
Friska dan Ela langsung saling pandang begitu mendengar ucapan Kenan,, sedangkan sahabat-sahabat mereka juga seperti itu.
Mereka tentu tidak mau kalau Friska pulang lebih dulu,, karena mereka baru ngumpul lagi.
"Pak Kenan beneran Friska pulangnya sekarang?" tanya Dafa.
Kenan benar-benar semakin kesal begitu mendengar pertanyaan Dafa,, dia tentu sudah berpikiran kalau Dafa seperti itu karena ingin lama-lama duduk di dekat istrinya.
Sementara Juan sejak tadi sudah melihat penuh kekesalan juga pada Ela yang ketahuan centil di belakang dia.
"Iya massa bohongan,, dia sudah berani bohong sama aku,, jadi harus diberi sanksi,, supaya nggak di ulangi lagi,," ucap Kenan sambil melihat Friska yang sedang menelan salivanya kasar.
Ya ampun aku bakalan dihukum,,, baru kali ini aku akan dapat hukuman dari suamiku,, batin Friska yang sudah ketar-ketir sendiri,, Friska juga melihat wajah Kenan penuh dengan keseriusan begitu mengucapkan kata-kata itu.
"Ayo pulang,," ucap Kenan sambil menggandeng tangan Friska.
"Beneran nih om?" ucap Friska.
"Iya,, kamu juga Ela lebih baik pulang,, atau semuanya kalian pulang saja lebih baik,,," ucap Kenan yang sudah mengerti dengan Juan,, apalagi melihat Juan yang sedang menahan cemburunya.
__ADS_1
"Iya nggak baik malam-malam masih keluyuran,, Nona Ela ikut sama Nona Friska aja,," ucap Juan dingin.
Hahaha mampus loe Ela bakalan disidang loe,, makanya jangan ganjen,, batin Farel sambil tertawa di dalam hatinya.
"Terus saya gimana?" tanya Elsa yang langsung membuat Juan dan Kenan menoleh pada Elsa.
Enak banget Ela bakalan satu mobil dengan pengusaha terkenal,, batin Elsa.
"Ada gue Elsa yang bakalan antarin loe,, jadi loe tenang aja yah,," ucap Farel sambil tersenyum pada Elsa.
Selain ingin lebih dekat dengan Elsa,, Farel juga mengerti kalau Juan akan bicara dengan Ela.
"Yah nggak dong,," ucap Farel cepat.
"Udah Elsa loe sama gue aja," ucap Haris.
"Oh tidak bisa gue duluan yang menawarkan sama Elsa,," ucap Farel.
Sementara Dafa sebenarnya belum mau kalau Friska akan pulang karena mereka baru ngumpul-ngumpul lagi,, dia ingin lebih menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya sebelum dia melanjutkan kuliah di luar Negeri.
__ADS_1
Sedangkan Jojo hanya memasang wajah bingungnya karena baru ngumpul sudah harus pulang lagi.
"Kamu siapa?" tanya Kenan.
"Dia sepupunya Ela om,," jawab Friska sambil tersenyum dengan harapan kemarahan Kenan bisa reda sedikit namun tetap saja Kenan masih memasang wajah datar dan dinginnya.
"Oh,, ya sudah kamu pulang saja bersama Farel karena dia sudah menawarkan lebih dulu,," ucap Kenan.
Elsa hanya angguk-angguk saja karena tidak menyangka Kenan akan mau berbicara dengan dia.
"Sekarang kalian berdua ayo pulang,, dan semua ini biar aku yang bayar,," ucap Kenan lagi.
Friska dan Ela pun tak ada pilihan lain selain mengikuti ucapan Kenan.
"Ela,, loe sama gue aja,, jangan merepotkan pak Kenan dan pak Juan,," ucap Jojo yang langsung mendapatkan tatapan mata tajam dari Juan.
"Tidak merepotkan sama sekali,," ucap Juan lalu segera menggandeng tangan Ela sambil berjalan keluar dari cafe,, Friska pun sama tangannya digandeng oleh Kenan sambil berjalan keluar dari cafe.
Sahabat-sahabat mereka melongo tak percaya apalagi Elsa,, sedangkan pengunjung yang lain ikut melihat kejadian itu dan terkejut begitu melihat Kenan dan Juan ada di cafe yang sama dengan mereka.
__ADS_1
"Masuk ke dalam mobil kalian para wanita terciduk,," ucap Kenan yang membuat Friska lagi-lagi menelan salivanya kasar.