
Friska pun memperhatikan Renata setelah dia membuka pintu ruangan Kenan.
"Ada apa yah?" tanya Friska.
"Emm Kenannya mana?" tanya Renata balik.
"Tuh di dalam, ada apa cari dia?" tanya Friska sambil terus memperhatikan Renata, sementara Kenan membatalkan niatnya untuk ke wc dan segera melihat siapa yang mengetuk pintu ruangannya.
"Kamu kerja disini?" tanya Friska lagi.
"Iya," jawab Renata.
"Terus ngapain kamu kesini di saat jam kerja begini, kembali ke tempatmu," perintah Friska yang yakin bahwa Renata pasti tidak memiliki kepentingan apapun ke ruangan Kenan karena di tanya pun dia tidak menjawab.
"Siapa sayang?" tanya Kenan sambil berjalan ke arah istrinya itu.
Friska tidak menjawab karena dia tidak tahu apa-apa.
"Oh Renata ada apa?" tanya Kenan sambil mengernyitkan keningnya bingung.
Oh jadi ini yang nama Renata itu batin Friska.
"Emm nggak kenapa-kenapa kok Kenan, aku pikir tadi tamu kamu sudah pulang, aku sebenarnya ingin berkenalan dengan tamu kamu karena kalian terlihat sangat dekat, kita kan teman lama aku tidak pernah melihatnya sama sekali dan aku juga tidak pernah lihat kamu dekat dengan wanita barusan sama dia, terus mood kamu langsung berubah begitu ada dia," alasan Renata yang dia sesali sendiri di dalam hatinya, kenapa dia berbicara seperti itu.
"Oh dia bukan tamu dia ini istriku, jadi tentu mood aku langsung berubah setelah bertemu dengan dia, karena tadi mood aku nggak bagus karena dia ini," ucap Kenan santai sambil mencubit gemas pipi istrinya dan dia tersenyum puas begitu melihat ulahnya di leher Friska dan Friska tidak menyadarinya sedikit pun, Friska dengan santai memperlihatkan lehernya.
Apa jadi Kenan sudah menikah beneran batin Renata.
"Oh jadi kamu teman lamanya suami aku, kenalin aku istrinya," ucap Friska mengulurkan tangannya lalu tersenyum.
Renata pun mengulurkan tangannya.
"Aku Renata teman lamanya Kenan," ucap Renata.
Aww tanganku sakit banget batin Renata karena Friska sangat kuat bersalaman dengan dia.
"Tanganku," ucap Renata sambil ingin melepaskan salamannya dari Friska, sedangkan Kenan berusaha menahan tawanya melihat kejadian itu.
"Oh iya maaf kelamaan," ucap Friska lalu melepaskan tangannya sambil tersenyum manis pada Renata.
__ADS_1
"Emm kalau gitu aku kembali ke tempatku dulu," ucap Renata lalu segera pergi dari hadapan Kenan dan Friska.
"Sayang apa yang kamu lakukan pada Renata?" tanya Kenan sambil memeluk Friska dari belakang.
"Cuma kenalan ajah kok," ucap Friska.
Kenan pun membawa kembali istrinya ke sofa tak lupa dia mengunci pintu kembali.
Ya ampun sakit banget tangan aku, gila tuh cewek pasti dia sengaja banget tuh, awas ajah kamu batin Renata yang sedang berada di dalam lift.
"Cuma kenalan tapi dia kesakitan sepertinya tadi," ucap Kenan lalu tertawa.
Friska pun ikut tertawa.
"Abis dia ganjen banget, aku tahu tadi itu dia cuma alasan ajah tuh," ucap Friska.
"Kamu cemburu yah sayang," ucap Kenan sambil bergelayut manja pada istrinya sesekali mencium pipi istrinya.
"Nggak, ngapain aku cemburu," ucap Friska cepat.
"Sayang kamu lebih baik kerja deh, aku mau istirahat disini adakan ruang istirahatnya?" tanya Friska.
"Ya udah kamu kerja sekarang jangan nempel-nempel melulu kayak anak di bawah umur," ucap Friska.
"Aku emang langsung jadi anak di bawah umur kalau lagi sama kamu sayang," ucap Kenan yang masih peluk-peluk istrinya itu.
"Kerja deh sayang, atau aku pulang nih sekarang supaya kamu konsentrasi kerjanya," ancam Friska yang berhasil membuat Kenan duduk dengan posisi baik-baik.
"Istriku sayang ayo kamu istirahat dulu, suamimu mau kerja sekarang, jangan bahas-bahas pulang dulu yah," rayu Kenan sambil mengantar istrinya itu ke ruangan khusus istirahat yang berada di dalam ruangannya.
Nanti di ancam gitu ajah baru ngaruh batin Friska sambil tertawa di dalam hatinya.
Friska pun segera duduk di tempat tidur dan Kenan malah ikut juga, malahan dia sudah ingin rebahan.
"Kamu mau ngapain sayang, pergi kerja sana," ucap Friska heran.
"Oh iya kerja, aku pergi kerja nih sekarang sayang," ucap Kenan.
"Iya kembali ke tempatmu sayang, disini tempatku," ucap Friska sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Kamu yakin sayang nggak mau di temani gitu sampai tidur, aku bisa kok menunda pekerjaan aku demi menemani istriku tidur," tawar Kenan.
Yang ada aku nggak tidur karena kamu yang terus menganggu batin Friska.
"Nggak usah suamiku sayang, pergi kerja sana biar kamu cepat balik ke Indonesia," rengek manja Friska.
"Oh iya juga yah sayang, aku mendadak bodoh nih" ucap Kenan lalu mencium bibir istrinya, setelah itu dia kembali ke kursi kebesarannya untuk melanjutkan kerjanya.
"Presdir.. Presdir," ejek Friska yang masih di dengar oleh Kenan, dan Kenan pun hanya tersenyum.
######
Juan yang ingin ke ruangan Kenan karena mendapat telfon dari Kenan, langsung mengomel sendiri begitu pintu ruangan Kenan di kunci dari dalam.
"Kunci terus, tadi dia memanggil aku sekarang pintunya malah dia kunci, ya ampun Kenan..Kenan," ucap Juan di depan pintu lalu segera mengetuk pintu ruangan Kenan.
Kenan pun segera pergi membuka pintu ruangannya. Dan Juan pun segera masuk ke dalam ruangan Kenan.
"Jangan ribut istriku sedang istirahat," ucap Kenan pelan.
Ya ampun bucin..bucin, sejak kapan juga aku ribut sih batin Juan heran.
"Ada apa tuan memanggil saya?" tanya Juan.
"Aku ingin menyuruhmu memeriksa dan membaca baik-baik berkas-berkas yang sangat membosankan ini, aku tiba-tiba jadi malas gini. Jadi aku berikan kepada kamu yang rajin karena aku percaya padamu, dan kamu periksa juga kejanggalan-kejanggalan pada perusahaan ini, yang bekerja sama dengan perusahaan ini, banyak banget yang tidak beres kalau perlu kamu langsung pecat saja orang-orang yang merugikan di perusahaan ini dan urus yang berani bermain-main dengan perusahan ini, kamu pasti sudah mengertikan Juan asistenku yang sangat aku andalkan," ucap Kenan.
Iya-iya berikan saja semuanya padaku Kenan, aku tahu pasti dia mau menghabiskan waktu berdua bersama istrinya batin Juan.
"Oh iya satu lagi, jangan beritahu istriku kalau aku lagi malas sekarang, bisa-bisa aku kena omel dia" ucap Kenan pelan.
Kan bagus kalau Kenan kena omel, hahah gimana yah seorang presdir yang di segani karyawan-karyawannya malah kena omel sama anak SMA, istrinya sendiri ternyata Kenan suami takut kena omel istri batin Juan lalu tertawa yang tentunya hanya di dalam hatinya saja.
"Kamu dengar tidak Juan?" tanya Kenan.
"Iya tuan," jawab Juan cepat.
"Ya sudah bawa semua ini ke ruanganmu sekarang yah, aku mau istirahat, capek nih," ucap Kenan.
Heem capek atau karena ada istri cibir Juan di dalam hatinya.
__ADS_1