Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Juan sedikit terkejut


__ADS_3

"Dasar kang gosip," ledek Friska.


"Kan belajarnya dari kamu," ucap Kenan.


"Ihh sejak kapan aku ajarin?" tanya Friska.


"Sejak zaman dahulu," jawab Kenan ngawur.


Friska pun langsung tertawa begitu mendengar jawaban suaminya itu.


"Kalau ketawa tambah cantik deh," ucap Kenan sambil tersenyum gemas.


"Semakin larut semakin gombal deh," ucap Friska juga.


"Kamu kalau gombal semakin tampan," ucap Friska lagi.


"Nggak gombal sayang, ini itu beneran," ucap Kenan yang semakin gemas pada istrinya itu.


"Iya deh, oh iya gosipnya apaan?" tanya Friska sambil nyengir.


"Tadi bilangin aku kang gosip, ternyata kamu kepo juga," ucap Kenan.


"Iya dong aku kepo, ayo gosip apa?" tanya Friska.


"Ini gosip tentang Juan sayang," jawab Kenan.


Friska langsung semangat untuk mendengarkan begitu Kenan bilang tentang Juan.


"Apa sayang?" tanya Friska langsung.


"Juan tuh gobloknya kelewatan sayang, aku heran banget kok bisa punya asisten begitu," ucap Kenan yang membuat Friska mengernyitkan keningnya bingung.


"Kok bisa gobloknya kelewatan, emang Om Juan buat kesalahan pas kerja?" tanya Friska.


"Bukan, ini tuh dia buat kesalahan dalam kisah percintaannya, gimana mau nikah coba kalau dianya begitu buat orang yang dia suka jadi mundur alon-alon," ucap Kenan.


"Haa memang om Juan suka sama siapa, kok aku nggak tahu sih," ucap Friska.


"Juan tuh suka sama Ela, hanya dia nggak mau mengakuinya," ucap Kenan.


"Loh kok bisa kamu bicara seperti itu, om Juan habis curhat?" tanya Friska.


"Nggak juga sih," jawab Kenan sambil nyengir.


"Tapi dari gerak-geriknya Juan tuh sebenarnya suka sama Ela, hanya nggak mau ngaku saja dia, terlalu gengsi," ucap Kenan.


"Masa sih, tadi Ela abis bilang kalau om Juan udah tahu Ela mau mundur untuk mengejar dia tapi om Juan nggak respon apa-apa, dia setuju-setuju ajah tuh Ela mundur, om Juan tetap menganggap Ela sebagai adik," ucap Friska.

__ADS_1


"Nah disitu sayang dia gobloknya, membiarkan Ela mundur, lah sementara dia cinta sama Ela," ucap Kenan yang menurut pengamatannya.


"Dia tuh sampai nggak konsen kerja loh tadi," ucap Kenan lagi supaya Friska tidak curiga, padahal Kenan hanya menebak-nebak saja, walaupun dia sebenarnya juga yakin kalau Juan pasti sedang memikirkan Ela sekarang.


Dan di tempat lain Juan masih belum bisa tidur karena masih terngiang-ngiang ucapan Ela. Sedangkan Ela sudah tidur karena dia sangat capek dan malas memikirkan apapun.


"Seriusan?" tanya Friska.


"Iya dong istriku sayang," jawab Kenan.


"Berarti om Juan gengsian dong orangnya," ucap Friska.


"Bukan cuma gengsian tapi di tambah juga bodoh, aku heran banget sama dia tuh," ucap Kenan.


Friska pun langsung tertawa begitu melihat ekspresi suaminya itu, yang terlihat sangat geregetan pada Juan.


"Sudahlah sayang biar om Juan sadar sendiri saja nanti kalau dia memang mencintai Ela atau nggak, karena belum tentu juga sih om Juan itu suka sama Ela, mungkin itu hanya dia tidak biasa saja Ela bersikap seperti itu pada om Juan, biasanya kan Ela mengejar om Juan ehh tapi tadi mau mundur, itulah sebabnya om Juan tidak konsen kerjanya," ucap Friska.


"Hemm iya juga," ucap Kenan.


"Ya udah tidur sana jangan gosip terus, ini udah larut," ucap Friska.


"Iya sayang, kamu juga tidur besok mau ke sekolah," ucap Kenan.


"Iya mau bersih-bersih dulu baru tidur," ucap Friska.


"Miss you too," ucap Friska dengan senyumnya juga.


Kenan pun mencium ponsel membuat Friska tersenyum geli, lalu Kenan segera menutup panggilan video call dengan istrinya.


Friska dengan segera bersih-bersih lalu tidur karena dia juga sudah sangat mengantuk.


######


Pagi harinya Friska bangun, lalu segera ke kamar mandi, setelah itu dia pun berpakaian lalu segera turun sarapan, dia hanya makan roti saja yang simpel.


Nggak asik juga sarapan sendiri, kemarin-kemarin biasanya ada suami batin Friska sambil terus memakan sarapan paginya.


"Loh Ela tumben nelfon nih anak," ucap Friska yang sedang sarapan lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Halo, kenapa Ela? tumben loe nelfon pagi gini," ucap Friska.


"Aduh gini Fris, gue mau tanya loe ke sekolah di antar sopir atau naik motor?" tanya Ela.


"Di antar sopir, kenapa memangnya?" tanya Friska.


"Bisa nggak loe ke rumah gue, motor gue nggak mau bunyi nih, loe singgahin gue kita berangkat bareng," ucap Ela.

__ADS_1


"Oh oke gue kira kenapa, tapi kenapa loe nggak pakai mobil ajah ke sekolahnya, loe punya koleksi mobil banyak gitu," ucap Friska.


"Hemm malas gue nyetir jadi gue telfon loe ajah," ucap Ela.


"Hemm sama, kalau gitu loe tunggu gue ajah, gue udah mau kelar sarapan nih, udah mau berangkat, loe udah selesai pakaian kan?" tanya Friska.


"Udah dong," jawab Ela.


"Sarapan?" tanya Friska lagi.


"Udah juga," jawab Ela.


"Oke bagus, loe tunggu ajah gue jemput," ucap Friska.


"Oke," ucap Ela lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Friska dan menunggu Friska.


#######


Kenan dan Juan baru berangkat kerja agak siangan, karena semalam mereka begadang dan akhirnya mereka berdua sama-sama terlambat bangun. Tapi Kenan puas tidurnya sedangkan Juan sangat susah tidur bahkan hampir tidak tidur.


"Juan kenapa matamu itu ada mata pandanya, nggak tidur kamu semalam?" tanya Kenan karena sebelum masuk ke dalam mobil dia melihat Juan sangat lesu tidak seperti biasanya.


Kenan sekarang kalau pergi kemana-mana akan bersama Juan karena dia malas menyetir. Dan sebenarnya Kenan telah menduga mata Juan begitu karena tidak bisa tidur akibat memikirkan Ela.


"Oh ini karena tidak bisa tidur semalam tuan, saya bisa tidur nanti sudah mau pagi akhirnya sedikit kesiangan, maafkan saya tuan kalau saya juga ikut kesiangan" ucap Juan.


"Okelah saya maafkan," ucap Kenan.


"Tapi kok bisa kamu nggak bisa tidur Juan?" tanya Kenan pura-pura tidak tahu apa-apa padahal dia sudah tahu.


Ini Kenan benar-benar nggak tahu apa-apa atau dia hanya berpura-pura bertanya saja, aku sih yakin pasti dia sudah tahu tentang pembicaraan aku dan Ela, model macam dia ini pasti sudah menguping dia kan kepo orangnya batin Juan.


"Juan aku bertanya padamu kenapa kamu susah tidur, kamu ini bos lagi perhatian sama kamu, ehh kamunya malah diam," ucap Kenan.


"Saya juga tidak tahu tuan kenapa susah tidur," ucap Juan yang tidak mungkin bilang kalau dia terus terngiang-ngian ucapan Ela walaupun kemungkinan besar Kenan sudah tahu menurut Juan, tapi lebih baik dia tidak bilang.


"Oh gitu yah, semoga bentar malam nggak susah tidur lagi yah," ucap Kenan sambil menahan tawanya.


"Iya tuan terima kasih atas perhatiaan tuan," ucap Juan.


"Hemm,"


Begitu masuk ke dalam perusahaan, Juan sedikit terkejut begitu melihat Syeila berada di dalam kantor Kenan.


"Syeila," ucap Juan yang masih di dengar Kenan.


Oh itu yang bernama Syeila batin Kenan.

__ADS_1


__ADS_2