
"Mau minta nomor ponsel kamu sayang, ayo kita pulang cepetan, dia itu centil banget anaknya" Ucap Friska masih menarik tangan Kenan.
"Loh biarin ajah sayang supaya aku bisa kenal teman-teman kamu juga" Ucap Kenan sambil menahan tawanya.
Friska pun langsung berhenti berjalan begitu mendengar ucapan Kenan dan melepaskan pegangan tangannya kepada Kenan.
"Ya sudah tungguin saja tuh Salsa" Ucap Friska dengan ngambeknya kemudian segera ingin melanjutkan jalannya ke mobil Kenan, namun Kenan menahan tangannya.
"Bercanda sayang, kamu kok ngambek sih jangan ngembek dong, ayo kita ke mobil" Ucap Kenan sambil berjalan memegang tangan Friska.
Orang yang sedang jatuh cinta memang benar-benar bisa lupa dengan orang lain di sekitarnya rasanya bumi ini hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta dan yang lainnya cuma menumpang saja.
"Kenapa sih dengan ponakan dan om itu seperti orang yang lagi pacaran saja" Ucap Salsa kepada Ela namun di dengar oleh sahabatnya yang lain juga.
"Loe kalau ngomong sembarangan ajah, loe tahu sendiri Friska itu manja, dan bagus lagi kalau mereka begitu berarti Friska semakin di sayang sama omnya jadi kita nggak perlu khawatir lagi sama Friska" Ucap Ardi.
"Iya juga yah" Ucap Salsa.
#####
"Sayang kamu masih ngambek nih?" Tanya Kenan begitu masuk ke dalam mobil dan melihat Friska yang hanya diam.
"Udah nggak kok" Jawab Friska.
"Yah cepat banget, kamu ngambek lagi dong sayang aku suka banget kalau kamu cemburu" Ucap Kenan lalu tersenyum.
"Iihh apaan aku nggak cemburu tuh" Ucap Friska cepat yang baru menyadari kalau kelakuannya tadi seperti wanita yang sedang cemburu.
"Masa sih, jelas banget tadi kalau kamu lagi cemburu loh" Goda Kenan lagi.
"Nggak pokoknya aku nggak cemburu" Ucap Friska.
"Iya deh kamu nggak cemburu" Ucap Kenan lalu mencium bibir Friska hal yang sejak di kantor ingin dia lakukan pada istrinya.
"Ayo pulang" Ucap Friska setelah Kenan melepaskan ciumannya.
"Malu yah" Ucap Kenan sambil mencolek dagu Friska.
"Iihh ayo pulang" Rengek Friska.
Kenan pun tersenyum lembut kemudian mengikuti kemauan Friska.
"Sayang kamu nggak ada yang mau di beli gitu? sebelum kita pulang ke rumah" Tanya Kenan sambil mengemudikan mobilnya.
Friska pun tampak berpikir.
__ADS_1
"Nggak ada aku mau pulang ajah di rumah" Jawab Friska setelah selesai berpikir.
Kenan pun menuruti kemauan Friska.
#####
"Gimana kalian selalu membersihkan kamar calon istriku dengan bersihkan?" Tanya laki-laki itu kepada pelayan yang ada di rumahnya.
"Iya tuan, kamarnya kita bersihkan dengan sangat bersih" Jawab pelayan itu.
"Fotonya tidak ada yang lecet dan juga hilangkan?" Tanya laki-laki itu lagi.
"Iya tuan tidak ada, semuanya masih sangat utuh, kami selalu manjaga foto-foto itu dengan sangat baik seperti perintah tuan" Jawab salah satu pelayan itu lagi.
"Oke baguslah" Ucap laki-laki itu kemudian berjalan masuk ke dalam kamar dengan tersenyum.
"Tuan sepertinya sangat mencintai gadis cantik itu, tapi sampai sekarang kita belum pernah melihatnya datang ke rumah ini, padahal sudah lama tuan menyimpan foto gadis itu yang sangat banyak di kamarnya" Ucap salah satu pelayan.
"Iya, tapi kita tidak usah membahas itu nanti tuan dengar" Ucap pelayan yang satunya lagi.
Mereka pun kembali bekerja.
"Sayang kamu semakin cantik setiap harinya" Ucap laki-laki itu sambil memegang foto Friska yang lagi tersenyum manis sambil dirinya berbaring di tempat tidur.
#####
"Sayang" Ucap Kenan sambil memeluk tubuh Friska yang lagi asik-asiknya nonton video BTS sambil duduk bersandar di tempat tidur mereka.
"Emm" Jawab Friska sambil masih fokus nonton.
"Sayang ini suami kamu lebih tampan dari mereka, kamu anggurin begini" Ucap Kenan lalu mencium pipi Friska.
"Sayang kamu jangan rusuh deh, aku lagi nonton ini suami-suami aku" Ucap Friska sambil senyum-senyum dan tetap fokus pada layar ponselnya.
"Enak ajah aku ini suami kamu, udah simpan dulu ponsel kamu sayang" Ucap Kenan lagi.
Friska pun mengikuti ucapan Kenan.
"Sayang kamu itu memang suami aku, tapi mereka juga suami aku walaupun cuma halu karena mereka berada jauh di Korea, jadi kamu nggak usah bawel yah aku mau nonton dulu sayang buat cuci mata" Ucap Friska sambil nyengir kemudian mengambil kembali ponselnya.
"Nggak boleh sayang kamu nggak perduliin aku kalau udah nonton mereka" Ucap Kenan.
"Nggak lama kok sayang bentaran ajah, boleh yah" Rayu Friska sambil memeluk manja Kenan.
Mana bisa nolak kalau begini, ya ampun kenapa kamu harus bersikap begini sih istriku nggak bisa nolak aku ini batin Kenan.
__ADS_1
"Sayang, boleh yah" Ucap Friska lalu mengecup bibir Kenan.
"Iya boleh sayang" Ucap Kenan pada akhirnya.
"Ya udah ayo kita nonton bareng ajah deh kalau gitu, daripada kamu bengong" Ucap Friska yang mulai kelihatan manjanya dengan bersandar di dada Kenan sambil memegang ponselnya.
Kenan pun ikut nonton BTS kesukaan istrinya itu, dengan tangannya yang sudah tak tentu arah membuat Friska kadang memukul tangannya.
"Sayang kamu mau nggak punya anak yang gantengnya seperti mereka itu?" Tanya Kenan sambil mencium rambut Friska.
"Mau banget dong, tapi kan nggak bisa" Jawab Friska.
"Bisa dong sayang, kamu nggak lihat suami kamu ini mirip dengan mereka dan kamu juga cantik" Ucap Kenan.
Friska pun memperhatikan suaminya.
"Emm kamu emang mirip sedikit sih sayang sama V,,ehh Jungkook juga mirip dikit sayang, tapi tetap ajah nggak bisa udah deh sayang kalau ngomong nggak usah sembarangan" Ucap Friska lalu melanjutkan kembali aktivitasnya dengan kembali menyandarkan kepalanya di dada Kenan.
"Bisa sayang kalau kita bikinnya sekarang dan kamu niatkan memang" Ucap Kenan yang sudah sangat ingin memiliki anak.
"Sembarangan ajah" Ucap Friska yang tidak peka sama sekali.
Kenan pun hanya tersenyum lalu mencium rambut Friska lagi dan membiarkan istrinya itu menonton BTS kesukaannya.
Sabar Kenan sabar nggak lama lagi kok mau minta sekarang pasti istriku ini belum siap sama sekali, tadi saja dia tidak peka ya ampun, tapi sepertinya dia juga sudah mulai mencintai aku harus bisa membuat dia cinta sama aku dulu baru minta jatah batin Kenan.
Ponsel Friska tiba-tiba berdering membuat Kenan dengan cepat melihat.
"Kak Rio" Ucap Friska sambil mau mengangkat panggilan telfon dari Rio namun di tahan oleh Kenan.
"Sayang nggak usah angkat yah" Ucap Kenan kemudian mengambil ponsel Friska lalu menyimpannya di nakas membiarkan ponsel itu berdering sampai tidak berdering lagi.
"Kenapa memangnya, siapa tahu ajah ada hal penting yang mau kak Rio omongin" Ucap Friska.
"Aku yakin nggak ada sayang yang mau dia omongin yang penting sama kamu, aku nggak mau kamu di ambil orang, ayo kita tidur nanti lagi kamu nonton yah" Ucap Kenan dengan lembut.
Friska pun mengikuti ucapan Kenan. Belum lama Kenan rebahan sambil memeluk Friska ponsel Kenan tiba-tiba berdering. Friska pun bangun mengambilkan ponsel Kenan di nakas tanpa Kenan suruh.
"Kak Raka" Ucap Friska sambil memberikan ponsel Kenan.
Kenan pun sedikit terkejut dan langsung bangun duduk di pinggir tempat tidur, namun juga senang karena Raka mau meneleponnya setelah kejujuran Kenan.
"Halo Raka, ada apa?" Tanya Kenan sambil menarik Friska untuk duduk di sampingnya.
"Kenan loe mau kan lepasin Friska demi gue, ini permintaan pertama gue sama loe" Ucap Raka dari balik telfon.
__ADS_1