampuh nya sayang, nyusu aja kok,, boleh yah?" ucap Kenan lagi.
Friska pun menganggukan kepalanya. Dan Kenan dengan senang hati melanjutkan keinginannya.
__ADS_1
Lama kelamaan Friska sudah tidak menggunakan sehelai benang lagi begitu pun dengan Kenan, Friska hanya pasrah saat suaminya memasuki dirinya. Melayani suami yang katanya lagi pusing itu.