
"Ne,,nek,," ucap Raka terbata-bata sambil melihat neneknya sedangkan Salsa ikut melihat ke arah nenek Raka.
Astaga mati aku,, kenapa bisa nenek datang tiba-tiba tanpa aku tau lagi,, dan dia mendengar aku gangguin nih bocah tadi,, aduhh gimana ini,, gimana cari alasan,, bibir aku kalau ngomong suka sembarangan aja jadi masalah kan sekarang,, batin Raka sambil melihat neneknya dengan wajah khawatir.
Sedangkan Salsa langsung ikutan panik begitu sadar dengan apa yang sedang terjadi sekarang.
Mampus lah gue,,, ini neneknya udah dengar tadi yang dikatakan sama cucunya,, pasti gue dikira pacar nih orang beneran,, ya ampun nggak mau gue nggak mau,, gimana kalau neneknya mau hubungan aku lebih serius dengan nih orang,, astaga jangan sampai deh,,, semoga ini hanya pikiran aku aja,, berpikir loe Raka berpikir siapa suruh tuh bibir seperti bibir cewek,, batin Salsa sambil melihat kesal pada Raka yang lagi terlihat panik.
"Raka kenapa kamu diam aja?" tanya nenek Raka yang di dalam hatinya sudah bahagia begitu mendengar Raka memiliki pacar tadi,, tapi dia ingin dengar lebih jelas lagi dari Raka.
Raka masih diam saja,, diamnya Raka karena dia lagi memikirkan alasan untuk diberitahukan pada neneknya,, Raka sebenarnya sangat tidak mau neneknya mengetahui hubungan pacaran pura-pura dirinya dengan Salsa karena dia tidak mau neneknya berharap lalu menyuruh dirinya menikahi Salsa. Raka sangat tidak inginkan itu.
"Raka nenek bertanya sama kamu," ucap nenek Raka sambil melihat Raka.
__ADS_1
"Kamu malu yah? nenek dapat kamu sedang berduaan dengan pacar kamu, tadi kamu lagi gombalin dia yah?" ucap nenek Raka sambil tersenyum dan itu membuat Raka benar-benar semakin tidak enak pada neneknya yang lagi terlihat bahagia.
"Dia pacar kamu kan?" tanya nenek Raka lagi sambil melihat Raka dan Salsa secara bergantian.
Raka pun akhirnya menganggukkan kepalanya kepada neneknya dan itu membuat kedua bola mata Salsa membulat seketika.
Raka pun langsung memberikan isyarat pada Salsa yang tentu dimengerti oleh Salsa.
"Iya nek dia pacar aku," ucap Raka sambil berusaha tersenyum pada neneknya.
"Nenek kok datang nggak bilang-bilang? nenek jangan keluyuran, nenek sebaiknya di rumah aja nek,, aku nggak mau nenek sakit loh," ucap Raka yang sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Kamu kok nggak bilang-bilang kalau sudah punya pacar?" tanya nenek Raka yang kembali ke pembicaraan sebelumnya.
__ADS_1
Astaga nenek aku ini,, pusing,, pusing,, menyesal banget tadi aku bicara sembarangan,, batin Raka meronta-ronta.
"Pacar kamu juga sangat cantik,, imut dan muda begini,, kamu memang nggak salah kalau milih pacar yah,,, seharusnya kamu mengenalkan pada nenek,, nenek akan sangat setuju kalau kamu langsung menikahi dia," ucap nenek Raka yang membuat Raka dan Salsa benar-benar terkejut.
"Nenek apaan sih,, massa langsung menikah aja yang dibahas lagian kita baru pacaran,, aku belum mikir kesitu sekarang masih tes kecocokan dulu,, takutnya nggak cocok nek,, aku hanya mau menikah sekali dalam seumur hidup aku,, jadi aku harus benar-benar mencari yang cocok sama aku," ucap Raka cepat sambil keringat dingin begitu mendengar ucapan neneknya.
"Hmmm alasan saja kamu,, kamu sudah pasti cocok dengan si cantik ini," ucap nenek Raka sambil tersenyum.
Nenek Raka lalu mendekati Salsa.
"Siapa nama kamu sayang?" tanya nenek Raka.
"Si,, Sin,, Sinta nek," jawab Salsa terbata-bata.
__ADS_1
"Loh kok kamu gemetar dan keringat dingin sayang?" ucap nenek Raka sambil melihat Salsa.