
"Oh ini cuma alat buat balas dendam sama tante-tante ini,," ucap Friska sambil tersenyum licik dan berjalan ke dekat Syeila.
Ela pun ikut tersenyum sambil berjalan ke dekat Syeila.
Juan,, Kenan dan Raka tampak menelan saliva nya kasar. Mereka tidak menyangka kalau Friska akan melakukan hal itu.
"Emm sayang dia bisa setengah hidup kalau kamu lakukan itu,,, kamu yakin istriku?" bisik Kenan begitu berada di dekat Friska.
Sedangkan Syeila tampak takut begitu melihat Friska yang memegang pisau dan terlihat sangat tajam.
"Yah itulah yang kita inginkan buat dia setengah hidup,, karena dia sudah membuat om Jeki dan Salsa setengah hidup di rumah sakit,,, jadi dia juga harus merasakan hal yang sama,," ucap Friska sambil tersenyum dingin melihat Syeila.
"Bahkan mungkin ini nggak seberapa sih dengan apa yang dia lakukan pada mobil om Juan,," ucap Friska lagi.
"Emm istriku sayang sebaiknya jangan,, karena itu terlalu beresiko aku takut kamu malah akan menghilangkan nyawa dia nanti,, nanti kamu masuk penjara,, aku kan ingin punya baby sayang dari kamu,," bisik Kenan lagi semakin pelan karena tidak ingin di dengar oleh Ela dan juga Syeila.
Dekat banget ponakan dan om ini,,, batin Ela sambil melihat Friska dan Kenan.
Sementara Raka tampak mengelus dada nya melihat kedekatan Kenan dan Friska di depan matanya.
__ADS_1
Hemm mau marah tapi istri dia,,, nasib.. nasib gini amat,,, batin Raka sambil menggelengkan kepalanya.
Friska pun tampak berpikir sambil melihat Kenan.
"Baiklah,,, kita batalkan rencana kita Ela,,, beri pelajarannya dengan cara lain aja,," ucap Friska sambil melihat Ela yang sudah siap dengan air yang dipegangnya juga.
Astaga kedua wanita ini,, pasti rencana mereka tadi sangat mengerikan,,, dan satu hal yang aku tau,, ternyata calon istriku mengerikan juga,, batin Juan.
"Kalian liat aja,, nggak usah ikut campur,," ucap Friska.
Juan,, Kenan dan Raka menjadi penonton terbaik ketika Friska dan Ela menyiksa Syeila.
Setelah puas memberikan pelajaran pada Syeila barulah mereka membawa Syeila ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Aku nggak akan pernah melupakan kejadian ini,, batin Syeila.
##############
"Kenapa?" tanya Friska pada Ela yang terlihat sangat tidak bersemangat meskipun mereka sudah membawa Syeila ke kantor polisi.
__ADS_1
"Aku benar-benar nggak nyangka akan seperti ini Fris,,, Salsa dan kak Jeki seperti ini karena Tante ku sendiri,,, aku benar-benar merasa bersalah pada Salsa dan kak Jeki,," ucap Ela.
"Kamu nggak usah merasa bersalah sayang karena ini bukan salah kamu," ucap Juan.
"Iya Ela benar kata om Juan,, dan lebih baik kita ke rumah sakit saja sekarang,," ucap Friska.
"Iya kita ke rumah sakit saja,, dek cantik aku ikut bareng kalian yah?" ucap Raka sambil tersenyum manis.
"Kalian bertiga bersama sopir,, biar aku bersama ponakan ku,," ucap Kenan cepat.
Juan benar-benar menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Kenan dan Raka.
Raka,, Raka masih aja kamu yah seperti itu,, udah tau pawangnya galak,, batin Juan.
Dan akhirnya Friska dan Kenan pun satu mobil.
Sementara di rumah sakit orang tua Salsa sedang menangis histeris karena tidak sanggup begitu mendengar ucapan dokter.
Begitu pun dengan yang lain.
__ADS_1