Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Menyusul Kenan...


__ADS_3

"Ledek terus aja,, mentang-mentang aku jomblo,," ucap Raka sambil melihat Juan dengan tatapan mata kesal.


"Makanya yah Raka lebih baik kamu segera mencari wanita lain,, wanita yang single,, yang kamu cinta dan juga mencintai kamu,, supaya kamu juga bisa uh,,ah,,uh,,ah,,,,tapi kamu nikahi dulu,," ucap Juan.


"Kamu mah enak bicara seperti itu,, karena kamu tidak pernah merasakan jatuh cinta sejatuh-jatuh nya pada wanita,, hanya sayangnya istri orang,," ucap Raka lagi yang meratapi nasib malangnya karena sampai saat ini masih Friska lah yang dia cintai sepenuh hati padahal sudah jelas-jelas Friska telah memiliki suami dan suaminya adalah Kenan,, sahabat baiknya sejak dulu.


"Raka,, kamu pasti bisa mengikhlaskan Nona Friska bersama Tuan Kenan, kamu pasti bisa buang jauh-jauh perasaan mu untuk Nona Friska,, lebih baik kamu anggap saja dia itu seperti adik,," ucap Juan lagi.


"Entahl Juan,, nantilah,," ucap Raka lalu menutup matanya tidak ingin memikirkan saat ini Kenan pasti sedang menggarap Friska.


Juan hanya geleng-geleng kepala melihat Raka yang belum bisa melupakan Friska.


Juan merasa lega sedikit karena Raka tidak segila Dafa yang melakukan segala cara supaya bisa bersama dengan Friska,, karena jika Raka yang seperti itu bisa-bisa akan menjadi lawan berat Kenan. Kekuasaan Dafa juga tidak bisa dianggap remeh. Musuh paling mengerikan adalah teman dekat.

__ADS_1


Sementara di Hotel....


Setelah enak-enak dengan istrinya,, Kenan segera memesan makanan untuk mereka berdua,, mengisi tenaga sebelum Kenan menggarap Friska lagi.


Friska saat ini benar-benar sangat malu,, bagaimana bisa Friska hanya pasrah ketika Kenan memasukinya di kamar mandi juga.


Kenan mengecup pipi Friska yang saat ini sedang memerah karena malu.


Friska hanya diam,, takut jika melarang berakhir dimasuki Kenan lagi.


Kenan benar-benar gemas melihat Friska yang hanya diam saja sambil menahan malu. Kenan lalu membawa Friska duduk di atas pahanya dengan Friska yang menghadap ke arahnya.


"Malu yah?" goda Kenan lalu mencium belahan gunung kembar yang sangat menantang itu membuat Friska lagi-lagi meremang.

__ADS_1


"Em jangan,," ucap Friska dengan suara sedikit mendesah.


Kenan memang sangat menghafal titik-titik sensitif tubuh istrinya,, mendengar suara Friska seperti keenakan membuat Kenan tersenyum penuh kemenangan.


"Iya jangan lama-lama kan sayang?" bisik Kenan lembut lalu kembali mencium belahan gunung kembar Friska.


Friska lagi-lagi tidak bisa menahan suaranya karena keenakan.


"Kamu harus makan dulu istriku,, aku takut kamu kenapa-kenapa karena aku gempur terus,," ucap Kenan yang berusaha menahan diri,, lalu segera membaringkan tubuh Friska lalu memeluknya,, sambil menunggu makanan mereka datang.


Wajah Friska benar-benar seperti kepiting rebus begitu mendengar ucapan Kenan,, dan bisa-bisanya Friska merasakan keenakan bukan kepalang,, Friska benar-benar sudah tidak mengerti dengan dirinya sendiri yang awal-awal menolak lama-lama pasrah.


###############

__ADS_1


Sementara Cika dan Adelia benar-benar sangat kesal begitu mengetahui ternyata Kenan sudah lama sehat bahkan Kenan saat ini tidak berada di Indonesia,, yang mereka kesal kan bukan Kenan yang telah sehat tapi karena Kenan saat ini pergi mencari istrinya. Bahkan dengan gilanya Cika malah menyusul Kenan.


__ADS_2