
Sahabat pria itu tampak pucat begitu mengetahui kondisi janin Friska.
"Ada apa? jangan bilang kamu tidak bisa menyelematkan mereka?" ucap pria itu dengan emosi yang luar biasa,, dia bahkan telah memegang kerah baju sahabatnya sendiri.
"Kondisi janinnya sangat mengkhawatirkan,, janinnya harus dikeluarkan,, jika tidak keduanya akan berada dalam bahaya,, bisa-bisa keduanya tidak selamat,," ucap dokter itu yang ikut khawatir dengan Friska.
Sial...
"Aku tidak ingin ini terjadi,, aku tidak ingin dibenci dengan wanita yang aku cintai,," ucap pria itu panik,, karena tidak mau jika Friska membencinya begitu tau Friska kehilangan janinnya karena dirinya.
"Kenapa kamu sangat panik? bukannya kamu sudah menyiapkan rencana lain untuk mendapatkan Friska?" ucap dokter itu.
"Hah iya juga,, baiklah keluarkan janin itu,, jangan sampai calon istriku kenapa-kenapa,," ucap pria itu lagi yang sedikit merasa tenang,, meskipun sebenarnya dia juga tidak tega mengeluarkan janin yang ada di dalam kandungan Friska karena Friska akan sangat sedih jika mengetahuinya,, pria itu tidak ingin melihat Friska sedih.
__ADS_1
"Kalau itu bukan tugasku,, tunggu kekasih ku akan datang,, dia yang akan mengurusnya,," ucap dokter lagi.
"APA!!! kamu membawa orang lain disini?" ucap pria itu lagi dengan kemarahan yang luar biasa,, dirinya tidak mau sampai ketahuan oleh Kenan ataupun anak buah Kenan,, bagaimana bisa sahabatnya membawa orang lain meskipun itu kekasih sahabatnya sendiri.
"Kamu tenang saja dia itu wanita yang sangat setia,, kami saling mencintai,, jadi dia tidak mungkin mengkhianati aku ataupun kamu,, santai,," ucap dokter itu lagi yang sangat yakin dengan kekasihnya.
Hingga tak lama wanita itu pun sampai,, tanpa basa-basi langsung memeriksa Friska tanpa memperdulikan ada yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Ya ampun kondisinya sangat mengkhawatirkan sayang," ucap wanita itu khawatir.
Sementara di tempat lain juga keadaan sama dengan Friska sangat mengkhawatirkan. Semua keluarga tidak henti-hentinya berdoa,, sambil menunggu kedatangan Friska. Sahabat-sahabat Friska yang cowok juga mulai berdatangan ke rumah sakit begitu mendengar berita tentang kecelakaan Kenan.
"Tuan,, kami tidak menemukan apapun,," ucap anak buah Kenan sambil melihat Juan dan Jeki yang tampak terus mencari.
__ADS_1
Juan terduduk,, pusing mengapa Friska tidak ditemukan. Bagaimana menjelaskan pada Kenan nantinya. Jeki langsung datang menepuk bahu Juan. Jeki juga sama pusingnya dengan Juan,, Jeki sungguh tidak bisa jika melihat Kenan nantinya akan sedih bila mengetahui istrinya tidak ditemukan.
"Semangat,, yang lain semangat,, ayo cari lagi,, Juan ayo,, jangan putus asa,, ayo sebagian cari dari atas,," perintah Jeki.
"Tidak,, ini ada yang aneh,, jangan-jangan Nona Friska memang tidak ada disini?" ucap Juan yang mulai menerka-nerka,, sungguh tidak mungkin jika Friska ada disini mereka tidak melihatnya,, sedangkan di mobil pun mereka tidak menemukan mayat jika memang Friska ikut terbakar.
"Hah iya juga,, tadi Tuan Kenan memberikan informasi bahwa ada yang mengikuti mereka,, apa jangan-jangan Nona Friska dibawa oleh orang-orang itu?" ucap Jeki.
Juan menghembuskan nafasnya kasar.
"Aku bingung Jeki,, kita harus bagaimana,, aku takutnya Nona Friska masih berada disekitaran sini dan kita pergi,, aku takutnya dia tidak selamat gara-gara kita tidak melihat dia?" ucap Juan yang penuh dilema.
"Hah kenapa aku mendadak tolol,, Jeki ayo ikut aku periksa CCTV di jalan ini,, sebagian lagi terus mencari sampai ketemu periksa semuanya,," perintah Juan lagi yang kini merasakan keanehan dengan Friska yang belum ditemukan sama sekali padahal yang lain sudah ditemukan. Sebenarnya Juan akan memeriksa CCTV setelah menemukan Friska untuk mencari tau pelakunya karena menemukan Friska jauh lebih penting daripada memeriksa CCTV,, namun karena Friska tak kunjung ditemukan dirinya langsung memutuskan untuk memeriksa CCTV karena yakin ada yang tidak beres.
__ADS_1
####......######