Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ide cemerlang,,


__ADS_3

"Jangan temui aku lagi, tidur saja di luar dasar tukang selingkuh" begitulah tulisan di depan pintu kamar Kenan.


Bagaimana Kenan tidak kaget bukan kepalang saat istrinya melarang nya masuk dan mengatakan bahwa dirinya selingkuh,,, padahal jelas-jelas tadi dia habis menemui pria-pria yang menyukai istrinya,, Kenan heran betul darimana asal pemikiran istrinya itu, padahal Kenan tidak pernah berpikiran sedikit pun untuk selingkuh. Justru Kenan yang takut istrinya akan berpaling dari dirinya,, malah dia yang tertuduh.


Kenan segera mengetuk pintu kamar.


"Sayang,, istriku sayang,, buka dong pintunya, massa aku nggak boleh masuk sayang,,, massa tidur di luar,, aku nggak selingkuh sayang,, nggak pernah ada niat juga mau selingkuh," ucap Kenan sambil mengetuk pintu.


Friska mendengar suaminya itu yang sudah pulang,, dan tertawa begitu mendengar suara panik suaminya,, tapi dia masih kesal pada Kenan yang pergi tanpa mengajak dirinya pakai tulis di kertas segala,, Friska masih ada pikiran buruk pada Kenan.


"Sayang,," teriak Kenan.


"Sayang buka dong," ketuk Kenan lagi.


Friska masih dalam mode kesalnya.

__ADS_1


Kenan yang masih mode panik dikagetkan dengan kedatangan Jeki dan Juan.


Jeki dan Juan melongo melihat Kenan yang ternyata bernasib sama dengan mereka di kuncikan pintu oleh istri mereka. Kini mereka tau para istri sedang bekerja sama melakukan hal ini.


"Tuan," ucap Juan yang membuat Kenan langsung terlonjak kaget.


"Nah kebetulan ada kalian, ayo bantu aku jelaskan pada istriku kalau aku nggak selingkuh," ucap Kenan.


"Ehh tapi tunggu,, kenapa kalian berdua ada disini? belum gantian juga?" tanya Kenan sambil melihat Juan dan Jeki dengan tatapan penuh tanya, karena meskipun mereka tinggal serumah tapi jarak kamar mereka sangat jauh, bahkan harus naik lift dulu begitupun jarak kamar Juan dan Jeki harus naik lift dulu.


"Kami di kuncikan pintu kamar Tuan, dan dituduh selingkuh,,,, padahal aku tidak ada niatan sama sekali untuk selingkuh," ucap Juan lesuh.


"Sama aku juga Tuan, dan sepertinya Tuan juga mengalami hal yang sama," ucap Jeki.


"Ya ampun aku hampir lupa kalau istri-istri kita itu bersahabat,, astaga siapa yang beritahu mereka informasi bohong macam itu,," ucap Kenan frustasi.

__ADS_1


"Jadi kita mesti gimana? aku nggak mungkin tidur sendiri,, aku mau tidur dengan istriku," ucap Kenan lagi.


"Ayo kita ke ruang kerja ku dulu," ucap Kenan sambil berjalan duluan.


Juan dan Jeki pun menuruti ucapan Kenan.


"Mari berpikir bersama," ucap Kenan begitu sampai di ruang kerjanya,, baru kali ini ruang kerjanya digunakan untuk memikirkan di luar dari pekerjaan. Mereka saat ini seperti orang yang tengah meeting membahas pekerjaan penting.


"Aku bingung darimana mereka bisa kepikiran bahwa kami selingkuh Tuan,, padahal kami pria-pria setia sampai mati," ucap Juan.


"Iya kamu benar,, aku pun juga bingung,, tapi kita harus membuat mereka agar mau membuka pintu kamar,,," ucap Kenan.


"Tuan, aku ada ide," ucap Jeki yang tiba-tiba mendapatkan suatu ide yang sangat cemerlang menurutnya.


Juan dan Kenan langsung menatap Jeki dengan tatapan mata berbinar dan juga penuh tanya. Entahlah mereka selalu mendadak bodoh kalau sudah berurusan dengan wanita,, padahal sebenarnya Kenan mempunyai kunci cadangan, tapi dia malah tidak mengingat hal itu karena sudah panik duluan.

__ADS_1


__ADS_2