
Friska pun langsung melepaskan pelukannya dan menutup telinganya mendengar teriakan Kenan.
"Memang harusnya yah teriak-teriak" Ucap Friska.
"Maaf sayang aku hanya kaget saja mendengar ucapan kamu yang tinggal tiga bulan lebih lagi baru ujian nasional" Ucap Kenan.
"Memangnya kenapa mesti kaget?" Tanya Friska dengan ekspresi bingungnya.
"Karena itu masih sangat lama sayang aku mesti sabar" Ucap Kenan sambil mengelus lembut rambut Friska dengan senyumnya dan menatapnya lembut.
Friska lagi-lagi bingung.
"Itu udah nggak lama lagi kok sayang malahan rasanya itu sangat cepat dan sabar untuk apa?" Tanya Friska lalu memeluk Kenan dengan manjanya membuat Kenan sangatlah senang.
Friska memang anak yang manja.
"Nanti juga kamu tahu sayang yang penting kamu belajar baik-baik yah biar lulus" Ucap Kenan.
"Iya dong aku pasti belajar baik-baik" Ucap Friska dengan semangatnya.
Nanti ajah deh aku bahas tentang keinginan aku kuliah di luar Negeri batin Friska.
"Oh iya kamu jangan centil lagi yah, ingat sudah punya suami" Ucap Kenan sambil mencolek hidung Friska.
Friska pun menganggukan kepalanya pertanda dia mengerti dengan maksud Kenan. Setelah itu mereka pun tidur bersama dengan Kenan yang memeluk Friska karena dia juga memang sangat merindukan istrinya itu. Sedangkan Adelia terus menelepon Kenan karena dia benar-benar lagi kesal dengan Rio namun ponsel Kenan tak aktif-aktif juga.
Sialan sejak tadi ponselnya nggak aktif-aktif dan dia dengan sengaja juga menolak panggilan telfon dari aku batin Adelia yang benar-benar semakin kesal.
Pagi harinya Friska bangun pagi-pagi sekali lalu segera membuatkan Kenan sarapan sedangkan Kenan masih nyaman dengan tidurnya.
"Sayang" Ucap Kenan sambil memeluk Friska dari belakang membuat Friska sedikit terkejut.
"Heem" Jawab Friska sambil lanjut dengan memasaknya.
__ADS_1
"Balik sama aku dong" Ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska.
"Aku lagi masak loh sayang, lebih baik kamu duduk tuh tungguin aku sampai beres memasaknya" Ucap Friska.
"Nggak mau kamu balik sama aku dulu dong" Ucap Kenan lagi.
Friska pun menuruti kemauan Kenan dengan mengecilkan nyala kompornya terlebih dahulu.
"Kenapa suamiku sayang?" Tanya Friska sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Kenan walaupun dia harus berjinjit sedikit.
"Kamu sangat cantik istriku dan aku butuh ciuman selamat pagi" Ucap Kenan lalu langsung mencium bibir Friska dengan lembut.
"Bibir ini cuma aku kan yang pernah menciumnya?" Tanya Kenan penuh selidik setelah mencium bibir Friska.
"Iyalah, aku centil-centil begini tapi kalau ciuman cuma sama kamu ajah, lagian pasti kamu tuh yang suka ciuman sama Adelia kan kamu pacaran sama dia" Ucap Friska dengan cemberut tetapi itu sangat menggemaskan di mata Kenan.
"Dengar yah sayang aku tuh nggak pernah ciuman sama Adelia satu kali pun, dan ciuman pertama aku itu sama kamu waktu di restoran" Ucap Kenan.
"Dan waktu itu aku benar-benar kesal, tetapi sekarang itu adalah hal yang aku senangi berciuman dengan kamu" Ucap Kenan dengan senyuman mesumnya membuat pipi Friska langsung merona karena malu mendengar ucapan Kenan dan senyumannya yang benar-benar mesum di mata Friska.
"Nggak malu yah, udah lebih baik kamu duduk diam disitu, aku mau lanjut memasak hampir ajah gosongkan" Ucap Friska mengalihkan pembicaraan sambil kembali melihat masakannya dan membelakangi Kenan.
Kenan pun tak mendengarkan ucapan Friska, dia terus-terus saja memeluk Friska dari belakang sambil sesekali mengecup pipi istrinya itu membuat Friska hanya membiarkannya saja daripada Kenan bakalan bawel lagi.
"Sayang lebih baik kamu pergi mandi deh" Perintah Friska kepada Kenan.
"Nggak bentar ajah bareng kamu sayang" Ucap Kenan dengan santainya sambil masih asik mengecup pipi istrinya itu.
"Apaan sih aku nggak mau sayang, kamu mau pergi mandi atau aku ngambek" Ancam asal Friska namun Kenan benar-benar langsung takut kalau Friska sampai ngambek pada dirinya.
"Iya sayang aku pergi mandi sekarang" Ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska lagi dan segera menuju ke kamarnya buat mandi.
Friska pun hanya tersenyum.
__ADS_1
Istriku cantik banget sih dan gemesin, ya ampun aku benar-benar sudah tidak sabar banget buat memiliki anak dari dia batin Kenan sambil senyum-senyum sendiri dan berjalan menuju kamarnya.
Setelah Friska selesai menyiapkan sarapan dan Kenan yang sudah selesai mandi, dengan segera Friska ke kamarnya untuk mandi juga dan bersiap-siap.
Setelah Friska selesai mandi dengan segera dia memakai pakaian seragamnya lalu berdandan sedikit.
Melihat istrinya yang lagi asik berada di depan cermin sambil mamakai lip gloss membuat Kenan tak suka.
"Sayang kamu nggak usah pakai yang begituan bisa tidak" Ucap Kenan.
"Nggak bisa sayang, aku pasti sangat pucat kalau tidak memakai ini" Ucap Friska sambil melanjutkan aktivitasnya.
"Tapi kamu tambah cantik kalau memakai itu" Ucap Kenan lagi.
"Bagus dong sayang kalau aku cantik, kamu harusnya bangga karena aku cantik dan jadi istri kamu" Ucap Friska.
"Tapi sayang pasti banyak laki-laki yang menyukai kamu dan aku nggak suka kalau istri aku banyak yang suka" Protes Kenan.
"Nggak usah mikirin itu sayang yang penting aku istri kamu dan aku nggak akan pernah selingkuh" Ucap Friska.
Meskipunn sekarang aku belum mencintai kamu tapi aku nggak akan pernah selingkuh dan kalau kamu mencintai aku mungkin di situ aku akan berusaha mencintai kamu, sekarang jalani saja dulu batin Friska.
"Ayo kita ke bawah buat sarapan" Ajak Friska sambil memegang tangan Kenan namun dia berhenti dan melihat Kenan belum mengenakan dasinya dengan segera Friska memakaikan dasi buat Kenan.
Kenan sangat senang dengan perhatian Friska padahal sebenarnya tadi dia mau menyuruh Friska namun Friska sudah melakukannya sendiri tanpa Kenan menyuruhnya.
"Terima kasih sayang" Ucap Kenan setelah Friska selesai memakaikan dasi untuknya lalu mengecup pipi Friska.
"Iya sayang" Ucap Friska juga lalu mengecup bibir Kenan dan setelah itu dia pun tersenyum manis lalu mengajak Kenan kembali untuk segera ke bawah buat sarapan sambil memegang tangan Kenan.
Kenan benar-benar sangat bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari Friska.
"Kamu tahu aku benar-benar merindukan masakan kamu dan masakan kamu ini benar-benar enak istriku" Puji Kenan jujur.
__ADS_1
Friska pun tersipu malu mendengar pujian Kenan.
"Oh iya sayang mulai sekarang aku yang antarin kamu ke sekolah dan juga menjemput kamu pulang sekolah jadi kamu nggak usah lagi bawah motor" Ucap Kenan yang membuat Friska langsung menghentikan makannya.