
"Kamu nggak usah tahu urusan orang besar, buatkan suami kamu makanan, aku sudah lapar ini" ucap Kenan.
"Iya om" ucap Friska.
"Siapa suruh juga nggak makan dari tadi akhirnya sekarang kelaparan kan" gumam Friska yang tidak terlalu jelas di dengar Kenan.
"Apa katamu?" tanya Kenan.
"Aku bilang om duduk diam di situ dan di sini aku bakalan buatin makanan cepat" ucap Friska asal.
Kenan pun mengikuti perintah Friska, setelah masak Kenan segera makan dengan lahapnya seperti orang yang tidak makan berhari-hari, Friska sedikit heran melihat Kenan. Nah memang Kenan tidak enak makan selama di tinggal Friska.
Setelah makan Friska segera membersihkan piring kotor bekas makan Kenan. Kenan masih setia menunggunya, Kenan yang benar-benar sudah pengen tidur langsung mendekati Friska dan memeluknya lagi.
"Istriku besok saja kamu bersihin itu, ayo kita ke kamar" ucap Kenan lalu mencium pipi Friska.
"Om duluan ajah nanti aku nyusul, bibir om ini yah nggak lama aku tempelkan penggorengan tahu nggak, mencium terus" protes Friska dengan santainya.
Kenan langsung membalikkan tubuh Friska agar menghadapnya lalu dia mencium bibir Friska sangat lama.
"Itu hukuman kamu, bisa-bisanya bibir suamimu mau di tempelkan penggorengan, di tempelkan bibir kamu kan bagus" ucap Kenan lalu tersenyum.
Friska malas berdebat dia pun melanjutkan lagi pekerjaannya yang tinggal sedikit dengan Kenan yang masih setia memeluknya seperti Friska akan kabur saja. Setelah selesai mereka segera berjalan melangkahkan kaki ke anak tangga, menapaki anak tangga satu persatu menuju ke kamar. Begitu mau masuk ke dalam kamar Kenan, Friska berhenti dan menoleh ke kamarnya.
"Istriku ini kamar kita, bukan itu lagi kamar kamu sendiri" ucap Kenan sambil menunjuk kamar di sebelahnya.
"Ayo masuk" ucap Kenan lagi sambil menarik pelan tangan Friska lalu mengunci pintu kamarnya.
Setelah masuk ke dalam kamar Kenan segera menyikat giginya terlebih dahulu sebelum tidur karena tadi dia habis makan sedangkan Friska tidak menyikat giginya karena tadi dia tidak makan hanya menemani Kenan dan dia sudah menyikat giginya sewaktu mandi tadi.
Friska berbaring di tempat tidurnya. Lalu memakai selimut menunggu Kenan selesai dengan urusannya. Kenan keluar dan melihat Friska yang sudah berbaring di tempat tidurnya, Kenan segera berjalan menuju tempat tidurnya ikut berbaring juga dan dia memakai selimut yang sama dengan Friska.
Friska langsung memeluk Kenan begitu Kenan membaringkan tubuhnya, Kenan sangat senang dengan kelakuan Friska yang satu ini.
"Om aku boleh gantian yah, aku dingin nih pakai celana pendek begini" rayu Friska kepada Kenan.
"Peluk aku ajah kalau dingin" ucap Kenan santai.
Nggak ada gunanya merayunya batin Friska.
"Om ponsel aku mana? tanya Friska yang kebetulan ingat dengan ponselnya.
__ADS_1
"Buat apa istriku?" tanya Kenan balik lalu membalas pelukan Friska.
"Mau ngabarin sahabat aku om, pasti mereka khawatir sama aku, gara-gara om waktu jemput aku kayak orang lagi marah-marah" ucap Friska.
"Tapi kan kamu baik-baik ajah sekarang" ucap Kenan sambil mencium rambut Friska.
"Makanya aku mau ngabarin om supaya mereka nggak usah panikan, boleh yah om" rayu Friska lagi.
"Ya udah cium dulu, di bibir jangan di pipi" ucap Kenan sambil menunjuk bibirnya.
Friska bangun dari rebahannya dan langsung mencium Kenan yang lagi rebahan.
"Sudah" ucap Friska setelah mencium Kenan.
"Kurang lama" ucap Kenan.
Friska benar-benar jengkel namun tetap dia mencium Kenan lagi demi ponselnya, Kenan menahan Friska agar ciumannya lebih lama lagi dan tangannya yang satu sudah memegang apa yang dia inginkan. Friska hanya diam saja percuma di lawan nanti bisa-bisa ponselnya tidak di berikan oleh Kenan sedangkan Kenan tersenyum dalam hatinya karena Friska tidak melawan dan tidak melarangnya.
Setelah Kenan merasa cukup dia pun menyuruh Friska untuk rebahan lagi dan mengambilkan ponsel Friska.
Ternyata om nyimpannya di situ, kalau aku tahu aku bisa ambil sendiri tadi batin Friska.
#####
Bahkan satu persatu dari mereka sudah menghubungi Friska, namun tetap sama ponsel Friska belum aktif juga.
"Kok ponsel Friska belum aktif-aktif yah" ucap Jojo.
"Iya nih, gue jadi tambah khawatir jangan-jangan sudah terjadi sesuatu dengan Friska" ucap Farel.
"Loe jangan bilang gitu dong, takut gue" ucap Salsa.
"Jangan-jangan sekarang pak Kenan sudah memutilasi Friska" ucap Farel semakin menjadi-jadi.
Ela langsung saja menjitak kepala Farel membuat Farel meringis kesakitan.
"Loe jangan bicara sembarangan deh Farel" ucap Ela setelah menjitak kepala Farel.
"Iya tapi loe jangan jitak kepala gue dong, sakit tahu" ucap Farel.
"Udah deh kalian nggak usah berisik" ucap Ardi.
__ADS_1
"Benar tuh yang di bilang Ardi, sekarang kita mesti gimana nih, kita tunggu sampai ponsel Friska aktif?" tanya Haris.
"Iya kita tunggu ajah, siapa tahu bentar lagi aktif atau Friska sendiri yang bakal hubungin kita" ucap Dafa.
Mereka sepakat menunggu kabar dari Friska lagi.
#####
Friska langsung saja mengaktifkan ponselnya ketika Kenan memberikan dia ponselnya. Kenan langsung berbaring lagi di samping Friska setelah memberikan ponsel Friska.
Kenan terus saja menciumi Friska yang membuat Friska kegelian.
"Om jangan gitu, geli" ucap Friska.
Namun Kenan tidak perduli dia masih saja melakukan aktivitasnya. Friska akhirnya membiarkan saja sambil menahan gelinya.
"Ya ampun banyak banget pesan aku" ucap Friska kaget setelah ponselnya aktif karena banyak banget pesan yang masuk di ponselnya, di whatsapp dia juga banyak pesan, panggilan tak terjawab pun banyak.
Kenan menghentikan aktivitasnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan kepada Friska. Kenan melototkan matanya melihat pesan yang lebih banyak dari cowok dari pada dari cewek, panggilan tak terjawab pun semuanya dari cowok.
"Istriku ada yang ingin kamu jelaskan sama suamimu tidak?" tanya Kenan dengan raut wajah yang sudah kesal.
"Haa nggak ada om, emang aku mau jelaskan apa?" tanya Friska dengan raut wajah herannya.
Kenan langsung mencium bibir Friska, karena melihat ekspresi wajah Friska yang seperti tidak merasa bersalah, tidak tahu apa-apa dan sangat menggemaskan di mata Kenan padahal sekarang Kenan juga merasa kesal.
"Itu kenapa ponsel kamu seperti asrama putra gitu" ucap Kenan setelah mengakhiri ciumannya.
"Haa asrama putra gimana sih om, aku nggak ngerti?" tanya Friska dengan perasaan bingungnya.
"Kenapa banyak banget cowok yang mengirimkan pesan sama kamu bahkan panggilan whatsapp kamu semuanya cowok, kamu selingkuh yah," tuduh Kenan.
Friska hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kenan.
"Om sahabat aku itu memang banyak cowok jadi wajar, dan aku ini istri om mana mungkin aku selingkuh, walaupun aku cantik, body aduhai dan banyak yang antri di belakang tapi kalau aku masih istri om, aku nggak bakalan macam-macam om, aku hanya milik om, oke" ucap Friska sambil membelai wajah Kenan lalu mengecup bibir Kenan sekilas.
Friska memakai mode cara menenangkan bayi besar menurut Friska.
Kenan senang dengan perlakuan Friska ketika menjelaskan kepadanya.
Kamu memang hanya milik aku batin Kenan.
__ADS_1
Di saat Kenan ingin mencium bibir Friska lagi ponsel Friska tiba-tiba saja berdering.