Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Iya kita barengan


__ADS_3

Mereka jadi tontonan siswa dan siswi tapi buat sahabat-sahabat Friska mereka hanya menganggap itu pelukan rindu antara ponakan dan om karena mereka tahu Kenan cukup lama berada di luar Negeri.


"Tahu nggak gue kalau lihat Friska sama pak Kenan kadang baper tahu nggak, mereka itu seperti sepasang kekasih, kalau yang nggak tahu tentang hubungan mereka pasti mereka di kirain sepasang kekasih deh," ucap Salsa sambil melihat Friska dan Kenan yang masih berpelukan seakan-akan dunia hanya milik mereka berdua saja yang lain nggak di anggap ada sama sekali.


Sahabat-sahabat mereka pun ikut melihat juga termasuk Dafa.


"Iya loe benar banget, enak banget dahh Friska dapat om kayak pak Kenan, mana ganteng banget lagi," ucap Ela.


"Kalau kak Juan gimana Ela?" tanya Salsa.


"Kenapa lagi sih loe larinya kesitu, udahlah nggak usah bahas kak Juan," ucap Ela.


Ehh tapi pak Kenan udah balik berarti kak Juan juga udah balik dong, heem tante Syeila pasti tahu dan senang banget sekarang karena kak Juan udah balik, batin Ela.


"Lahh emang kenapa Ela?" tanya Salsa.


"Yah nggak kenapa-kenapa, hanya nggak usah bahas kak Juan ajah kan nggak enak kalau kak Juan dengar dan salah paham lagi sama gue, nanti kak Juan risih lagi dan mikir gue bakalan ngejar-ngejar kayak dulu, loe tahu kan gue bar-bar banget dulu sama dia," ucap Ela.


"Heem disini kan nggak ada kak Juan, santai ajah," ucap Salsa.


Heem Salsa nggak boleh ketemu sama tante Syeila, ini bibirnya Salsa ceplos banget, pasti dia bakalan ribut deh gangguin aku dengan kak Juan kalau tante Syeila tahu kan nggak enak bisa-bisa hubungan mereka susah dekatnya, kasihan juga mereka berdua kalau terhambat pendekatannya gara-gara gue batin Ela.


"Issh biar nggak ada Sal nggak usah bahas lah," ucap Ela lagi.


"Ela udah benar-benar lupain pak Juan yah, pasti karena udah ada Farel," ledek Ardi.


"Heem apaan sih," ucap Ela.


"Udah nggak usah ribut, ayo kita pergi sama Friska dan pak Kenan," ucap Farel.


Mereka pun segera berjalan ke tempat Friska dan Kenan.


#######


"Yank kok kamu pulangnya nggak bilang-bilang, pantas saja aku telfon nggak aktif-aktif ponselmu, kamu sengaja yah?" tanya Friska sambil melihat Kenan.


"Iya sayang surprise buat istriku, kamu pasti rindu banget sama aku kan sama aku juga lebih rindu sama kamu," ucap Kenan lalu tersenyum.


"Sayang aku ingin sekali mencium kamu," bisik Kenan.

__ADS_1


"Ihh banyak orang nggak boleh," ucap Friska cepat.


"Oke deh, di rumah aku lakuinnya," ucap Kenan.


"Sayang bukannya masih lama kamu disana?" tanya Friska mengalihkan pembicaraan.


"Aku percepat yank, aku bisa mati karena rindu kalau disana terlalu lama, tapi Juan masih disana, besok baru dia balik," ucap Kenan.


"Yah kok om Juan nggak balik sekarang juga, aku kan mau gangguin dia," ucap Friska sambil nyengir.


"Masih ada yang di urus sedikit sayang, habis setelah itu baru dia balik juga," ucap Kenan sambil mencubit hidung istrinya gemas.


"Sayang dia itu aku ledekin terus disana di tambah kamu disini pasti dia semakin malu, hanya dia itu aneh sayang dia cinta sama Ela tapi dia dekat sama teman lamanya bahkan setiap hari mereka telfonan," ucap Kenan heran sendiri dengan Juan.


Friska juga ikutan heran dengan Juan.


"Katanya dia nggak cinta dengan Ela, dia berbicara seperti itu hanya karena dia mabuk, tapi aku sih tetap gangguin Juan dan Ela, yah abis katanya orang mabuk itu pasti bicara jujur sesuai dengan apa yang dia rasakan" ucap Kenan lagi.


"Iihh om Juan itu yah aku pengen banget deh pukulin kepalanya biar dia sadar mungkin sekarang dia lagi nggak sadar, tapi untung ajah sih Ela nggak pernah lihat video ini kalau Ela lihat nanti Ela baper lagi tapi om Juan masih gitu ajah sama Ela, malahan dia telfonan dengan teman lamanya sementara dia nggak pernah menghubungi Ela padahal yang dia mabukan Ela, aku nggak mengerti sama om Juan," ucap Friska gemas.


"Sama sayang aku juga nggak mengerti sama dia," ucap Kenan sambil mengedikkan kedua bahunya.


"Yah berarti dia semakin dekat banget dong dengan teman lamanya?" tanya Friska.


"Iya emang semakin dekat sayang, aneh kan," ucap Kenan.


"Iya ihh aneh," ucap Friska juga.


"Oh iya itu sahabat-sahabatmu kesini," ucap Kenan sambil melihat sahabat-sahabat Friska yang berjalan mendekat kepada mereka.


"Pak Kenan" sapa sahabat-sahabat Friska begitu sudah berada dekat dengan Friska dan Kenan.


Kenan pun tersenyum kepada mereka semua.


"Aku punya oleh-oleh buat kalian, ada di dalam mobil ambil ajah," ucap Kenan.


"Pak Kenan emang baik banget," ucap Salsa lalu segera membuka pintu mobil Kenan, begitupun dengan yang lainnya segera mengambil oleh-oleh mereka.


Kenan sedikit kesal begitu melihat Dafa masih memakai gantungan ponsel yang di berikan oleh istrinya padahal Kenan berharap Dafa tidak memakai itu lagi, walaupun itu Kenan yang pilih sendiri hanya tetap saja Kenan merasa cemburu karena yang Dafa tahu itu pilihan Friska.

__ADS_1


"Terima kasih pak Kenan," ucap Ela.


"Iya pak terima kasih," ucap sahabat-sahabat Friska yang lain juga secara bersamaan.


"Iya,, iya kalian kan sahabatnya keponakan cantikku ini jadi nggak usah bilang terima kasih santai ajah yah," ucap Kenan.


"Bahagia banget tuh Friska pasti di bilangin cantik sama pak Kenan," ucap Salsa.


"Iisshh apaan sih," ucap Friska malu-malu.


Kenan pun hanya tersenyum.


"Kita pulang dulu yah," ucap Kenan kemudian.


"Iya pak kita juga sudah mau pulang, hati-hati pak Kenan," ucap Haris.


"Iya kalian juga," ucap Kenan kemudian segera membawa istrinya masuk ke dalam mobil untuk segera pulang ke rumah mereka.


"Yank oleh-oleh buat aku mana? jangan-jangan nggak ada lagi" tanya Friska sambil melihat Kenan yang sedang menyetir mobil.


"Ada kok, oleh-oleh buat kamu itu spesial," ucap Kenan lalu tersenyum.


Friska pun tampak bahagia.


######


Begitu mereka sudah berada di dalam kamar, Kenan langsung mencium bibir istrinya, hal yang ingin dia lakukan sejak tadi.


"Yank aku mau mandi," ucap Friska dengan bibir yang sudah bengkak karena Kenan.


"Barengan," ucap Kenan.


"Tapi.. " ucapan Friska terhenti karena Kenan sudah menutup bibir istrinya itu dengan bibirnya.


"Sayang," ucap Kenan lembut setelah mencium bibir istrinya dan juga memasang wajah memelas.


"Iya kita barengan," ucap Friska malu-malu.


Kenan segera mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2