Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Lari terbirit-birit


__ADS_3

Lahh kok om yang marah, ihh ngeselin banget harusnya aku dong yang marah, aneh banget bentak-bentak aku lagi. Ok marah ajah, aku juga bisa marah ucap Friska kemudian pergi mengunci kamarnya dan tidur.


Sedangkan di kamarnya Kenan langsung pergi berendam di kamar mandi sambil ngomel-ngomel.


Benar-benar yah katanya untuk suaminya, lah aku ini siapanya coba nyata-nyata aku suaminya massa cuma pegang itu saja dia melarangnya. Tapi emang sih aku udah buat perjanjian dengan dia hanya saja kenapa aku kayak malas banget sama perjanjian itu yah ucap Kenan.


Ya ampun Kenan kamu mikir apa sih, sudahlah kalau dia nggak mau lagian ini bukan salah dia sepenuhnya, ini salah perjanjian itu, hampir saja aku khilaf tadi susah banget sih nahannya padahal waktu sama Adelia aku bisa nahan. Ehh tapi tetap saja dia juga salah kok dia kan istriku, awas saja kalau dia nggak minta maaf ucap Kenan lagi.


Kenan pun selesai dengan urusannya di kamar mandi, dia pun keluar pikirnya di luar ada Friska yang bakalan minta maaf tapi dugaannya salah di luar tidak ada Friska. Padahal Kenan sengaja tidak mengunci kamarnya supaya Friska bisa masuk.


Wahh benar-benar yah anak kecil itu, kok dia nggak nyusul aku sih ucap Kenan sambil memakai pakaiannya.


Oke aku bakalan ngambek sama kamu anak kecil ucap Kenan lagi sambil tiduran di tempat tidurnya.


Kenan pun berusaha untuk tidur tapi tidak bisa, dia sudah balik kanan, balik kiri sambil memeluk gulingnya tetap saja dia tidak bisa tidur.


Kenan pun menyerah dan pergi menuju kamar Friska. Di bukanya pintu kamar Friska tapi tidak bisa karena Friska mengunci pintu kamarnya.


Oh my god, beraninya dia mengunci kamarnya. Untung aku punya kunci cadangan ucap Kenan sambil pergi mengambil kunci cadangan di kamarnya.


Setelah itu Kenan pun membuka pintu kamar Friska pelan-pelan, dia mengintip sedikit memastikan Friska masih bangun atau sudah tidur. Setelah melihat Friska yang sudah tidur, Kenan pun masuk lalu mengunci kamar Friska kembali kemudian berjalan mendekati tempat tidur Friska.


"Lihat anak kecil ini dengan santainya dia tidur dan aku nggak bisa tidur, dia nggak minta maaf lagi padahal aku lagi ngambek sama dia, benar-benar istri yang tidak pengertian" omel Kenan.


"Jadi om beneran marah sama aku" ucap Friska membuka matanya lalu bangun berdiri di hadapan Kenan.


"Kamu belum tidur?" tanya Kenan dengan wajah kagetnya.


"Belum om, tadi pengennya mau tidur tapi tidak bisa, karena kepikiran om yang marah atau tidak sama aku,tadi pengennya aku nggak mikirin tapi tetap saja aku mikirin, dan ternyata om beneran marah" ucap Friska. Om jangan marah yah, aku nggak biasa kalau ada orang yang marah sama aku apalagi om rayu Friska sambil memeluk Kenan.


"Sudah ayo kita tidur, maafin aku tadi yang membentak kamu dan hampir mengingkari perjanjian kita" ucap Kenan membalas pelukan Friska kemudian menggendong tubuh Friska dan membaringkannya lagi ke tempat tidur Friska dan Kenan juga ikut baring di samping Friska dengan memeluk Friska.


"Iya aku udah maafin kok om. Aku juga minta maaf sama om karena udah buat om marah" ucap Friska.


"Iya aku udah maafin" ucap Kenan.


"Om mau tidur lagi disini?" tanya Friska dengan polosnya padahal sudah jelas Kenan sedang berbaring di tempat tidurnya sambil memeluk dirinya masih lagi dia pertanyakan.


"Iya aku mau tidur disini istriku, AC di kamarku lagi rusak jadi aku kepanasan nanti besok aku suruh tukang service untuk memperbaikinya" alasan Kenan.


"Kan ada kamar lain om" ucap Friska.

__ADS_1


"Tapi disini yang paling dekat istriku" ucap Kenan yang sudah gemas dengan Friska.


"Oh gitu yah. Terus om masuk kesini gimana caranya, tadi kan kamarnya aku kunci?" tanya Friska kepada Kenan yang sedang asik mencium lehernya.


"Kamu lupa yah ini rumah aku, jadi pasti aku punya kunci cadangannya" ucap Kenan.


"Iya juga yah" ucap Friska.


"Tidurlah, kamu kan besok mau pergi sekolah" ucap Kenan.


"Iya deh, oh iya motorku udah ada belum om?" tanya Friska lagi.


"Belum, besok pagi pasti Juan akan menyuruh orang untuk membawakan motor.mu dan aku akan menggunakan mobilmu" ucap Kenan.


"Begitu yah, ya udah om juga tidur jangan peluk-peluk terus" ucap Friska.


"Sudah kamu nggak usah bawel, aku marah nih, dan kamu mau jadi istri durhaka" ancam Kenan.


"Iihh apaan sih om, peluk deh peluk asal om bahagia" ucap Friska sambil menenggelamkan kepalanya di dada Kenan lalu memejamkan matanya.


Kenan hanya tersenyum melihat tingkah Friska sambil mencium rambut Friska.


Friska pun sudah tertidur dan Kenan juga ikut tidur, Kenan baru merasa mengantuk ketika sudah tidur di samping Friska sambil memeluknya.


Pagi harinya


Friska bangun dan melihat tangan Kenan yang masih setia memeluknya.


"Om bangun om" ucap Friska.


"Heem bentar" ucap Kenan.


"Om aku mau buat sarapan loh, tangan om ini lepasin dulu bisa?" tanya Friska.


"Satu sya... belum selesai Kenan berbicara, Friska langsung saja mencium bibir Kenan.


Kenan pun menahan Friska agar ciuman mereka lama karena biasanya Friska hanya mencium sekilas saja bibir Kenan.


"Om mau bunuh aku yah, masih dendam yah sama aku" ucap Friska sambil menghirup oksigen ketika Kenan melepaskan ciumannya dan bangun duduk di tempat tidurnya.


"Makanya bernafas istriku" ucap Kenan membuka matanya sambil tertawa. Lagian kamu juga cium aku terus, aku nggak suka tahu dicium sambung Kenan lagi sambil bangun dan duduk juga.

__ADS_1


"Terus kenapa om menahan aku, ngeselin banget" ucap Friska dengan wajah kesalnya.


"Itu karena aku ingin membahagiakan anak kecil di pagi hari, pasti kamu tidak suka kan kalau kamu cium aku cepat" ucap Kenan sambil melihat wajah Friska yang sedang kesal tapi sangat imut dimata Kenan.


"Om kepedean banget, emang tadi itu aku cuma mau mencium om sebentar ajah kok" ucap Friska tidak terima dengan perkataan Kenan.


Kenan langsung menarik tubuh Friska hingga Friska berbaring kembali kemudian Kenan menindih tubuh Friska.


"Benarkah?" tanya Kenan sambil membelai lembut wajah Friska.


"Iya om beneran" ucap Friska gugup karena Kenan menindih tubuhnya lagi.


"Istriku kenapa kamu sangat gugup?" tanya Kenan masih membelai lembut wajah Friska.


"Aku nggak gugup santai ajah" ucap Friska berusaha terlihat biasa saja.


Kenan langsung saja mencium leher Friska.


"Om kenapa sih suka banget cium leher aku, geli om" ucap Friska karena memang dia sangat kegelian.


"Ya udah aku cium yang lain ajah" ucap Kenan tersenyum nakal.


"Aaaa om mesum banget" teriak Friska.


"Suamimu ini mencium yang lain istriku tadi kamu bilang aku mencium lehermu terus" ucap Kenan.


"Bukan gitu juga maksud aku om" ucap Friska sambil menahan Kenan.


"Udah pokoknya kamu udah bilang kayak gitu tadi, kamu jangan bawel kamu mau jadi istri durhaka" ucap Kenan sambil mencoba membuka baju Friska.


Friska yang berfikir mesti berbuat apa di satu sisi takut durhaka sama suami di sisi lain tidak mau kalau sampai Kenan melakukan hal lebih, Friska tidak sadar kalau Kenan sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Kenan pun menelan salivanya melihat lekukan atas tubuh Friska. Tangan Kenan mulai menjalar ke dada dan tubuh Friska namun ponsel Kenan tiba-tiba bunyi yang membuat Kenan lengah sedikit karena mendengar ponselnya bunyi, hal itu membuat Friska mengambil kesempatan untuk melarikan diri dari Kenan.


"Om mandilah aku turun buat sarapan" ucap Friska sambil memakai kembali bajunya lalu lari terbirit-birit keluar kamar.


Siall!!! siapa yang berani meneleponku pagi-pagi begini. Ucap Kenan dengan emosinya


Ketika Kenan melihat ponselnya dengan segera Kenan mengangkat teleponnya.


"Halo apa ada informasi?" tanya Kenan dengan segera dan sangat bersemangat.

__ADS_1


"Ada tuan. Aku sudah mendapatkan informasi keberadaan Adelia sekarang" ucap seseorang tersebut dari balik telepon.


__ADS_2