Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Masih saja sibuk


__ADS_3

"Kenapa kamu senyum-senyum dengan pipi merona gitu?"


"Anu itu aku melihat pemandangan indah tapi sekaligus bikin aku iri saja,"


"Pemandangan apa?"


"Emm itu anu tuan Kenan sedang berciuman dengan istrinya mana mesra banget lagi, tuan Kenan ternyata pintar banget berciuman," ucap pelayan itu sambil nyengir.


Dia langsung mendapat jitakan dari temannya.


"Aww sakit," ringis pelayan itu.


"Kamu sih begonya kebangetan, iyalah tuan Kenan pintar berciuman secara dia sudah menikah bahkan yang lebih dari berciuman sudah tentu dia pintar,"


"Iya kok bercanda, aku tahu kok tuan Kenan pasti tahu yang begitu, tapi tadi untung saja aku tidak di lihat, kalau di lihat aku pasti di pulangkan dengan berenang seperti kamu di ancam waktu itu,"


"Dimana sih, aku penasaran banget, mereka masih berciuman nggak, aku mau intip dikit, mau lihat keahlian yang berbeda dari tuan Kenan,"


"Nyari masalah kamu, nggak usah intip-intip bahaya tahu, tapi tadi sih waktu aku datang kesini mereka baru mulai kayaknya panas banget ciumannya,"


"Duh aku tambah penasaran, intip dikit nggak apa-apa lah,"


"Isshh jangan, mereka pasti udah selesai,"


Tak lama habis mengucapkan itu, Kenan dan Friska sudah berjalan ke luar.


"Tuhkan apa aku bilang, untung tadi kamu tidak pergi mengintip kalau kamu sampai mengintip kamu bakalan kedapatan,"


"Iya untung nggak," ucap teman pelayan itu sambil nyengir.


Sedangkan Kenan segera snorkeling bersama istrinya, kemudian mereka akan melanjutkan untuk naik jet ski.

__ADS_1


#########


Di tempat lain Jeki yang teringat dengan Ela disela-sela waktu istirahatnya, langsung menghubungi Ela walaupun dia sedikit ragu dan juga agak malu sedikit tapi dia akhirnya menghubungi Ela karena ingin sekali bicara dengan Ela.


Ela mendengar ponselnya berdering segera melihat siapa yang menelepon, dia tersenyum begitu melihat nama kontak yang meneleponnya yaitu kak Jeki.


Apa kak Jeki sudah balik tapi cepat banget dia baliknya batin Ela.


Ela segera mengangkat panggilan telfon dari Jeki.


"Halo kak Jeki, apa mau di traktir sekarang, siap selalu kok aku," ucap Ela begitu mengangkat panggilan telfon dari Jeki.


Jeki tersenyum mendengar ucapan Ela.


"Emm belum sekarang sih karena aku masih di luar kota," ucap Jeki.


"Oh kirain kak Jeki udah balik," ucap Ela.


"Aku nggak boleh nelfon yah kalau bukan membahas tentang traktir?" tanya Jeki.


"Yah nggak lah, aku hanya pengen tahu ajah kamu lagi ngapain sekarang?" tanya Jeki.


Sementara di waktu yang bersamaan Jeki telfonan dengan Ela, Juan juga menelepon Ela dan nomornya sibuk membuat Juan langsung berpikiran macam-macam.


Kenapa nomor ponsel Ela sedang sibuk, dia telfonan dengan siapa, tapi mungkin dengan temannya kali yah batin Juan.


"Oh aku lagi nyantai-nyantai di rumah ajah sih kak, abis sekarang kan aku lagi libur tinggal tunggu pengumuman ajah, jadi yah di rumah ajah, lagi malas keluar rumah," jawab Ela.


"Kalau kak Jeki lagi ngapain?" tanya Ela.


"Kak Jeki udah makan belum?" tanya Ela lagi begitu melihat jam tangannya menunjukkan waktunya jam makan siang.

__ADS_1


Ela memang seperti itu pada orang, dia kalau merasa orangnya mudah di ajak ngobrol, dia pasti dengan cepat akan akrab dengan orang itu, Ela tidak akan merasa canggung, dan beginilah yang sedang terjadi sekarang antara dirinya dan Jeki, Ela tidak merasa canggung sedikitpun pada Jeki karena dia melihat Jeki orangnya asik di ajak ngobrol.


"Udah kok dan sekarang aku cuma lagi nyantai-nyantai juga, sambil menunggu yang lain karena aku akan survei lagi," jawab Jeki.


"Kamu udah makan belum?" tanya Jeki.


Juan masih menelepon Ela lagi, tapi nomor ponsel Ela masih saja sibuk, Juan mulai semakin kepikiran, karena nomor ponsel Ela sibuk cukup lama bahkan sampai sekarang pun masih sibuk. Syeila yang melihat Juan tampak sedang memikirkan sesuatu dan juga menghubungi seseorang dengan mengabaikan dia, padahal sekarang lagi jam istirahat langsung menanyakan langsung pada Juan.


"Kamu lagi telfon siapa Juan?" tanya Syeila.


"Udah kok kak barusan ajah selesai," jawab Ela.


"Aku lagi telfon Ela aku ingin berbicara sama dia, tapi nomor ponselnya sibuk terus sejak tadi" jawab Juan.


Syeila benar-benar kesal mendengar jawaban Juan.


Bisa-bisanya dia masih memikirkan Ela padahal ada aku disini yang menemani dia makan, sebenarnya dulu seberapa dekat sih mereka hingga Juan bisa jatuh cinta banget sama Ela batin Syeila kesal.


"Juan apa kamu tidak mengerti juga kalau nomor ponsel dia sibuk terus sejak tadi sudah pasti dia lagi telfonan dengan pacarnya, dan kamu disini malah sibuk menelepon dia, lebih baik kamu makan karena sebentar lagi jam kerja," ucap Syeila lembut, padahal di dalam hatinya dia benar-benar kesal dengan kejujuran Juan yang malah menyakiti hatinya.


"Nggak deh kayaknya, dia itu punya banyak teman siapa tahu ajah dia sedang telfonan dengan temannya sekarang," ucap Juan yang masih terus berpikiran positif walaupun di dalam hatinya penuh tanda tanya dengan siapa Ela telfonan lama.


"Mana ada sih teman sampai selama itu Juan, kalau teman ngobrol lama itu biasanya ketika mereka bertemu karena kalau di telfon nggak asik, sedangkan kalau dengan pacar lewat telfon pun bisa lama-lama karena mereka sedang jatuh cinta, sedang kangen-kangenan, sedang sayang-sayangan bahkan mungkin mereka sedang janjian," ucap Syeila.


"Sudahlah Juan nggak usah mengharapkan Ela, sekarang sudah terlihat kan ponsel dia sibuk, terus dia juga bilang sudah tidak menyukai kamu lagi, aku benar-benar nggak mau kamu sakit hati Juan," ucap Syeila lagi.


"Aku belum memastikan langsung dari dia Syeila, aku mau bertanya langsung sama dia, apa dia udah punya pacar atau belum," ucap Juan lagi.


"Kenapa kamu mesti bertanya lagi sama dia, anak ababil gitu pasti tidak akan mau mengaku kalau dia sudah punya pacar Juan, karena mereka itu tipe mencari cowok sebanyak-banyaknya, nanti perasaan kamu di mainin lagi sama dia," ucap Syeila.


"Nggak kok Syeila kamu nggak usah khawatirkan tentang itu, karena dia tidak begitu, dia itu wanita baik-baik dan nggak suka mainin perasaan pria, aku akan bertanya langsung pada dia," ucap Juan.

__ADS_1


"Aku kembali kerja dulu, jam istirahat sudah habis, kamu langsung pulang kan, hati-hati yah," ucap Juan lalu segera kembali ke ruangannya, sedangkan Syeila melihat Juan dengan perasaan kesal.


Syeila segera menghubungi Ela yang ternyata nomor ponselnya sudah tidak sibuk lagi, sedangkan Juan harus menerima kenyataan lagi kalau nomor ponsel Ela masih saja sibuk, karena Syeila sedang menelepon Ela, Juan segera melanjutkan kerjanya dengan perasaan campur aduk.


__ADS_2