
"Benarkah, lalu kamu mau menghukum aku gimana?" tanya Friska sambil merangkulkan kedua tangannya di leher Kenan, lalu tersenyum manis.
Kenan benar-benar gemas dengan kelakuan istrinya itu.
"Ayo katakan, kenapa kamu hanya tersenyum begitu?" ucap Friska sambil mendekatkan wajahnya kepada Kenan.
Kenan langsung saja mencium bibir istrinya itu. Friska juga tidak menolak justru dia meladeni ciuman Kenan.
"Jangan menggodaku terus sayang, kamu mau kita buat anak sekarang lagian aku mana bisa menghukum kamu, hukuman yang aku maksud itu yaitu bermesraan dengan kamu seperti ini" ucap Kenan setelah ciuman mereka lalu mencubit hidung istrinya gemas.
Pipi Friska bersemu merah mendengar ucapan Kenan itu.
Lalu tiba-tiba Friska teringat dengan Adelia yang memanggil Kenan dengan panggilan sayang tadi, yang membuat Friska kesal.
"Nggak usah bahas anak dulu sayang, kamu saja masih di panggil sayang sama wanita lain tadi" ucap Friska sambil mengerucutkan bibirnya.
Kenan pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan istrinya itu.
"Adelia maksud kamu sayangku heem?" tanya Kenan sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Friska agar Friska semakin dekat padanya.
Friska pun hanya menganggukan kepalanya.
"Kamu cemburu?" tanya Kenan lalu tersenyum.
"Nggak tahu sayang yang penting aku nggak suka kamu di panggil sayang sama dia bikin aku panas tahu nggak" ucap Friska dengan polosnya dan masih merangkulkan kedua tangannya di leher Kenan.
Istriku kamu itu lagi cemburu tahu nggak, gemesin banget sih batin Kenan.
"Kan sekarang tidak lagi sayang, lagian tadi aku melarangnya loh" ucap Kenan.
"Masa, aku nggak dengar tuh"
"Benarkah?" ucap Kenan sambil mau mencium bibir Friska lagi namun Friska berbicara cepat.
"Iya.. iya aku dengar sayang" ucap Friska.
Kenan tetap saja mengecup bibir istrinya itu.
"Terlambat sayang" ucap Kenan dengan senyum kemenangannya.
Friska pun hanya tersenyum manis.
"Sayang tadi kenapa kamu langsung memecat tante-tante itu, aku belum selesai mengerjai dia" ucap Friska lagi.
"Karena dia berani membicarakan istriku yang tidak baik dan tidak benar sama sekali, aku nggak akan membiarkan itu sayang" ucap Kenan sambil memainkan rambut istrinya.
"Tapi aku nggak menghiraukan itu sayang karena yang dia bilang nggak benar juga" ucap Friska.
__ADS_1
"Biarpun sayang tapi aku nggak suka, aku nggak suka kalau sampai ada yang berbuat seperti itu padamu istriku, jadi jangan komentar lagi itulah resikonya menjadi istriku dan menjadi wanita yang sangat aku cintai" ucap Kenan lalu mencium bibir istrinya lagi.
Kenan benar-benar lupa dengan kerjaannya sekarang, dia asik-asik bermesraan dengan istrinya di ruangannya.
#####
Sementara di tempat lain Juan sedang panas dingin, karena di dekati terus oleh kedua sahabat Friska dengan berbagai macam godaan dan juga panggilan.
"Aku manggilnya kak Juan ajah yah, nggak usah pakai panggilan om, bolehkan? tanya Ela sambil mendekati Juan.
Juan pun langsung refleks bergerak menjauh karena tidak terbiasa.
Wah butuh perjuangan nih batin Ela.
Ela pun terus memperhatikan Juan yang tampan itu di matanya sambil menunggu jawaban dari Juan.
"Boleh nona" jawab Juan.
"Aku juga bolehkan?" tanya Salsa sambil mendekati Juan juga.
Namun Juan lagi-lagi refleks menjauh.
Aduh kok gue semakin tertantang sih, bodoh amat lah sama selisih umur masih ganteng gini juga, bisa lah di bawah ke pesta batin Salsa.
Salsa juga terus memperhatikan Juan dengan tatapan kagum.
"Boleh nona, ayo kita lanjutkan lagi kelilingnya" ucap Juan yang sangat ingin cepat semua ini berakhir karena kedua sahabat Friska benar-benar menakutkan menurut Juan.
"Gampang kok kalau itu kak Juan, kita bisa kan bersama Friska ajah, oh iya fotoin aku dong kak Juan, aku mau memperlihatkan ke ayahku kalau aku pernah ke perusahaan pak Kenan Mahardika" ucap Ela dengan mata berbinarnya membuat Juan sedikit terpana.
"Kak Juan" ucap Ela lagi.
"Ehh iya, berikan ponsel nona" ucap Juan sedikit tersentak.
"Aku juga yah kak Juan" ucap Salsa lalu tersenyum membuat Juan bengong lagi.
"Kak Juan" ucap Salsa.
"Iya-iya berikan ponsel nona juga" ucap Salsa.
Mereka pun memberikan ponselnya kepada Juan. Lalu mereka berpose ala-ala anak remaja pada umumnya membuat Juan tersenyum karena gaya kocak mereka.
"Terima kasih kak Juan" ucap mereka bersamaan lalu mengambil ponsel mereka masing-masing.
"Kak Juan nomor ponsel kak Juan masih yang ini kan?" tanya Salsa sambil memperlihatkan nomor ponsel Juan yang berada di ponselnya, karena pernah Juan menelepon Salsa tentu saja waktu itu berhubungan dengan Friska.
"Iya nona" jawab Juan.
__ADS_1
"Yes" jawab Salsa dan Ela bersamaan karena Ela juga memiliki nomor ponsel Juan.
"Ada apa nona-nona?" tanya Juan.
"Kak Juan sekarang udah punya seseorang yang penting buat kak Juan atau belum?" tanya Ela.
"Sudah nona" jawab Juan.
Ela dan Salsa pun langsung tidak bersemangat. Seketika mereka seperti hilang harapan.
"Gitu yah" ucap Ela.
"Iya nona, tuan Kenan itu sangat penting buat saya" ucap Juan.
Ela dan Salsa pun seketika merasa bahagia mendengar ucapan Juan, karena ternyata orang yang di maksud Juan itu Kenan bos dia.
"Emm kalau pacar kak Juan udah punya atau istri gitu?" tanya Ela lagi.
Juan tampak malu untuk menjawab.
"Jawab dong kak Juan atau kalau kak Juan tidak mau menjawabnya nggak apa-apa kok biar aku tanya sama Friska ajah" ucap Ela.
"Belum nona saya belum punya siapa-siapa kalau urusan pasangan" jawab Juan karena percuma juga kalau dia tidak menjawabnya pasti nanti mereka akan tahu melalui Friska.
Ela dan Salsa semakin bahagia, mereka semakin yakin untuk mengejar Juan di dalam hati mereka masing-masing.
"Ada apa, kok kalian seperti bahagia sekali?" tanya Juan.
"Karena kak Juan masih jomblo sama kayak aku makanya aku sangat bahagia" ucap Salsa.
"Iya kak Juan aku juga, siapa tahu kita jodoh gitu karena sekarang kita sama-sama jomblo" ucap Ela dengan santainya.
Juan hanya membulatkan kedua matanya mendengar ucapan kedua sahabat Friska.
"Ayo kita ke ruangan tuan Kenan nona-nona dan fokuslah kepada sekolah kalian" ucap Juan yang tidak mau memasukan ke dalam hatinya ucapan kedua sahabat Friska itu.
Salsa dan Ela pun mengikuti Juan dan sudah bertekad untuk mendekati Juan.
######
"Bos, wanita itu selalu di antar oleh Kenan Mahardika bahkan pulang pun selalu di jemput langsung oleh Kenan" ucap orang suruhan Adelia.
Mereka bertemu di sebuah cafe.
Adelia tampak kesal mendengar ucapan pria itu. Adelia baru merasakan dia mencintai Kenan setelah Kenan mencampakan dirinya, hanya karena Kenan membela Friska, yang Adelia tahu Friska itu keponakan Kenan.
"Cari kesempatan lalu culik dia" ucap Adelia.
__ADS_1