Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Pria-pria jomblo,,,


__ADS_3

Dafa tidak menyadari sama sekali tatapan cemburu dari Kenan sedangkan Rio sudah sangat mengerti kalau Kenan sedang cemburu tapi dia tidak perduli karena dia senang melihat Kenan yang cemburu berat.


Raka hanya bisa menahan tawanya melihat Kenan yang tersiksa batin gara-gara mereka bertiga.


Kenan tampak menghela nafasnya sambil merangkul pinggang Friska.


Dafa langsung melihat tangan Kenan yang dengan santainya merangkul pinggang Friska, sedangkan Friska membiarkan Kenan melakukan itu karena dia tau pasti Kenan sekarang sedang cemburu.


"Pak Kenan ponakan pak Kenan nggak akan lari kok jadi nggak usah di rangkul begitu juga,, biarkan dia duduk tenang,," ucap Raka yang langsung mendapatkan tatapan tidak suka dari Kenan.


"Ini supaya dia terhindar dari cowok-cowok buaya,, jadi aku harus melakukan penjagaan yang ketat pada ponakan aku,, karena aku nggak mau dia korban cowok buaya,,, disini itu sangat banyak buaya," ucap Kenan yang membuat Friska hampir saja tertawa setelah mendengar alasan suaminya itu.


Mana ada disini cowok buaya,, mungkin di tempat lain ada,, tapi disini massa kak Raka,, kak Rio dan Dafa buaya kan nggak mungkin,, batin Friska.


"Tenang saja ada kita kok yang jagain Friska,, jadi nggak mungkin Friska akan menjadi korban cowok buaya," ucap Rio.


"Udah kak Rio nggak apa-apa kok,, om aku emang seperti ini,, dia itu selalu menjaga aku dengan cara seperti ini jadi aku sudah terbiasa kalau dia seperti ini pada aku," ucap Friska sambil tersenyum melihat Kenan.


Kenan langsung tersenyum bahagia karena Friska mendukung dirinya yang sejak tadi sangat tidak terima jika Raka,, Rio dan Dafa ikut gabung bersama mereka.


Senang kan dia,, dasar suamiku,, dia tuh kalau cemburu nggak milih orang,,, massa sama Dafa,, kak Rio dan kak Raka dia cemburu juga,, hem,, hem,, hem,, tapi aku sayang sama suamiku,, nggak apa-apalah aku hanya perlu mengerti dia yang cemburu begini,, batin Friska sambil tersenyum melihat Kenan.


"Oh iya aku kok baru lihat kak Rio sekarang,, selama ini kak Rio kemana? sepertinya kak Rio langsung menghilang deh kemarin-kemarin," ucap Friska lagi.


"Oh itu aku lagi pergi ke luar Negeri untuk melupakan seseorang,, tapi percuma pas balik ketemu lagi dengan dia gagal langsung usaha aku karena aku semakin menyukai dia," ucap Rio sambil melihat Friska karena wanita yang dia maksud adalah Friska.


Nggak mungkin Adelia yang dia maksud,, jangan-jangan dia suka juga sama istriku,, dari tatapan dia begitu amat sama istriku,, astaga kenapa banyak banget sih yang suka sama istriku,, batin Kenan kesal.


"Ya ampun kak Rio suka sama seorang wanita,, kenapa nggak di ungkapkan aja kak,, kenapa kakak harus melupakan dia?" ucap Friska.


"Yah karena memang harus aku lupakan,, dia sudah ada yang punya seseorang yang spesial," jawab Rio.


"Emang susah banget kan mencintai orang yang sudah memiliki seseorang yang spesial karena aku juga seperti itu,, tapi aku akan menunggu sampai orang spesial itu menjadi nggak spesial lagi," ucap Raka sambil menahan tawanya melihat Kenan.


"Nama kamu siapa?" tanya Raka pada Dafa.


"Dafa," jawab Dafa.


"Apa kamu mencintai seorang wanita?" tanya Raka karena menganggap Dafa menyukai Friska juga.


Dafa langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku belum menyukai seorang wanita sekarang,, karena aku masih kecil,, harus fokus sekolah dulu,,, mungkin nanti," ucap Dafa sambil melihat Raka.


Hmm sebenarnya di antara mereka bertiga ini, Dafa lah yang tidak terlalu dekat dengan istriku dia dekat sekedarnya saja pada istriku seperti teman,, tapi aku tetap tidak suka karena jangan sampai gara-gara kedekatan mereka dia menjadi suka sama istriku,, cinta bisa datang tiba-tiba seperti cintaku pada istriku yang datang tiba-tiba karena terbiasa dengan dia,, aku nggak mau itu terjadi pada Dafa kepada istriku,, batin Kenan sambil melihat Dafa.

__ADS_1


Friska tersenyum mendengar ucapan Dafa.


"Bagus kalau kamu berpikiran seperti itu," ucap Kenan pada Dafa.


"Dan untuk kalian berdua. Aku beri saran yah sama kalian berdua nggak usah menunggu orang yang sudah memiliki orang spesial karena nggak mungkin banget wanita itu menjadi milik kalian, lebih baik cari saja wanita lain,," ucap Kenan.


"Iya makanya aku mencoba untuk melupakan wanita itu lalu mau mendekati ponakan pak Kenan,, apa pak Kenan akan merestui aku?" ucap Rio.


"Nggak akan cari saja wanita lain,, dia masih kecil perlu belajar dulu,, nggak boleh urus cinta-cintaan," jawab Kenan.


Rio pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Kenan.


Sedangkan Friska tidak menganggap serius ucapan Rio.


"Udah-udah kita fokus aja sama acara pertunangan ini,, sejak tadi banyak yang menoleh kesini loh,, banyak yang curi-curi pandang juga secara sembunyi-sembunyi,," ucap Friska yang baru menyadari semuanya.


"Mereka begitu karena melihat kamu dek cantik," ucap Raka.


"Raka jangan mulai lagi deh," ucap Kenan dingin.


"Hmmm perasaan dari tadi aku bicara salah mulu," ucap Raka.


"Iya emang salah terus,, jadi lebih baik kamu diam saja biar nggak salah terus," ucap Kenan yang membuat Friska tersenyum.


"Dafa,, ayahmu kemana? nggak apa-apa kamu tinggalkan dia sendiri,, nanti dia cariin kamu?" ucap Friska.


"Oh baguslah," ucap Friska.


Mereka pun kembali fokus pada acara pertunangan,, Kenan yang melihat itu menjadi kepikiran untuk merayakan pernikahan dirinya dan juga Friska. Dia ingin membuat acara besar-besaran untuk merayakan pernikahan dirinya dan juga Friska.


Kalau aku merayakan pernikahan aku,, mungkin istriku akan senang,, aku akan buat semewah mungkin,, dia pasti akan sangat cantik,, batin Kenan sambil menatap lembut istrinya.


Sementara Jeki benar-benar merasa bahagia sekali karena kedua orang tua Salsa seperti memberikan dirinya lampu hijau untuk lebih dekat lagi dengan Salsa. Awalnya dia sangat takut kalau kedua orang tua Salsa tidak menyukai dirinya tapi untung kedua orang tua Salsa baik-baik,, jadi dia benar-benar merasa lega.


Salsa yang berada di dalam kamarnya sedang kegirangan karena kedua orang tuanya menyukai Jeki dan Jeki pun sangat sopan kepada kedua orang tua Salsa,, dia pun memutuskan untuk menelepon Ela,, dia mau menelepon Friska juga tapi Friska pasti sedang sibuk mengingat Friska malam ini ke acara pertunangan.


Ela begitu melihat Salsa menelepon dirinya,, dengan segera Ela mengangkat panggilan telfon dari Salsa karena dia penasaran mengenai makan malam berdua antara Salsa dan Jeki.


"Halo,, Sal,, gimana-gimana makan malamnya lancar kan? loe lagi dimana sekarang?" tanya Ela langsung begitu dia mengangkat panggilan telfon dari Salsa.


Salsa pun senyum-senyum terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Ela.


"Lah,,, loe kenapa diam Sal? nggak sesuai ekspektasi kamu yah?" ucap Ela.


"Iya Ela nggak sesuai dengan ekspektasi gue,," ucap Salsa.

__ADS_1


Ela tampak terkejut begitu mendengar ucapan Salsa, karena dia benar-benar tidak menyangka akan terjadi seperti itu.


"Kok bisa gitu,, gue pikir loe bakalan senang makan malam dengan kak Jeki," ucap Ela.


"Loe lagi dimana sekarang?" tanya Ela lagi.


"Gue lagi di rumah,, dan gue emang senang banget makan malam dengan kak Jeki,," jawab Salsa sambil tertawa bahagia.


Ela mengernyitkan keningnya bingung setengah mendengar ucapan Salsa.


"Loe ini aneh banget sih,,, katanya tadi nggak sesuai ekspektasi,,, lah kenapa sekarang loe seperti ini,, loe nggak gila kan karena bakalan jomblo lebih lama lagi?" ucap Ela sambil menahan tawanya.


"Isshh apaan sih loe,, gue nggak bakalan gila karena bakalan jomblo lebih lama lagi,,, dan yang gue maksud nggak sesuai dengan ekspektasi gue itu karena kak Jeki tadi itu bicara dengan kedua orang tua ku dan loe tau mama dan papa gue menyukai dia,, pokoknya gue senang banget,, kak Jeki juga sweet banget malahan dia bilang pengen kenal lebih dekat lagi sama gue," ucap Salsa malu-malu.


"Cie Salsa,, nggak lama lagi status jomblo loe akan berubah,," goda Ela.


"Yah kalau kak Jeki nembak,, tapi kalau nggak gue jomblo lebih lama lagi," ucap Salsa lalu tertawa.


"Itu mah gue yakin dia pasti ada perasaan sama loe Sal,, yakin gue,, loe sabar aja siapa tau dia lagi menyiapkan sesuatu yang spesial buat mengungkapkan perasaannya sama loe,," ucap Ela lagi.


"Loe jangan buat gue berharap deh,, nanti nggak begitu gue bakalan nyesek, gue mahh cukup dia mengungkapkan perasaannya saja gue udah senang," ucap Salsa.


"Siapa tau aja kan beneran Sal,, pasti loe senang banget tuh," ucap Ela lagi.


"Yah emang udah pasti gue senang banget," ucap Salsa sambil tersenyum.


"Oh iya loe lagi dimana sih Ela? loe ke rumah gue dong,, supaya enak gue curhat,," ucap Salsa.


"Hmmm gue lagi di rumah aja lagi bahagia gue sekarang,, dan gue nggak bisa ke rumah loe,, gue mesti bilang sama pacar gue dulu nanti gue hilang dia juga yang repot," ucap Ela lalu tertawa.


"Idihhh Ela lebay banget loe,, ngomong-ngomong loe bahagia karena apa sih? pernikahan loe dipercepat?" ucap Salsa asal.


"Ihhh pikiran loe itu aja terus,, gue tuh lagi bahagia karena tante gue yang centil itu dikerjain dengan Friska,, gue yakin banget dia pasti sangat malu sekarang,,, tapi itu sangat bagus," ucap Ela lalu tertawa bahagia.


"Seriusan?" tanya Salsa.


"Iya dong serius,, dia nyungsep woy di depan orang banyak,, malu banget tuh pasti," ucap Ela yang langsung membuat tawa Salsa pecah.


"Gila banget sahabat kita tuh kalau ngerjain orang nggak tanggung-tanggung,, kalau gue jadi tante loe nggak bakalan gue keluar rumah sampai satu tahun kalau perlu," ucap Salsa lalu kembali tertawa.


"Sama gue juga berpikiran seperti itu," ucap Ela lalu tertawa.


############


Sementara Kenan yang sudah kehabisan kesabaran melihat ketiga pria itu yang selalu mencari cara untuk bicara dengan Friska terutama Raka dan Rio yang sangat aktif,, memutuskan untuk membawa pulang istrinya saja.

__ADS_1


Dasar pria-pria jomblo,, batin Kenan kesal.


__ADS_2