
Juan benar-benar orang yang sangat bahagia melihat Adelia menderita. Melihat Adelia menderita itu adalah keinginan Juan sejak dulu yang baru kesampaian sekarang.
Akhir-akhir ini aku senang banget masuk kantor, baru kali ini aku melihat orang menderita dan aku senang banget batin Juan.
"Juan kamu kenapa, masih waraskan kamu?" Tanya Kenan karena melihat Juan yang senyum-senyum bahagia sambil berjalan ke ruangannya.
Juan pun tersentak kaget karena Kenan ternyata berada di dekat ruangannya dan menegur dirinya yang lagi luar biasa bahagia.
"Iya tuan masih" jawab Juan.
"Terus kenapa kamu senyum-senyum begitu?"
"Lagi bahagia Adelia kerja sangat rajin di bawah"
Kenan pun hanya tertawa lalu segera berjalan ke ruangan rapat di ikut Juan.
#####
Di sekolah
"Fris kapan nih kita pergi jalan-jalan di rumah loe, di rumah pak Kenan maksud kita" ucap Jojo.
Friska pun teringat dengan janjinya kepada teman-temannya dulu. Friska pun tampak berpikir.
"Bentar yah gue telfon om Kenan dulu, minta izin" ucap Friska kemudian segera berjalan keluar kelas.
"Fris emang harus yah loe keluar, biasanya juga nggak" ucap Farel yang menghentikan langkah Friska.
"Loe nggak dengar disini ribut banget, om gue itu sensitif tahu" ucap Friska lalu melanjutkan jalannya.
#####
Di kantor Kenan sedang memimpin rapat dan terlihat jelas ketegangan di dalam ruangan itu.
Bagaimana tidak Kenan sedang mengevaluasi karyawan-karyawannya.
Tiba-tiba suara ponsel terdengar membuat Kenan langsung melihat orang-orang yang berada di dalam ruangan itu yang tidak berani menatapnya.
"Ponsel siapa itu? Siapa yang berani mengaktifkan ponselnya di saat sedang rapat begini" Ucap Kenan dengan aura berkuasanya dan juga aura dinginnya.
Hanya Juan lah yang berani mendekati Kenan, karena melihat nama kontak di ponsel Kenan dengan tulisan istriku yang berarti itu adalah Friska.
"Maaf tuan ponsel yang bunyi itu adalah ponsel tuan, dan yang menelepon istri tuan" bisik Juan karena belum ada yang mengetahui bahwa Kenan telah menikah.
Kenan yang mengetahui bahwa ponselnya yang berdering dan istrinya ternyata yang meneleponnya langsung saja menyuruh Juan mengambil alih rapat dan dia dengan segera ke ruangannya dengan senyuman di wajahnya membuat orang yang berada di ruangan itu mengernyitkan keningnya bingung dengan perubahan sikap Kenan yang spontan, tetapi mereka juga sangat berterima kasih dengan orang yang menelepon presdirnya itu.
"Ada apa istriku?" Tanya Kenan langsung begitu dia mengangkat panggilan telfon dari Friska.
"Sayang kamu sibuk nggak?" Tanya Friska terlebih dahulu karena tidak enak jika menganggu kerjaan Kenan.
"Nggak kok sayang, ada apa?" Tanya Kenan lembut selembut sultra๐.
"Oh bagus deh, gini sayang teman-teman aku mau ke rumah kita, boleh kan?"
__ADS_1
Kenan benar-benar sangat bahagia mendengar Friska menyebut rumahnya dengan rumah kita.
"Boleh sayang, kapan?"
"Emm nanti deh aku bicarakan dulu dengan teman-teman aku nanti aku kasitau lagi, oke sayang"
"Oke istriku, kamu nggak belajar?" Tanya Kenan sambil melihat jam.
"Belajar kok, ya sudah aku tutup dulu yah sayang, bye"
"Hem kok aku gemas yah" ucap Kenan sambil melihat ponselnya yang panggilan telfon sudah di tutup oleh Friska.
#####
"Semuanya om gue ngizinin, jadi kapan?" Tanya Friska.
"Seriusan, secepatnya dong, gue kan pengen lihat rumah presdir seperti apa" ucap Salsa dengan mata berbinar.
"Yee kampungan banget loe" ledek Haris.
"Iya Salsa loe kampungan banget sih padahal kan loe juga orang kaya" ledek Jojo juga lalu tertawa.
"Pasti Salsa mau tebar pesona tuh sama om loe Fris" ucap Farel.
Dafa pun hanya tertawa melihat mereka yang heboh.
"Fitnah lu" ucap Salsa kepada Farel.
"Udah deh nggak usah bertengkar nanti kalian saling suka baru tahu rasa" ucap Ardi menengahi.
#####
"Ngapain loe disini?" Tanya ketus Kenan kepada Rio.
"Mau lihat keponakan loe yang cantik" Jawab Rio santai.
"Loe lebih baik nggak usah ketemu sama keponakan gue lagi"
"Memang kenapa?"
"Gue om dia dan gue melarang dia, ngerti loe"
Rio pun hanya tersenyum sinis.
Kenapa sih Friska harus bertemu dengan Kenan duluan hingga menikah coba ajah kalau gue yang ketemu Friska duluan dan menikah dengan dia, gue pasti dengan bangganya mengakui Friska istri gue, mana Kenan ngeselin banget lagi seharusnya dia bersama Adelia saja batin Rio.
"Haa kak Rio dan suami aku, kenapa tuh lihat-lihatan gitu" gumam Friska.
"Loe ngomong apa Fris?" Tanya Ela yang tidak terlalu jelas mendengar ucapan Friska.
Ya ampun hampir ajah ketahuan benar-benar yah ini bibir, asal nyerocos ajah batin Friska.
"Nggak ngomong apa-apa, gue kesana dulu yah" ucap Friska sambil menunjuk Kenan dan Rio setelah itu dia dengan cepat berjalan kepada dua orang itu.
__ADS_1
"Friska udah di jemput?" Tanya Dafa kepada Ela karena tidak melihat Friska, padahal Dafa sudah cepat-cepat ke toilet tadi.
"Iya tuh sana" Jawab Ela sambil menunjuk Friska.
Dafa dan yang lainnya pun berjalan ke motor masing-masing untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Kak Rio ngapain disini?" Tanya Friska langsung begitu berada dekat dengan Kenan dan Rio.
Mereka berdua pun otomatis langsung melihat Friska.
"Mau menagih janjimu, karena kamu nggak mengangkat panggilan telfon dari aku makanya aku datang ke sekolah kamu"
"Oh itu maaf kak aku lagi sibuk" ucap Friska memberi alasan.
"Sibuk atau di larang om kamu" ucap Rio sambil melirik Kenan yang tampak sedang kesal.
Hening.
Di larang kak batin Friska.
"Ayo keponakanku sayang tepati janjimu tapi aku ikut" ucap Kenan memecah keheningan.
"Nggak boleh dong" ucap Rio cepat.
"Ya sudah kamu nggak akan pernah bisa jalan dengan keponakan aku, karena aku melarangnya jika aku tidak ikut" ucap Kenan sambil merangkul pinggang Friska posesif.
Seingat aku dia ngizinin aku kalau menepati janjiku sama kak Rio, dia nggak bilang kalau mau ikut, lah kok ini dia mau ikut batin Friska.
Rio benar-benar kesal dengan Kenan.
Dia kenapa sih pakai mau ikut segala batin Rio.
Kenan benar-benar tersenyum penuh kemenangan sambil masih merangkul pinggang Friska posesif.
"Oke loe ikut ajah tapi Friska semobil dengan gue" ucap Rio.
"Nggak, Friska semobil dengan om nya dong" ucap Kenan.
Enak ajah kamu mau semobil sama istri aku batin Kenan.
"Oke" ucap Rio.
Mereka pun akhirnya pergi ke sebuah restoran. Dan disana juga ternyata ada Adelia yang sedang makan sendiri.
"Loh itu kan pacar aku dua-duanya" ucap Adelia begitu melihat Kenan dan Rio padahal Rio sudah memutuskan hubungannya dengan Adelia.
#################
Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...
-Takdirku bersamamu
-Seorang Pelayan
__ADS_1
klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil
Makasih sebelumnya buat yang sudah baca๐๐๐