Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Hati-hati


__ADS_3

"Sayang kamu mau kemana?" tanya Adelia yang melihat Kenan keluar dari kamarnya.


"Mau pulang sayang" ucap Kenan.


"Kok cepat banget, selesai makan malam deh sayang kamu pulangnya, aku pesan makanan yah" ucap Adelia karena Adelia tidak tahu memasak.


Pulang ke rumah ajah deh siapa tahu anak kecil itu udah pulang dan udah masak walaupun aku masih sangat jengkel, tapi aku udah biasa makan masakannya hingga aku nggak berselera makan-makanan yang lain batin Kenan.


"Sayang kamu mau kan?" tanya Adelia.


"Nggak usah sayang aku mau pulang saja di rumah" ucap Kenan.


"Ya udah hati-hati yah sayang" ucap Adelia.


"Iya" kata Kenan kemudian berjalan keluar dari apartemen Adelia.


Kirain dia mau ngajakin aku pergi belanja, tahu-tahunya dia cuma datang numpang rebahan ucap Adelia kesal.


#####


Friska tiba duluan di rumah. Friska pun memarkirkan motor di tempatnya.


Oh, om Kenan belum pulang ucap Friska yang belum melihat mobilnya yang di gunakan oleh Kenan. Lebih baik aku masuk rumah cepat terus masak buat makan malam sebelum om Kenan pulang, terus ajak om Kenan makan malam dan minta maaf, ide kamu benar-benar bagus Friska ucap Friska lagi kepada dirinya sendiri.


Friska pun masuk dan menyiapkan semuanya.


#####


Kenan pun sampai di rumah, dia melihat motor Friska sudah terparkir di tempatnya.


Oh ingat pulang juga yah anak kecil itu, kirain dia belum pulang hampir aku susul dengan kayu ucap Kenan sambil melihat jam. Heem ini udah dekat waktu makan malam, apa mungkin dia lagi memasak yah ucap Kenan lagi.


Kenan pun keluar dari dalam mobil, terus masuk ke dalam rumah dengan langkah pelan. Kenan berjalan pelan sekali menuju dapur dan benar dugaannya kalau Friska lagi memasak, Kenan tersenyum kemudian berjalan masuk ke kamarnya.


Sedangkan Friska tidak mengetahui kedatangan Kenan, karena ketika Kenan ke dapur Friska lagi membelakangi Kenan.


Kenan masuk ke kamarnya lalu membersihkan tubuhnya kemudian rebahan di tempat tidurnya. Kenan kembali mengingat kejadian Friska dan Dafa yang di lihatnya sore tadi dan itu membuat hatinya panas.


Anak kecil itu bahagia banget bersama cowok itu dan mesra banget, apa mereka beneran pacaran, dia selingkuh dari aku. Tapi aku sudah melarangnya buat pacaran ucap Kenan yang pusing menebak-nebak sendiri mau bertanya tapi gengsi dan juga masih sangat kesal.


#####

__ADS_1


Sedangkan Friska sudah selesai menyiapkan makan malam.


"Apa om Kenan belum pulang, lebih baik aku cek dulu mobilnya" ucap Friska sambil keluar mengecek.


Loh ini mobil om Kenan berarti om Kenan udah pulang dong, kok aku nggak tahu yah. Pasti om Kenan ada di kamarnya nih sekarang, lebih baik aku ke kamarnya ucap Friska sambil berjalan masuk menuju kamar Kenan.


#####


Tiba di depan pintu kamar Kenan, Friska pun mengetuk pintu kamar Kenan.


Kenan mendengar ketukan pintu itu namun dia tak kunjung pergi membukanya.


Apa om Kenan sudah tidur lagi tapi cepat banget pikir Friska.


Munculah ide ekstrim Friska.


Friska masuk ke kamarnya kemudian menuju balkon kamarnya, Friska pergi ke kamar Kenan lewat balkon kamar.


Kenan tidak menyadari kalau Friska sudah ada di kamarnya.


Benar-benar yah ini om dari tadi aku ngetuk pintu, dia nggak bukain, aku pikir dia tidur ternyata dia cuma dengar-dengar doang, ngeselin banget batin Friska.


Kenan bangun dari rebahannya dan langsung duduk dia benar-benar terkejut melihat Friska yang sudah berada di dalam kamarnya.


"Kenapa kamu bisa ada di dalam kamarku?" tanya Kenan dengan wajah terkejutnya.


"Tuh aku lewat situ om" ucap Friska santai sambil menunjuk balkon kamar Kenan.


"Apa!!! kamu sudah bosan hidup yah, kalau kamu jatuh kamu itu sudah pasti meninggal tahu nggak" teriak Kenan dan tak habis pikir dengan kelakuan Friska.


"Yah abis om, nggak mau buka pintu kamar om, padahal aku udah ketuk dari tadi tahu nggak om" ucap Friska. Aku kan mau ajakin om makan malam sambung Friska lagi.


Kenan tiba-tiba mengingat Friska yang di bonceng tadi sore dengan Dafa, dengan wajah yang sangat gembira, membuat hati Kenan kembali panas.


"Kamu tahu aku nggak mau buka pintu karena aku malas melihat wajahmu, memakan masakanmu, di sentuh sama kamu, lebih baik kamu jangan memperlihatkan wajahmu di hadapanku bentak Kenan.


Friska yang mendengar bentakan Kenan sangat terkejut, karena dia memang tidak terbiasa dengan bentakan.


Tanpa berkata apapun, Friska keluar dari kamar Kenan, tapi dia keluar sudah melalui pintu kamar Kenan bukan lagi melalui balkon. Friska tak lupa membanting pintu kamar Kenan ketika sudah di luar membuat Kenan sedikit kaget.


#####

__ADS_1


Friska pun ke kamarnya dengan perasaan kesal.


Dasar om nyebelin, kalau mau usir aku dari sini ngomong baik-baik dong jangan bentak-bentak aku, aku kan jadi kaget. Lebih baik aku kembali ke rumahku kalau di sini pasti dia akan melihatku ucap Friska sambil mengambil buku yang dia perlukan dan barang lain kemudian dia masukkan di dalam tasnya tak lupa dia menaruh kartu yang di berikan oleh Kenan di atas tempat tidurnya.


Friska tidak membawa kartu yang di berikan oleh Kenan dan dia juga tidak membawa baju hanya beberapa pakaian dalam saja yang dia bawah, karena dia berniat mau tidur saja di rumah Salsa. Untuk pakaiannya ada banyak baju Salsa dan di rumah Friska juga ada banyak bajunya.


Friska pun keluar dari kamar menuruni anak tangga, dia tidak menengok sedikit pun di kamar Kenan. Kemudian Friska ke dapur.


Mendingan aku makan dulu, aku udah lapar sayang juga kalau nggak di makan ini, aku udah capek masak ucap Friska.


Friska pun makan dengan lahapnya tapi dia tidak menghabiskan semuanya karena memang dia masak banyak.


Udah ahh biarin ajah, nanti om Kenan yang buang aku nggak bisa buang makanan ucap Friska lagi.


Friska pun mencuci piringnya terlebih dahulu bekas dia makan kemudian keluar rumah menuju ke motornya lalu berangkat ke rumah Salsa.


Pak satpam di rumah Kenan pun bertanya kepada Friska, karena tumben Friska keluar malam. Friska pun bilang kalau dia mau tidur di rumah temannya dan Kenan sudah izinkan.


Pak satpam pun tak banyak tanya lagi.


#####


Di jalan Friska menelepon Salsa terlebih dahulu.


"Halo Fris, tumben loe nelfon?" tanya Salsa dari balik telepon.


"Gue tidur di rumah loe yah, nggak ada teman kan loe" ucap Friska.


"Iya nggak ada. Tapi gue nggak salah dengar nih, emang loe nggak di larang sama pak Kenan?" tanya Salsa.


"Nggak, bentar kita gosip" ucap Friska.


"Oke sayangku. Gue telfon Ela deh biar tambah rame" usul Salsa.


"Okelah. gue matiin dulu. Gue udah di jalan mau ke rumah loe" ucap Friska.


"Oke hati-hati" ucap Salsa.


"Iya" ucap Friska.


Friska pun mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2