
Baru rencana aku mau keluar dari kantor ini karena mau ke Indonesia, mau melamar pekerjaan di kantor Kenan, ehh ternyata disini Kenan adalah bosnya batin Renata.
"Ya ampun ternyata bosnya ganteng banget sumpah," ucap Mimi pada karyawan-karyawan wanita yang lain.
"Iya ya ampun, gue benar-benar terpesona," ucap karyawan wanita yang lain.
"Iya sama, kira-kira dia udah punya pacar belum yah,"
"Kita searching dulu,"
"Belum ya ampun, masih ada kesempatan," ucap Mimi setelah mencari tahu tentang Kenan.
Renata tampak kesal begitu mendengar karyawan wanita yang lainnya sedang membicarakan Kenan.
"Hei kalian nggak usah membicarakan Kenan atau sampai berniat ingin mendapatkan Kenan tahu nggak," ucap Renata sinis.
"Kok loe nggak sopan sama bos, kenapa loe manggil dia dengan panggilan seperti itu,"
"Terserah gue dong, lagian Kenan itu teman sekelas gue dulu, jadi biasa ajah," ucap Renata sombong yang mendapat cibiran dari karyawan-karyawan wanita lainnya.
"Cuma teman sekelas doang sombong banget loe, gue pikir loe pacarnya atau calon istrinya,"
"Bentar lagi juga gue bakalan jadi pacarnya, dan nanti jadi istrinya," ucap Renata.
"Ya ampun kepedean banget loe, gue yakin itu cuma khayalan loe ajah, kasian banget deh loe,"
"Kalian semua yang kasian," ucap Renata.
"Udahlah ngapain sih kita meladeni dia, nggak penting banget, ayo kita pergi dari sini. Biarin dia gila sendiri," ucap salah satu karyawan wanita itu.
"Loe benar juga, ayo kita kembali ke tempat kita,"
"Pergi sana kalian dasar tukang sirik, nanti kalian yang bakalan gila tahu nggak," ucap Renata namun tidak di perdulikan oleh karyawan-karyawan wanita itu, mereka malah berjalan sambil menertawakan Renata yang mereka anggap sudah kelewatan kepedeannya, dan bisa-bisa nanti dia gila.
######
"Iya aku lupa kita beda jam," ucap Friska sambil nyengir.
"Nggak apa-apa kamu lupa sayang asal kamu tidak melupakan aku saja," ucap Kenan.
"Lebay banget masih pagi juga," ucap Friska.
"Terserah aku dong istriku sayang," ucap Kenan.
__ADS_1
"Oh iya aku sekantor dengan teman lama aku sayang, aku nggak nyangka juga sih, aku bilang memang karena jangan sampai kamu salah paham padaku, siapa tahu ajah aku lagi bicara terus dia datang lagi seperti sebelumnya," ucap Kenan.
"Oh," ucap Friska.
"Cemburu yah," goda Kenan.
"Nggak, ngapain sih aku cemburu," ucap Friska.
"Iya deh kamu nggak cemburu," ucap Kenan.
"Ya udah aku udah mau masuk kelas nih sayang, udah dulu yah," ucap Friska.
"Yah cepat banget, bentaran dong sayang," ucap Kenan.
"Nggak bisa, aku mau masuk dulu sayang, kamu jangan macam-macam sama temanmu, awas saja kalau kamu macam-macam, kuburan menantimu, bye sayang," ucap Friska lalu segera menutup panggilan telfonnya.
"Awas saja kalau kamu macam-macam, kuburan menantimu, bye sayang," ucap Kenan memperagakan ulang ucapan istrinya itu.
"Dia manis banget sih kalau lagi mengancam," ucap Kenan sambil senyum-senyum tidak jelas.
"Dia juga cemburu aku yakin dia cemburu," ucap Kenan lagi bahagia.
"Aku ingin lihat wajah cemburunya,"
"Oke Kenan sekarang sudah mendapat tambahan energi, kerjalah dengan cepat biar cepat pulang menemui istrimu," ucap Kenan pada dirinya sendiri sambil duduk di kursi kebanggaannya.
Kenan lagi-lagi mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat Renata.
"Ada apa Renata?" tanya Kenan.
"Minuman untuk siapa itu?" tanya Kenan lagi.
"Nggak ada apa-apa kok Kenan," ucap Renata.
"Emm ini minuman untuk kamu, biar kamu kerjanya tambah semangat," ucap Renata sambil ingin menyimpan minuman itu di meja Kenan, namun Kenan sudah duluan berbicara membuat Renata membatalkan niatnya.
"Nggak usah Renata, aku sudah semangat tadi setelah mendengar suara istriku," ucap Kenan yang membuat Renata seperti tersambar petir dan hampir saja menjatuhkan gelas yang di pegangnya.
"Kamu sudah menikah Kenan?" tanya Renata.
"Iya sudah dan istriku itu sangat imut," ucap Kenan sambil tersenyum mengingat Friska.
Renata benar-benar kesal mendengar ucapan Kenan.
__ADS_1
"Kenapa tak ada berita apapun tentang pernikahanmu?" tanya Renata.
"Karena aku tidak mau pernikahanku di ketahui oleh publik, kamu termaksud yang beruntung mengetahuinya," ucap Kenan.
"Berarti kamu tidak benar-benar mencintai istrimu dong?" tanya Renata lagi.
"Aku sangat-sangat mencintainya walaupun aku tidak mempublikasikannya, makanya aku ingin cepat menyelesaikan pekerjaanku disini supaya aku cepat balik ke Indonesia," ucap Kenan.
"Kenapa tidak membawa istrimu kesini saja bersama kamu," ucap Renata lagi.
"Karena dia ada urusan di Indonesia yang tidak bisa dia tinggalkan, kalau dia tidak ada urusan sudah pasti aku membawanya kemanapun aku pergi" ucap Kenan.
"Oh gitu yah," ucap Renata.
"Iya, sekarang kembalilah ke tempatmu," perintah Kenan.
Renata pun segera keluar dari ruangan Kenan sambil membawa minuman yang sudah di buatnya tadi.
Aku memang sangat ingin membawa istriku kesini tapi apa boleh buat keadaan tidak mendukung, seandainya istriku disini batin Kenan lalu Kenan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Renata mendapatkan tertawaan dari karyawan-karyawan lain karena mereka melihat Renata keluar dengan wajah menyedihkan, di tambah lagi minuman yang di buat Renata tidak berkurang sedikitpun semakin jadilah mereka tertawa.
Bagaimana mereka mau tidak tertawa, Renata membuat minuman dan juga masuk ke dalam ruangan Kenan dengan sudah berucap sombong terlebih dahulu, dan ternyata pas Renata keluar bukannya wajah bahagia yang mereka lihat melainkan wajah menyedihkan Renata yang mereka lihat di tambah minuman yang tidak berkurang sedikitpun.
Renata tidak perduli sedikitpun karena dia masih memikirkan ucapan Kenan mengenai dirinya sudah menikah, Renata lihat Kenan benar-benar bahagia mengucapkan itu dan juga Kenan terlihat seperti orang yang barusan jatuh cinta dan sangat-sangat mencintai seseorang.
"Kenapa loe Renata?" tanya Mimi.
"Sudah berhasil loe?" tanya Mimi lagi sambil menahan tawanya.
"Apaan sih loe, nggak usah ganggu gue," ucap Renata sinis.
"Gue nggak ganggu loe tuh, gue cuma tanya doang sensi banget loe," ucap Mimi.
"Kepo banget loe sama urusan gue," ucap Renata.
Mimi pun menertawakan Renata beserta karyawan-karyawan wanita yang lain.
"Dari jawaban loe udah katahuan kalau loe nggak di anggap sama pak Kenan," ledek Mimi.
"Ya iyalah pasti dia nggak di anggap, emang dia siapa, nggak cocok banget tahu dengan pak Kenan," ledek karyawan wanita yang lain lagi.
"Diam deh loe semua," ucap Renata lalu segera kembali duduk membawa minuman yang sudah di buatnya tadi.
__ADS_1
"Iya loe minum sendiri ajah tuh minuman Renata," ledek Mimi lalu pergi dari meja Renata.
Kenan pasti berbohong aku yakin, aku harus mendapatkan dia, aku udah pernah gagal sebelumnya masa sekarang gagal lagi batin Renata.