Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Angkat aja dulu,,


__ADS_3

Salsa benar-benar merasa sangat sedih begitu mendengar Jeki di rawat di tempat lain.


Friska dan yang lainnya sudah tau bahwa Salsa pasti akan merasa sedih.


Kasihan Salsa baru mengetahui kak Jeki di rawat di tempat lain saja dia sudah terlihat sangat sedih,, gimana kalau dia tau kak Jeki sebenarnya sudah meninggal,, aku nggak bisa membayangkan betapa sedih dan merasa terpukulnya dia dengan itu semua,, kenapa dia bisa mengalami kisah percintaan yang seperti ini,, aku nggak mau kehilangan keceriaan sahabat ku jika dia tau nanti yang sebenarnya terjadi,, batin Ela sambil melihat Salsa dengan tatapan mata sedihnya.


"Ini semua salahku,," ucap Salsa.


Friska langsung berjalan mendekat kepada Salsa.


"Ini bukan salah kamu Sal,, kamu jangan menyalakan diri kamu,, ini semua sudah takdir,," ucap Friska.


"Coba kalau kita nggak keluar malam itu,, pasti kak Jeki nggak akan kenapa-kenapa,, pasti dia nggak akan di rawat seperti sekarang ini,," ucap Salsa yang tetap menyalahkan dirinya sendiri.


"Salsa,, udah kamu jangan menyalakan diri kamu lagi,," ucap Ela juga sambil berjalan ke dekat Salsa.


"Aku ingin bertemu dengan kak Jeki,, aku ingin selalu berada disampingnya menunggu dia sadarkan diri seperti dulu,," ucap Salsa lagi.


Mereka yang mendengar pun langsung panik. Hanya yang tau Jeki masih hidup saja yang tidak panik.


Gimana kamu mau bertemu dengan kak Jeki,, sedangkan kak Jeki sekarang sudah meninggal Sal,, batin Ela sambil melihat Salsa.


"Emm iya,, iya Sal,, kamu bakalan ketemu dengan om Jeki kok,, yang penting kamu sehat dulu,, jangan banyak pikiran yah,, pokoknya kamu sehat dulu,, nah setelah kamu sehat total,, barulah kamu bertemu dengan om Jeki," ucap Friska lagi sambil melihat Salsa.


"Nah iya Sal,, benar yang dikatakan Friska,," ucap Ela lagi.


Sahabat-sahabat mereka yang lain hanya diam sambil melihat Salsa. Mereka benar-benar merasa kasihan pada Salsa yang belum tau apa-apa dengan kematian Jeki.


"Baiklah,, tapi kak Jeki nggak buta seperti aku kan?" tanya Salsa lagi yang benar-benar takut jika Jeki akan mengalami hal yang sama seperti dirinya.


Deg...


Juan benar-benar semakin sedih begitu mendengar ucapan Salsa.


Dia tidak buta,, tapi dia rela buta demi kamu,, aku nggak nyangka sepupuku bisa jatuh cinta sampai seperti ini,, kamu benar-benar beruntung Salsa,, aku pasti akan secepatnya mendapatkan donor mata biar kalian bisa bertemu lagi dan bisa bersama,, batin Juan.


"Nggak kok,, dia pasti akan baik-baik saja,," ucap Juan.


"Syukurlah,, aku akan segera pulih karena aku ingin bertemu dengan kak Jeki,," ucap ucap Salsa.


"Baguslah Salsa kalau kamu berpikir seperti itu," ucap Farel.


"Iya,," ucap Salsa lagi.

__ADS_1


"Makasih yah kalian udah mau menjenguk aku disini,," ucap Salsa lagi begitu sadar sahabat-sahabatnya terkumpul semua.


"Hmmm ngomong apa sih,, ngapain bilang makasih segala,, kita ini sahabat yang sudah pasti akan ada disaat kamu seperti ini,," ucap Ardi sambil melihat Salsa.


Hmm nih anak kalau kalem begini kan bagus,, batin Raka sambil melihat Salsa.


"Iya nih Salsa ada-ada saja, apa karena kamu habis kecelakaan makanya jadi seperti ini,," ucap Haris juga.


"Nggak ada hubungannya,," ucap Salsa lagi.


Mereka pun langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Salsa.


################


Di rumah sakit tinggal lah Salsa dan kedua orang tuanya saja. Yang lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing,, sebenarnya mereka tidak ingin pulang namun Salsa sudah meminta kepada mereka agar pulang beristirahat. Salsa tidak ingin jika sahabat-sahabatnya yang lain jadi sakit karena terlalu kecapean.


Namun,, Salsa sedikit bingung dengan sikap Raka kepada dirinya,, Salsa sangat tau betul bagaimana Raka yang tidak bisa untuk tidak cari masalah pada dirinya,, tapi tadi Raka mendadak menjadi orang yang perhatian,, dan lebih banyak diam.


Hmmm pasti itu semua karena aku sakit,, coba kalau aku nggak sakit pasti dia akan mengerjai aku lagi,, batin Salsa.


Salsa tiba-tiba teringat lagi dengan Jeki.


Kak Jeki,, semoga kak Jeki cepat sembuh disana,, batin Salsa.


Mama Kenan sudah pulang ke rumahnya,, jadi Friska dan Kenan kembali tinggal berdua lagi.


Kenan masih tampak berpikir harus memulai darimana pembicaraan,, Kenan ingin memberitahukan Friska mengenai apa yang terjadi sebenarnya pada Jeki.


Friska yang melihat Kenan tampak seperti sedang memikirkan sesuatu memutuskan untuk langsung bertanya pada Kenan.


"Sayang kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Friska sambil bergelayut manja pada lengan Kenan.


Kenan tampak sedikit terlonjak kaget.


"Ishh kamu kok gitu sih,, lagi mikirin apa? lagi mikirin cewek lain yah?" tanya Friska.


Hmmm udah lama aku nggak nyari masalah,, sepertinya aku lagi butuh sedikit masalah,, batin Friska sambil tertawa di dalam hatinya.


"Ya ampun istriku sayang,, jangan pernah berpikiran seperti itu,, aku ini bucin banget sama kamu,, mana mungkin aku mikirin wanita lain,," ucap Kenan sambil mencubit gemas pipi Friska.


"Terus kenapa kamu seperti ini? kamu nggak gubris aku,," ucap Friska lagi.


"Aku hanya lagi memikirkan sesuatu aja sayang,, makanya seperti itu," ucap Kenan lagi.

__ADS_1


"Mikirin apa?" tanya Friska yang menjadi sangat penasaran.


"Aku ingin jujur sama kamu sayang,, tapi kamu jangan kaget yah," ucap Kenan lagi.


Friska menjadi sangat penasaran begitu mendengar ucapan Kenan.


"Jujur apa? kamu punya istri lain yah? awas saja masa depan mu hilang kalau kamu seperti itu," ucap Friska yang membuat Kenan langsung tertawa terbahak-bahak.


"Malah tertawa,, berarti benar yah?" ucap Friska.


"Yah nggak lah sayang,, aku itu tertawa karena kamu lucu banget tau," ucap Kenan.


"Nggak percaya," ucap Friska.


"Aku nggak bohong istriku sayang,," ucap Kenan lagi.


"Lalu apa? kamu mau jujur tentang apa? jangan buat aku penasaran deh," ucap Friska lagi sambil melihat Kenan dengan tatapan kesal.


"Kiss dulu,, baru aku jujur deh," ucap Kenan lagi yang malah menggoda istrinya.


"Nggak mau,, jujur dulu baru aku kiss," ucap Friska lagi sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Kenan.


Cup...


"Nggak ada yang seperti itu,," ucap Kenan sambil menggendong tubuh Friska membawanya masuk ke dalam kamar.


"Kan bisa jalan sendiri," ucap Friska.


"Biar kamu nggak capek,, kan kita mau olahraga malam," ucap Kenan dengan santainya.


"Nggak boleh nolak keinginan suami," ucap Kenan cepat begitu melihat Friska ingin berbicara.


"Hmmm dasar,," cibir Friska.


Kenan hanya tersenyum penuh kemenangan.


"Aku kasih jatah tapi jujur dulu yang tadi,, aku pengen tau," ucap Friska lagi.


"Ketika ingin memberitahukan Friska, tiba-tiba ponsel Kenan berdering.


"Nomor baru,," ucap Kenan begitu melihat nomor telepon yang menelepon dirinya.


"Angkat aja dulu,, siapa tau penting,," ucap Friska.

__ADS_1


__ADS_2