Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Betapa sakit hatinya Syeila


__ADS_3

"Ahh nggak gitu juga kok sayang,, itu sih biasa ajah," ucap Syeila sambil menahan amarahnya.


Hahaha iya sih biasa ajah,, tapi apa kabar tuh dengan hati,, batin Ela.


"Ya ampun itu nggak biasa ajah tante,, karena tante tadi sangat mesra dengan pacar tante,, bahkan pacar tante mencium pipi tante di Mall,, pacar tante benar-benar romantis,, serasa dunia milik kalian berdua saja padahal di Mall sangat ramai,," ucap Ela dengan berpura-pura menangis supaya Syeila bertambah percaya lagi,, kalau Ela sekarang benar-benar lagi patah hati.


Salsa langsung mengacungkan dua jempolnya pada Ela sambil tersenyum.


Gila sih Ela ngerjain tantenya oke juga,, tapi semoga saja deh tantenya nggak gila,, takut juga aku nih habis tantenya seperti mati-matian menahan amarahnya,, dan kalau begitu terus bisa-bisa depresi,, tapi bagus juga sih kalau sampai seperti itu berarti Ela ada bakat yang terpendam bisa membuat orang menjadi depresi,, astaga aku berdosa banget sih mikir begitu,, batin Salsa.


Ela dan Salsa benar-benar sangat susah payah menahan tawa mereka.


APA CIUM,,, JUAN SEPERTI ITU,,, aku yakin Ela ini benar-benar yakin itu Juan hanya dia tidak tahu kalau itu bukan aku,, karena dia sampai menangis begini,, SIAPA YANG BERSAMA JUAN,, SIAPA????? batin Syeila,, dia benar-benar ingin mengamuk,, membanting apa saja yang ada di dalam kamarnya,, tapi dia masih berusaha menahannya karena jangan sampai Ela curiga.


"Ela kenapa kamu menangis sayang?" tanya Syeila yang masih berusaha biasa saja.


"Karena tante sangat beruntung bisa berpacaran dengan pacar tante yang sangat romantis itu dan juga serius pada tante,,,dia tidak malu memperlihatkan keromantisannya di depan orang banyak,,, kapan aku juga akan memiliki pacar seperti itu?? sekaligus calon suami seperti itu??" ucap Ela masih berpura-pura menangis.


Ela aku tahu alasan kamu itu sedih karena kamu pikir wanita itu adalah aku,,, seandainya wanita itu aku sudah pasti sekarang aku sangat senang mendengar kamu menangis begini,, tapi sayangnya wanita itu bukan aku,, BUKAN AKU,,, aku harus tahu wanita itu siapa dan aku juga harus menyingkirkan dia dari Juan,, kenapa Juan jadi seperti itu sih,, apa jangan-jangan wanita yang dia maksud itu adalah wanita yang Ela lihat,,, ehh tunggu tapi dia juga bilang kalau wanita dewasa itu yang seperti diriku,, batin Syeila yang benar-benar kesal sekaligus sedih dan tidak terima mendengar Juan mencium pipi wanita lain.


"Kamu pasti bisa kok mendapatkannya nanti sayang nggak usah menangis seperti itu,, lagian kita nggak semesra itu kok tadi,, mungkin kamu salah lihat saja,," ucap Syeila yang masih berharap Ela akan setuju dengan perkataannya,, Syeila sangat berharap Ela salah lihat.


"Iya tante semoga aku bisa mendapatkan yang seperti itu nanti,, tapi aku benar-benar tidak salah lihat tadi tan,, aku benar-benar melihat pacar tante yang sangat mesra dengan tante,, jadi tante nggak perlu menutup-nutupi semuanya dari aku,, hanya karena aku sedih begini,, aku sedih karena bahagia kok tan,, akhirnya tante bisa mendapatkan pria yang benar-benar sayang pada tante," ucap Ela lagi.


Aku tidak perduli sama sekali dengan kamu yang sedih Ela sama sekali tidak perduli,,, aakkhh siapa wanita itu kenapa Ela sangat yakin sekali,,, aku benar-benar sudah tidak bisa menahan kemarahanku,, batin Syeila.


"Ela udah dulu yah sayang,, tante sudah mengantuk sekarang,," ucap Syeila.


"Oh iya tante,, pasti tante sekarang tidurnya sambil senyum-senyumkan karena mengingat kebersamaan tante,, sekarang pun pasti tante sedang senyum-senyum," ucap Ela.

__ADS_1


Senyum-senyum kalau wanita itu aku, nah ini bukan,, batin Syeila.


"Iya sayang,, udah dulu yah kalau gitu,,, aku tutup telfonnya dulu sayang," ucap Syeila lagi.


"Iya tan,," ucap Ela lalu tersenyum bahagia.


Syeila segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela dengan perasaan yang campur aduk akibat ucapan Ela.


Syeila langsung mengamuk sambil teriak-teriak di dalam kamarnya,, dia ingin melampiaskan amarahnya. Apapun di bantingnya. Sedangkan Ela di rumahnya sedang tertawa puas begitupun dengan Salsa.


"Gila loe Ela,, ponakan tega tahu nggak loe," ucap Salsa disela-sela tawanya.


"Eitss loe lupa yah,, dia duluan yang menjadi tante tega tahu nggak,, jadi nggak salah dong kalau gue membalasnya dengan menjadi ponakan tega biar sama kita skornya,," ucap Ela lalu tertawa lagi.


"Iya juga,,, tapi asik juga loh,, satu hal yang gue sangat inginkan yaitu menjadi cicak di dinding untuk melihat seberapa emosinya sekarang tante loe,," ucap Salsa lalu tertawa.


"Gue sih yakin pasti barang-barang yang tidak bersalah yang menjadi sasaran kemarahannya," ucap Ela lagi.


"Nggak bakalan lah,, tenang ajah masa baru segitu ajah udah mau depresi sih,, masih banyak yang lebih menyakitkan nanti,, tapi gue yakin sih tante gue itu nggak bakalan sampai depresi gitu,, diakan jiwanya kuat tuh,, licik lagi,," ucap Ela.


"Kok loe perhatian banget sih sama tante gue,, harusnya loe itu perhatian sama gue,, gue kan sahabat loe terus gue juga yang tersakiti waktu itu,, gimana sih loe,, sahabat macam apa ini???" omel Ela.


"Idihhh baperan amat loe neng,, gue nggak perhatian kok sama tante loe,, pokoknya aku padamu,," ucap Salsa sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya pada Ela.


"Udahlah,, aku cukup tahu ajah,, sakit tahu nggak di giniin sama sahabat sendiri,," ucap Ela.


"Idihh dasar loe, lebay banget tahu nggak,," ucap Salsa sambil bergidik ngeri.


"Nggak lebay,, loe ajah tuh yang merasa lebay,, itu ungkapan perasaan aku tahu nggak,," ucap Ela.

__ADS_1


"Ehh tapi ngomong-ngomong kak Juan kok nggak nelfon gue sih,, tega banget,, masa dia belum sampai sih jam segini,," ucap Ela sambil melihat jam.


"Lagi singgah kali dia di tempat wanita lain,, yang dia cium di Mall tadi,," ucap Salsa lalu tertawa.


"Dasar loe kak Juan nggak mungkin seperti itu,,, dia itu cowok setia tahu nggak,, sama pak Kenan saja yang cowok dia setia,, makanya gue mati-matian ngejar dia waktu itu,, goda-goda dia,, dan karena aku tahu juga dia belum punya mantan sama kayak gue banget," ucap Ela sambil tersenyum bangga.


Salsa hanya mencebikan bibirnya begitu mendengar ucapan Ela,, dia tidak bisa menanggapi lagi karena memang benar yang dikatakan Ela.


Sementara di tempat lain Juan sudah selesai dengan bersih-bersihnya,,, dan sudah memakai setelan baju tidurnya,, Juan akan menelepon Ela lagi karena tadi nomor ponsel Ela sedang sibuk,, dia benar-benar penasaran dengan siapa Ela telfonan.


Ketika Ela ingin berbicara lagi pada Salsa tiba-tiba ponselnya berdering. Ela dengan segera melihat nama kontak orang yang meneleponnya,, dan langsung senyum-senyum tidak jelas lagi membuat Salsa langsung mengerti.


"Hemm pasti dari kak Juan,, buruan angkat sebelum kak Juan tutup telfonnya," ucap Salsa.


"Kasih lama-lama dikit biar kak Juan ngiranya gue nggak terlalu tahu kalau sejak tadi gue nungguin telfon dari dia," ucap Ela masih dengan senyum-senyumnya.


"Gaya banget loe,, pengen banget gue tampol loe tahu nggak," ucap Salsa.


"Jomblo ngenes di tambah iri loe," ejek Ela sambil nyengir lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Juan.


Sabar Salsa sabar,, ingat pacarnya abis belanjain loe dan ingat juga dia ini sahabat loe,, batin Salsa.


"Halo sayang," ucap Ela yang langsung membuat Salsa bersikap seolah-olah dia pengen muntah begitu mendengar ucapan Ela.


Ela hanya memeletkan lidahnya pada Salsa. Sedangkan Juan langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Ela.


Gini yah rasanya bisa bersama dengan orang yang di cintai dan juga bicara dengan orang yang dicintai,, pantas saja tuan Kenan selalu senyum-senyum begitu bicara dengan Nona Friska,, batin Juan.


Sementara di tempat lain,, Syeila masih mengamuk dan juga teriak-teriak.

__ADS_1


"Nggak,, nggak,, aku harus tanya Juan,, aku harus tahu siapa wanita itu,, dan aku akan membuat nasibnya sama dengan Ela,," ucap Syeila sambil mengambil ponselnya lalu segera menghubungi Juan.


Dan betapa sakit hatinya Syeila begitu menelepon Juan ternyata nomor ponsel Juan sedang sibuk,, semakin campur aduk perasaan Syeila.


__ADS_2