
Sementara Raka masih di tempat yang sama,, berbagai cara Raka lakukan agar bisa dibebaskan namun tidak ada yang berhasil,, anak buah Kenan benar-benar tidak bisa berkhianat pada Kenan,, dan hal itu membuat Raka benar-benar sangat kesal.
"Hei,, mau sampai kapan kalian mengurung aku di sini?" tanya Raka penuh kekesalan sambil melihat wajah anak buah Kenan satu persatu karena dia akan membalas mereka jika dia sudah dibebaskan oleh Kenan.
"Sampai tuan Kenan menyuruh kami untuk melepaskan tuan," ucap salah satu anak buah Kenan.
"Berarti kalau tahun depan Kenan menyuruh kalian,, tahun depan juga kalian akan melepaskan aku,, begitu?" tanya Raka dengan ekspresi wajah kesal.
Dengan segera anak buah Kenan menganggukkan kepalanya.
"Iya tuan,, kalau itu keputusan tuan Kenan maka kami akan mengikutinya tuan," ucap anak buah Kenan lagi yang membuat Raka langsung melongo tak percaya.
"Kalian pikir aku nggak akan dicari jika kalian mengurung ku terus," ucap Raka kesal.
__ADS_1
"Mungkin tuan akan dicari,, tapi kami akan selalu mengikuti perintah tuan Kenan,, kami hanya menjalankan perintah saja tuan,," ucap anak buah Kenan lagi.
Benar-benar yah nih anak buah Kenan, ngeselin banget,, dibayar berapa sih mereka sampai-sampai patuh banget sama Kenan? batin Raka.
"Kalian dibayar berapa? kalian sangat patuh pada Kenan,, dengarkan aku yah sekali lagi,, aku akan membayar berapa pun yang kalian mau asal kalian segera lepaskan aku,, seumur hidup aku baru kali ini disandera seperti ini,, aku benar-benar nggak terima yah diperlakukan seperti ini,," omel Raka lagi.
"Kami hanya menerima bayaran dari tuan Kenan,, berapapun tuan akan membayar kami,,, kami tetap tidak mau,, karena tuan Kenan bos kami,, kalau kami mengkhianati tuan Kenan,, uang itu tidak akan ada artinya lagi karena kami pasti tidak bisa hidup tenang,," ucap anak buah Kenan lagi sambil melihat Raka yang tampak frustasi merayu anak buah Kenan agar mau melepaskan dirinya.
"Lagian tuan ini adalah tempat sandera terbagus yang pernah tuan Kenan perintahkan kami untuk menyandera orang,, selain ditempat ini tidak ada lagi tuan tempat sandera yang bagus,," ucap anak buah Kenan lagi.
Hmmm masih baik juga tuh si Kenan,, tapi apa yang dia lakukan sekarang tuh benar-benar suatu kesalahan,, atau jangan-jangan dia menyandera aku ditempat sebagus ini hanya supaya aku mau menutup mulut agar tidak memberitahukan kepada tante mengenai kelakuan dia tadi? batin Raka yang penuh tanda tanya.
"Akhh sudahlah aku malas berpikir,, aku harus memikirkan cara supaya terbebas dari tempat ini,," gumam Raka pelan.
__ADS_1
####################
Malam harinya...
Sampai saat ini Kenan tak lagi menelepon Friska, tapi itu tidak membuat Friska kesal atau bertanya-tanya lagi,, Friska sudah tidak perduli pada Kenan,, mau apapun yang dia lakukan,, Friska lebih memilih tidur cepat karena Friska tau Kenan juga tak akan pulang ke rumah. Bahkan Friska sampai menonaktifkan ponselnya.
Lebih baik tidur daripada memikirkan suami yang tak tau kemana,, batin Friska lalu dengan segera tidur.
Tengah malam tepat pukul 12 malam...
Kenan tersenyum lembut sambil membawa kue ulang tahun yang sudah dia siapkan.
"Sepertinya dia sangat kesal hingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang ulang tahun,, istriku sangat cantik bahkan ketika tidur pun,, tunggu hukuman mu yah sayang karena bermesraan tadi,," ucap Kenan sambil berjalan ke dekat Friska.
__ADS_1
"Happy birthday istriku sayang,," ucap Kenan sambil mencium seluruh wajah Friska agar Friska terbangun dari tidurnya.