
"Beneran Rel?" tanya Ela.
"Loe bilang gini bukan karena kasihan sama gue kan?" tanya Ela.
"Yah nggak lah, emang gue lihat tadi mereka biasa ajah kok, kayak orang makan pada umumnya nggak mesra-mesra gitu," ucap Farel.
Tante mungkin emang gitu kali yah kalau pacaran, aku dan tante kan beda, aku alay orangnya sedangkan tante Syeila udah dewasa jadi wajar ajah sih, batin Ela.
"Kenapa loe diam Ela?" tanya Farel.
"Nggak kenapa-kenapa kok, oke deh kalau gitu," ucap Ela.
"Loe lagi dimana sekarang Rel?" tanya Ela.
"Gue lagi di jalan sekarang, tadi gue berhenti mau karena mau nelfon loe," jawab Farel.
"Yang lain kemana?" tanya Ela lagi.
"Udah balik duluan," jawab Farel.
"Oh gitu, ya udah loe balik deh sekarang udah mau larut nih, hati-hati yah loe," ucap Ela.
"Iya, gue tutup dulu kalau gitu," ucap Farel.
"Ehh tunggu Rel," ucap Ela cepat.
"Kenapa Ela?" tanya Farel.
"Tadi makanan gue siapa yang bayar yah, kan tadi gue langsung pulang ajah, dan belum bayar makanan gue," ucap Ela sambil nyengir.
"Oh itu gue yang bayarin loe, nggak usah di pikir," ucap Farel.
"Makasih Rel, kalau gue ketemu loe gue ganti," ucap Ela.
"Udah nggak usah ganti, ikhlas kok gue," ucap Farel.
"Beneran loe Rel?" tanya Ela.
"Iyalah beneran, ngapain juga gue bohong sih Ela," ucap Farel gemas.
"Makasih lagi kalau gitu Rel, loe emang yang terbaik dahh," ucap Ela.
"Iya tahu kok gue, baru sadar yah loe dulu kemana ajah loe" ucap Farel lalu tertawa.
"Kambuh deh kepedeannya, balik loe sono, hati-hati yah," ucap Farel.
__ADS_1
"Oke deh, gue tutup dulu kalau gitu," ucap Farel.
"Iya," kata Ela.
Lalu Farel segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela dan segera pulang ke rumahnya.
Usaha gue selama ini untuk melupakan kak Juan, hancur begitu saja ketika bertemu tidak cukup satu jam, ya ampun Ela loe mesti ulang dari nol lagi untuk melupakan kak Juan, kenapa kak Juan harus bersikap seperti itu tadi pada aku, akhirnya aku baper lagi kan, lupa lagi kan kalau gue nggak mau cinta lagi sama dia, usaha lagi Ela usaha untuk melupakan kak Juan pacar tante loe sendiri, batin Ela.
Ela segera melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu tadi.
##########
Rumah Syeila.
"Kamu nggak mampir dulu Juan?" tanya Syeila begitu mereka sudah sampai di depan rumah.
"Nggak usah Syeila, ini udah mau larut aku langsung pulang saja," jawab Juan.
"Oke, tapi kamu ingatkan sama kata-kata aku tadi, belajarlah cari wanita lain tidak usah mengharapkan cinta dari anak ababil karena kamu akan sakit hati saja nanti, lagian siapa tahu ajah dia itu udah punya pacar Juan waktu kamu ke luar Negeri, tapi kamu nggak tahu," ucap Syeila yang langsung membuat Juan lemas seketika itu juga.
"Aku masuk dulu, kamu hati-hati yah," ucap Syeila.
"Iya Syeila," ucap Juan.
Syeila segera turun dari mobil Juan dan Juan segera menyetir mobilnya untuk pulang ke rumahnya.
Di jalan Juan selalu kepikiran tentang perkataan Syeila, yang menyuruhnya untuk tidak lagi menyukai Ela karena Ela sudah tidak menyukai dirinya lagi, tapi disisi lain hati Juan ingin bersama Ela karena dia sangat mencintai Ela walaupun Ela masih muda.
Masa sih Ela sudah punya pacar kayaknya nggak mungkin, lagian kalau yang pernah aku lihat dan yang tadi di restoran juga itu cuma teman kelas dia, masa sih mereka pacaran, batin Juan sambil menyetir mobilnya.
"Tapi kalau benar mereka pacaran, gimana dong," gumam Juan.
"Ela kenapa kamu berubah sih sama aku, apa karena aku nggak jelas waktu itu dan selalu menganggap kamu adik saja, tapi kenapa secepat itu kamu lupain aku dan tidak menyukai aku lagi, masa hanya karena itu, kamu bilang suka banget sama aku" gumam Juan lagi.
##############
Pagi hari
"Sayang snorkeling kan hari ini?" tanya Friska sambil mengelus-ngelus dada suaminya yang masih menutup matanya tapi Friska tahu suaminya itu sudah bangun.
Mereka masih ada di tempat tidur.
Kenan tersenyum dan langsung mencium gemas pipi istrinya.
"Iya sayang karena kemarin aku udah selesaikan semuanya jadi hari ini waktunya untuk memanjakan," ucap Kenan sambil membawa istrinya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Yes," ucap Friska senang.
"Kamu pengen banget yah snorkeling hemm?" tanya Kenan.
"Iya sayang, ayo sekarang ajah," ucap Friska penuh semangat.
"Bentaran sayang, sarapan dulu yah," ucap Kenan.
"Oke deh, ya udah ayo bangun," ucap Friska lagi.
"Peluk-peluk dulu sayang," ucap Kenan.
"Isshh yank," ucap Friska manja.
"Nggak snorkeling kalau nggak mau peluk-peluk," ancam Kenan sambil menahan tawanya.
"Ihh main ngancam," ucap Friska sambil menggelitik tubuh Kenan.
Dan itu refleks membuat Kenan merasa kegelian.
"Sayang geli, udah," ucap Kenan.
"Beneran nih nggak mau udahan, aku minta jatah nih sebelum sarapan," ucap Kenan.
Friska langsung diam.
"Nih aku udahan sayang, ayo sarapan," ucap Friska.
" Peluk-peluk dulu," ucap Kenan lagi sambil menarik istrinya ke dalam pelukannya lagi.
Gini amat punya suami batin Friska.
Setelah puas pelukan-pelukannya di tambah Kenan yang akhirnya meminta jatah juga karena tidak tahan si jon sudah terbangun.
Mereka akhirnya keluar kamar untuk sarapan dengan mandi terlebih dahulu, anak buah Kenan yang laki-laki sudah kembali ke dalam kurungan lagi atas perintah Kenan.
Friska keluar dengan sembunyi-sembunyi di belakang Kenan, karena dia malu pada pelayan, banyak tanda yang di buat Kenan di lehernya bahkan ada yang masih baru karena Kenan yang setiap bercinta pasti meninggalkan tanda kepemilikannya dan di tambah lagi baju Friska yang sexy.
"Istriku sayang kenapa sembunyi, ayo sini di samping aku," ucap Kenan lembut sambil tersenyum.
Pelayan yang mendengarnya langsung tertunduk sambil senyum-senyum, karena bos mereka sangat lembut dan juga romantis pada istrinya dengan terang-terangan, mereka baru melihat sisi lain dari bosnya yang ternyata sangat lembut kepada wanita yang di cintainya padahal bos mereka orang yang dingin dan juga tegas selama ini yang mereka lihat.
"Aku malu yank, ini banyak banget di leher aku yang kamu buat ihh mana tadi kamu tambah lagi, kan lain-lain kalau di liat," ucap Friska pelan tapi Kenan masih mendengarnya.
Kenan hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.
__ADS_1
"Kalian boleh ke tempat lain, istri saya lagi malu, karena di lehernya banyak gigitan nyamuk," ucap Kenan yang membuat Friska semakin malu.
Para pelayan itu pun segera pergi ke tempat lain sambil senyum-senyum, karena mereka mengerti dengan maksud Kenan.