
Kok dia nelfon jam segini sih, nggak usah angkat ajah deh, besok ajah aku telfon dia gumam Kenan.
Kenan pun kembali memeluk Friska.
"Kok nggak di angkat om?" tanya Friska.
"Emm aku lagi malas di ganggu kalau lagi sibuk gini" ucap Kenan sambil melanjutkan aktivitasnya.
"Emang om sibuk apa?" tanya Friska dengan polosnya.
"Nih sibuk peluk dan cium kamu" ucap Kenan santai.
"Om mesum tahu nggak" ucap Friska.
"Suami kamu juga, mau yang lebih mesum lagi nggak?" tanya Kenan namun tangannya sudah membuka satu kancing baju piyama Friska.
Handphonenya pun kembali berdering.
Heem ganggu ajah sih tuh ponsel batin Kenan.
"Om angkat ajah dulu, jangan sampai penting" perintah Friska.
Kenan pun mengambil dengan malas handphonenya kemudian membawa handphonenya di tempat tidur.
Kenan menjawab telfon Adelia sambil memeluk Friska dan sesekali mencium leher Friska.
"Halo" jawab Kenan.
"Kamu lama banget sih angkat telfon aku" ucap Adelia kesal dari balik telfon.
"Emm maaf aku lagi sibuk" ucap Kenan kemudian mengecup leher Friska lagi.
"Geli" ucap Friska dengan suara manjanya.
Adelia mendengar dengan jelas suara manja Friska membuat Adelia semakin kesal.
"Kenan kamu lagi bersama siapa? kenapa dia bilang geli, kamu lagi berbuat apa, kamu sibuk apa sebenarnya" ucap Adelia dengan kemarahan yang sudah level 9.
"Sudah dulu yah, nggak berbuat apa-apa kok" ucap Kenan lalu mematikan dan menonaktifkan ponselnya.
Adelia kembali menghubungi ponsel Kenan namun ponselnya sudah tidak aktif, membuat Adelia marah level 10. Adelia membanting apa saja yang ada di apartemennya.
Siapa wanita itu, mereka lagi berbuat apa sebenarnya kenapa dia bisa kegelian dan juga cara bicaranya sangat manja. Apa yang sedang dilakukan Kenan sekarang ucap Adelia dengan marahnya.
#####
Sedangkan di waktu yang sama.
"Istriku kamu benar-benar nakal yah, tahu nggak yang nelfon tadi berpikiran kita lagi berbuat macam-macam" ucap Kenan dengan memasang wajah pura-pura marahnya.
"Benarkah!!! Aku nggak bermaksud gitu tadi, tapi tadi memang benar-benar geli. Apa itu pacar om?" tanya Friska merasa bersalah.
"Bukan lah" jawab Kenan cepat.
Entah kenapa Kenan tidak mau kalau Friska tahu tentang Adelia.
"Oh aku kirain pacar om, aku pasti akan minta maaf kalau itu pacar om tadi" ucap Friska sambil memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada Kenan.
"Kenapa harus minta maaf, kamu kan istriku" ucap Kenan.
"Iya, tapi kalau tadi beneran kekasih om dia pasti marah, emang om mau di tinggalin lagi" ucap Friska.
"Kamu nggak usah banyak mikir" ucap Kenan.
__ADS_1
"Yee om di kasitau juga, oh iya pacar om belum balik yah, om belum nemuin dia?" tanya Friska.
"Kamu kenapa nanyain tentang itu?" tanya Kenan balik.
"Yah kan kita bakalan cerai om kalau dia sudah balik" ucap Friska santai.
Sedangkan Kenan benar-benar tidak mau membahas itu dan dia tidak kepikiran untuk menceraikan Friska.
Anak kecil ini pengen banget cerai sama aku, kalau kayak gini dia nggak boleh tahu tentang Adelia batin Kenan.
"Kamu tuh nikah ajah baru, massa sudah mau cerai sih, sudah jangan bahas cerai, lebih baik kita tidur" ucap Kenan.
"Okelah om aku juga udah ngantuk banget nih" ucap Friska.
Jadilah mereka tidur dengan Kenan yang memeluk erat tubuh Friska seperti Friska mau lari saja.
#####
Pagi harinya seperti biasa Friska menyiapkan sarapan pagi buat Kenan. Mereka pun sarapan pagi bersama kemudian Friska berangkat ke sekolah, sedangkan Kenan berangkat ke kantor, Kenan menyetir sendiri mobil dia tidak meminta Juan untuk menjemputnya.
#####
Di sekolah sudah terkumpul sahabat-sahabat Friska dan juga Dafa.
"Friska mana yah?" tanya Farel.
"Masih di jalan kali" ucap Jojo.
"Ehh panjang umur tuh anak, baru juga di tanyain udah nongol tuh" ucap Salsa sambil menunjuk Friska yang lagi berjalan menuju ke kelas.
Begitu masuk di dalam kelas, Friska pun menyapa sahabat-sahabatnya dan Dafa lalu duduk di bangkunya.
Mereka memang duduk berdekatan hanya Dafa saja yang agak jauh tempat duduknya.
"Guys bentar pulang sekolah kita ke mall yah, sesuai pembicaraan kemarin, mau nggak?" tanya Friska.
"Iya Fris udah izin belum loe?" tanya Jojo juga.
"Nggak deh kayaknya dia nggak bahas tuh tadi, berarti gue bisa dong keluyuran, lagian kalau gue izin takutnya dia larang malas banget gue kalau di larang" ucap Friska.
"Oke deh Fris, resikonya loe tanggung sendiri yah, takut gue sama pak Kenan" ucap Ardi.
"Tenang ajah gampang kok hadapi om Kenan" ucap Friska sambil nyengir kuda.
Sebenarnya gue juga takut sih, tapi kalau dia marah, aku tinggal nggak usah masakan dia ajah atau larang dia peluk-peluk siapa tahu ajah itu berhasil hahah batin Friska.
"Oh iya Dafa, loe ikut kan?" tanya Friska penuh harap.
"Iya gue ikut kok" ucap Dafa.
"Semangat gue kalau kayak gini" ucap Friska sambil tersenyum.
Yang lain hanya menggelengkan kepalanya saja.
#####
Di perusahaan
Kenan yang lagi seriusnya memeriksa dokumen di kejutkan dengan kedatangan Adelia.
Adelia memang sudah biasa keluar masuk di ruangan Kenan sejak dulu, dan tidak ada yang bisa melarangnya karena memang Kenan yang menyuruh agar tidak boleh ada yang melarang Adelia di kantornya.
Juan yang berada di ruangan Kenan benar-benar kaget melihat kedatangan Adelia.
__ADS_1
Ternyata benar dugaanku Adelia sudah kembali, tapi kenapa wajahnya seperti sedang kesal sekarang batin Juan.
"Kenan" ucap Adelia dengan wajah kesalnya, Juan kamu keluar sana perintah Adelia.
Juan pun tidak bergeming.
"Juan kamu keluar dulu, lakukan tadi yang saya suruhkan yah" ucap Kenan.
"Baik tuan" ucap Juan kemudian keluar dari ruangan Kenan.
Juan di suruh oleh Kenan untuk mencari tukang bersih-bersih rumah agar rumahnya sudah bersih sebelum Friska pulang sekolah.
Dasar nenek sihir nggak ada sopan-sopannya umpat Juan di luar ruangan Kenan.
"Ada apa Adelia?" tanya Kenan santai.
Adelia pun mendekat ke meja kerja Kenan.
"Kamu ngapain semalam Kenan, kenapa ada suara wanita yang bilang geli dengan manjanya dan ponselmu tiba-tiba nggak aktif?" tanya Adelia berapi-api.
Sedangkan yang di tanya malah senyum-senyum sendiri tanpa dosa. Kenan sedang mengingat wajah imut Friska semalam.
"Kenan aku lagi tanya kamu, kenapa kamu malah senyum-senyum nggak jelas begini haa" ucap Adelia yang wajahnya sudah memerah.
"Haa maaf Adelia, sepertinya kamu salah dengar deh dan ponselku semalam baterainya habis" ucap Kenan yang bingung mau alasan apa.
"Kamu cuma alasan saja kan Kenan" ucap Adelia.
"Tidak kok, sebentar kita pergi belanja yah, kita beli apapun yang kamu mau, sebagai permintaan maaf aku masalah semalam" ucap Kenan yang tahu betul kalau Adelia tidak mungkin menolak.
"Benarkah sayang?" tanya Adelia yang raut wajahnya langsung bahagia.
"Iya, kamu pulang saja dulu nanti aku jemput sayang" ucap Kenan.
"Aku tunggu disini saja sayang" ucap Adelia sambil berjalan menuju sofa.
"Baiklah asal kamu tidak merasa bosan" ucap Kenan.
"Tidak akan" ucap Adelia sambil tersenyum.
Heem mereka memang berbeda batin Kenan.
Kenan pun melanjutkan kerjaannya.
#####
Friska beserta sahabat-sahabatnya dan juga Dafa sudah berada di mall, Friska terlihat sangat cantik natural dan juga imut beserta pakaian yang sangat cocok dia gunakan, mereka pun membeli apapun yang mereka mau dan yang traktir adalah Friska pakai kartu yang di berikan Kenan tentunya.
Friska pun segera menyerbu yang dilihatnya berhubungan dengan BTS dan juga hello kitty walaupun masih banyak yang kurang karena kebanyakan yang berhubungan dengan BTS Friska pergi membeli langsung di Korea.
Sedangkan Kenan juga berada di tempat yang sama bersama dengan Adelia.
Sahabat-sahabat Friska sudah pergi berjalan sendiri-sendiri mencari yang ingin mereka beli, mereka bayar masing-masing tapi nanti Adelia akan mengganti uang mereka.
Tersisalah Friska dan Dafa yang jalan bersama.
"Dafa loe dari tadi belum beli apapun, loe cuma pegangin belanjaan gue ajah, gue nggak enak, ayo loe pilih juga" ucap Friska.
"Gue emang nggak mau beli apa-apa kok dan belanjaan loe emang gue mau pegangin kok jadi nggak usah merasa nggak enakan, ehh tapi loe tunggu disini yah gue jadi ingat mau beli sesuatu" ucap Dafa dengan senyumnya.
"Ya udah gue ikut ajah, kan hari ini gue yang traktir" ucap Friska cepat.
"Nggak usah biar gue beli sendiri ajah, lagian nggak mahal kok, loe tungguin gue disini yah" ucap Dafa kemudian berlalu pergi dari hadapan Friska.
__ADS_1
Friska pun menunggu Dafa. Hingga tiba-tiba tidak jauh dari tempatnya berdiri dia melihat seseorang yang di kenalnya yaitu Kenan bersama dengan wanita, Friska pun pergi menghampiri kedua orang itu.
"Om" ucap Friska kepada Kenan sambil memegang tangan Kenan.