
"Kenan apa yang mau kamu lakukan sama istrimu" ucap ayah Kenan dengan marahnya melihat menantu kesayangannya hampir saja di tampar oleh anaknya.
"Ini semua karena dia pa buat aku emosi" ucap Kenan.
"Papa sudah dengar semuanya, bisa-bisanya kamu masih memikirkan perempuan itu disaat kamu sudah punya istri bahkan kamu memilih dia di bandingkan istrimu ini, kamu itu benar-benar bodoh Kenan, istrimu saja tahu kalau kamu cuma di manfaatkan tapi kamu masih tidak sadar juga" ucap ayah Kenan masih dengan amarahnya.
"Papa stop bilangin Adelia seperti itu papa tidak tahu apa-apa tentang dia" ucap Kenan dengan amarahnya juga.
Ayah Kenan tertawa mendengar ucapan anaknya itu.
"Sepertinya kamu masih belum sadar nak, kamu lah yang tidak tahu apa-apa tentang dia. Tapi terserah pada dirimu lebih baik papa membawa menantu papa ini, ceraikan saja menantu papa ini kalau sudah begitu perjanjian kalian. Biar papa menikahkan dia dengan Juan, Juan juga sudah papa anggap sebagai anak sendiri. Juan pasti bahagia bersama Friska tidak seperti kamu yang menyia-nyiakan wanita baik seperti Friska. Dan ingat suatu saat nanti kamu pasti menyesal, ayo nak kita pergi dari sini" ucap ayah Kenan sambil membawa Friska keluar.
Kenan tersentak mendengar ucapan ayahnya.
"Papa mau bawah kemana istriku" ucap Kenan sambil menahan tangan Friska.
"Mau bawah dia keluar dari rumah ini sebelum kamu main kekerasan kepada menantuku" ucap ayah Kenan.
"Aku nggak pernah main kekerasan kepada dia pa, jangan bawah dia" ucap Kenan.
"Kalau kamu nggak mau papa bawah dia, kamu harus menyudahi hubungan kamu dengan Adelia" ucap ayah Kenan.
"Aku nggak bisa pa" ucap Kenan.
Papa Kenan benar-benar marah mendengar ucapan Kenan.
"Ayo pa kita pergi dari sini" ucap Friska setelah dari tadi hanya menjadi penonton saja.
"Oke baik pergi sana, kalau itu mau kamu" ucap Kenan dengan emosinya kepada Friska.
Friska pun pergi dengan ayah Kenan meninggalkan Kenan di dalam rumah sendirian.
#####
"Papa beneran mau menikahkan aku dengan om Juan?" tanya Friska di dalam mobil.
Kebetulan hari ini ayah Kenan membawa mobil sendiri, dia tiba-tiba ingin ke rumah anak dan menantunya tapi ternyata dia begitu terkejut mendengar dan melihat kejadian itu.
"Papa hanya mengancam saja sayang, tetapi kalau kamu mau bersama Juan, papa akan mengurusnya" ucap ayah Kenan.
__ADS_1
Friska pun hanya diam, dia bingung mau bicara apa lagi.
Setelah lama terdiam, ayah Kenan memulai pembicaraan lagi.
"Oh iya sayang, kamu sebaiknya papa bawah ke rumah lain yah dan kamu pakai mobil saja kalau mau ke sekolah, jangan beritahu dulu sama mama" ucap ayah Kenan.
"Oke pa" ucap Friska.
Friska pun tiba di rumah yang papa Kenan sediakan untuk dia. Rumah itu sudah lama di beli namun tidak ada yang tinggali tapi walaupun tidak di tinggali rumah itu selalu bersih karena ada yang selalu datang membersihkan dan juga terdapat beberapa pembantu di rumah itu.
"Biar sebentar papa menyuruh Juan untuk membawakan mobil yah untuk yang bisa kamu pakai kemanapun kamu mau" ucap ayah Kenan.
"Iya pa, tapi aku bingung buku-buku dan baju sekolah aku ada di rumah lama" ucap Friska.
"Biar papa yang pergi ambilkan" ucap ayah Kenan.
"Tapi pa itu akan merepotkan papa, nanti aku pergi ambil sendiri ajah" ucap Friska.
"Nggak kok sayang, kamu pergi ajah bersama Juan untuk membeli keperluan kamu, papa akan menelepon Juan untuk menjemputmu" ucap ayah Kenan.
Friska pun mengiyakan ucapan ayah Kenan. Setelah menelepon Juan, ayah Kenan pun kembali ke rumah Kenan. Sebenarnya ayah Kenan penasaran dengan apa yang sedang di lakukan Kenan sekarang.
#####
Apalagi mengingat kata-kata ayahnya, dia tidak ikhlas kalau Friska bersama laki-laki lain namun dia juga tidak mau melepaskan Adelia.
Dia pun memilih menelepon Adelia untuk membuat hatinya merasa tenang sedikit namun ponsel Adelia tidak aktif.
"Kenapa ponsel Adelia tidak aktif sih" ucap Kenan kesal.
"Karena dia sedang bersama pria lain" ucap ayah Kenan santai.
"Papa ngapain di sini?" tanya Kenan yang tidak menggubris ucapan papanya barusan mengenai Adelia.
"Mau mengambil keperluan menantuku" ucap ayah Kenan kemudian menyuruh pak satpam untuk membawa ke mobil barang-barang Friska yang dia butuhkan.
"Terserah papa deh, aku nggak perduli" ucap Kenan.
"Iya nanti Friska sudah di ambil orang baru kamu perduli dan menyadari perasaanmu yang mencintainya, sebenarnya yang kamu cintai itu Friska hanya kamu keras kepala saja dan tidak mau mengakui itu semua dan ingat baik-baik tentang Adelia kamu pasti akan menyesal nak" ucap ayah Kenan.
__ADS_1
Kenan hanya diam mendengar ucapan ayahnya.
"Kamu mau menceraikan menantuku demi Adelia?" tanya papa Kenan lagi sebelum pergi.
Namun lagi-lagi Kenan tidak menjawab. Ayah Kenan pun pergi dari rumah Kenan.
#####
Sedangkan di tempat lain Friska sedang belanja bersama Juan. Juan memang senang jika bersama Friska.
"Om Juan ini cocok nggak buat aku?" tanya Friska yang sedang memegang baju.
"Iya cocok nona" jawab Juan sambil tersenyum.
"Hem om Juan dari tadi aku tanyain pasti jawaban om Juan cocok" ucap Friska sambil bibirnya cemberut.
Juan hanya tersenyum melihat Friska yang seperti itu. Juan sebenarnya lelah namun begitu dapat telfon dari papa Kenan dan menceritakan semuanya, lelahnya Juan langsung hilang.
Setelah belanja Juan pun mengantar Friska kembali ke rumah baru yang akan dia tempati lalu setelah itu Juan pamit untuk ke perusahaan lagi walaupun hari minggu.
Friska tiba-tiba teringat dengan janji bersama sahabatnya dia pun segera menelepon sahabatnya untuk membatalkan janjinya. Awalnya mereka kesal namun setelah Friska memberi alasan, mereka pun mencoba mengerti dan mereka pun membatalkan rencananya karena Friska tidak ikut.
Setelah menelepon sahabat-sahabatnya, Friska bertanya kepada pak satpam tentang ayah Kenan yang sudah datang ke rumahnya atau belum dan ternyata ayah Kenan sudah datang jadilah Friska menyuruh pak satpam saja untuk membawa barang belanjaannya.
Friska memutuskan untuk berjalan-berjalan sebentar di sekitaran tempat tinggal barunya dengan berjalan kaki.
Baru membuka gerbang dan jalan sedikit tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya.
"Hai kamu tinggal di rumah itu?" tanya pria itu yang baru satu hari datang dari luar Negeri untuk bertemu temannya saja namun dia belum bertemu dengan temannya sampai saat ini.
"Iya" jawab Friska seadanya lalu tersenyum.
"Akhirnya aku bisa tahu siapa pemilik rumah itu, setelah setiap pulang dari luar Negeri aku hanya melihat pembantu saja" ucap pria itu lagi.
"Aku baru mau tinggal di sini" ucap Friska.
"Oh begitu yah, oh iya rumah aku di depan rumah kamu" ucap pria itu lalu tersenyum.
Aku senang banget punya tetangga cantik, inikah yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama, aku harus mengejarnya batin pria itu.
__ADS_1