
Sabar Adelia,, sabar,, menghadapi bocah seperti ini memang harus banyak-banyak sabar,, demi dapatkan Kenan kembali kamu harus sabar, ini nggak seberapa kok dengan apa yang akan kamu dapatkan nanti ketika bersama dengan Kenan, batin Adelia yang sedang mencoba menahan sabarnya.
"Aku nggak pura-pura baik kok,, aku memang benar-benar sudah sadar dengan apa yang aku lakukan dulu,, aku juga nggak ada niat sedikit pun untuk merayu dia,," ucap Adelia sambil melihat Kenan dan Friska secara bergantian.
"Lalu? kamu pikir aku percaya gitu,, aku nggak akan percaya,, atau jangan-jangan kamu sudah ada niat buruk lagi yah?" ucap Friska lagi sambil melihat Adelia dengan tatapan mata penuh selidik.
Astaga dia sangat menjengkelkan,, kalau kamu bukan ponakannya Kenan,, sudah lama aku melawan kamu,, batin Adelia kesal.
"Aku benar-benar tulus,, jadi percaya padaku, aku mau berbicara berdua dengan Kenan karena ingin baik-baik saja seperti dulu,," ucap Adelia lagi.
"Aku nggak mau Adelia,, sudahlah jangan lagi kamu kesini,, kita sudah tidak ada urusan,, yang lalu biarlah berlalu,, sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum ponakan ku marah,," ucap Kenan lagi sambil melihat Adelia.
"Please Kenan,, aku nggak mau pergi, aku ingin kita bicara berdua,, aku ingin kita baik-baik saja seperti dulu," ucap Adelia lagi yang membuat Friska kesal.
"Mau nggak kejadian seperti dulu terulang lagi?" tanya Friska sambil melihat Adelia..
Adelia pun langsung teringat betapa sengsara dirinya di tangan Friska dulu.
Adelia langsung bergidik ngeri begitu mengingat itu semua.
__ADS_1
"Emm baiklah aku keluar,, sepertinya ini bukan waktu yang tepat,, aku permisi," ucap Adelia lalu segera berjalan keluar dari dalam ruangan itu.
"Ya ampun kok ada sih cewek nggak tau malu seperti itu? astaga,," ucap Ela sambil geleng-geleng kepala.
"Iya,, dia itu sepertinya sudah putus urat malu nya," ucap Friska.
"Iya kamu benar banget," ucap Ela lagi.
Kenan juga ikut heran dengan Adelia yang masih punya muka menemui dirinya dan yang lain,, setelah semua kebusukan dia ketahuan.
Sementara Adelia tampak kesal dan memikirkan cara lain agar dia bisa mendapatkan Kenan seperti dulu.
################
"Kamu kenapa sih Fris? seperti lagi kepikiran sesuatu," ucap Farel yang melihat Friska memang sedang berpikir..
"Kamu lagi mikirin tante-tante tadi yah Fris? tenang saja kalau dia seperti dulu lagi yah kita buat dia lebih menderita lagi,, biar dia kapok," ucap Ela sambil melihat Friska.
Hmm Ela emang pintar banget merekomendasikan aku alasan,, batin Friska yang kadang bersyukur dengan sok tau Ela.
__ADS_1
"Iya nih,, aku malas banget kalau mengingat wajah tante itu,, ditambah dengan permintaan maaf dia yang aku yakin nggak tulus tuh," ucap Friska lagi.
"Hmm nggak usah terlalu dipikirkan,," ucap Kenan.
"Tuh benar kata pak Kenan,," ucap Ardi.
"Kalian mau kemana nih?" tanya Farel lagi sambil melihat Friska dan yang lainnya.
"Emmm aku ada urusan dengan om ku," ucap Friska.
"Oh,, aku baru mau ngajak kamu Fris ke rumah ku," ucap Ela.
"Lain kali yah," ucap Friska lagi.
"Oke deh," ucap Ela.
"Ya udah balik aja duluan,, aku mau ikut om ku nih," ucap Friska lagi..
"Aku juga mau ikut nih," ucap Raka yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Kenan.
__ADS_1
"Bercanda,,, aku duluan yah,," ucap Raka lagi sambil berjalan menuju ke mobilnya.
Dan yang lain pun ikut pulang,, hingga tinggal Kenan,, Friska dan Juan saja.