Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Percaya padaku


__ADS_3

"Culik?" tanya ulang pria itu.


"Iya culik, tenang ajah soal bayaran pasti sesuai dengan yang loe inginkan. Pokoknya loe culik dia dan loe harus membuat dia kehilangan masa depannya kalau perlu buat dia hamil, biar dia menyesal telah main-main sama gue" ucap Adelia lalu tersenyum.


Gue dendam banget sama loe Friska batin Adelia.


"Itu sih masalah gampang, tapi loe yakin mau menculik orang yang berhubungan dengan Kenan Mahardika loe nggak takut kalau dia tahu, bisa-bisa kita berdua tidak bisa hidup lagi" ucap pria itu.


Adelia pun tampak berpikir dan memang ada benarnya juga yang di katakan pria itu.


"Loe makanya harus kerja sebagus mungkin, supaya tidak ketahuan loe harus mikirin caranya dan kalau pun ketahuan nanti, yang penting loe udah melakukan tugas loe apalagi kalau sampai bisa buat dia hamil, gue udah senang banget" ucap Adelia.


"Mau nggak loe?" tanya Adelia lagi.


"Mau kok bos lagian Friska itu cantik banget siapa yang nggak mau" ucap pria itu dengan senyum mesumnya.


"Dasar laki-laki, tapi bagus juga kalau loe mau"


Mereka pun lanjut berbincang-bincang lagi tapi tidak lama dan setelah itu mereka pulang ke tempat masing-masing.


#####


Perusahaan Kenan


"Sayang masa kamu nggak buka pintu sih, itu pasti om Juan dan sahabat-sahabat aku" ucap Friska karena Kenan tidak bergerak sama sekali untuk membuka pintu, Friska yang mau membukanya namun Kenan menahannya agar tetap duduk di pangkuannya, padahal jelas-jelas Juan sudah mengetuk banyak kali pintu itu.


"Biarkan saja istriku mereka hanya penggangu, aku lagi pengen berduaan sama kamu" ucap Kenan sambil memeluk manja Friska.


"Kan di rumah juga bisa nggak ada yang ganggu, buka yah sayang" mohon Friska karena merasa tidak enak pada kedua sahabatnya.


"Tunggu deh sampai pintunya di ketuk lagi sayang" ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska.


Pasti dia sangaja nih nggak mau buka karena lagi mesra-mesraan dengan istrinya, terus aku disini menderita batin Juan sambil melihat kedua sahabat Friska yang selalu tersenyum pada Juan.


"Nona-nona sebaiknya kalian ke ruangan aku dulu" ucap Juan.


Salsa dan Ela langsung bahagia, mereka bahkan langsung mengiyakan saja ucapan Juan tanpa tanya terlebih dahulu kenapa Juan melakukan itu.


"Wah ruangannya kak Juan bagus banget" ucap Ela.


"Tidak kok Nona biasa ajah, lebih bagus ruangan tuan Kenan" ucap Juan.

__ADS_1


"Apa kalian ingin istirahat dulu, disini ada tempat istirahat" ucap Juan sengaja karena dia ingin membuat kedua wanita itu tidak mengikutinya lagi, biarlah dia mengorbankan tempat tidurnya dulu untuk kedua wanita itu.


"Benarkah ada?" tanya Salsa antusias.


"Iya ada nona" jawab Juan.


"Wah ruangan asisten dari orang terkaya beda yah, di perusahaan papa aku nggak ada tuh" ucap Ela.


"Iya sama di perusahaan papa aku juga nggak ada, enak banget dong kak Juan" ucap Salsa.


Juan pun tersenyum.


Enak sih enak nona-nona tapi akhir-akhir ini, aku harus melihat kemesraan-kemesraan pasangan suami istri itu batin Juan sambil mengingat Kenan dan Friska yang seperti orang pacaran.


"Gimana kalian mau?" tanya Juan lagi.


"Iya mau dong, tapi kak Juan nggak apa-apa nih kita pakai ruang istrihat kak Juan?" tanya Ela.


Sebenarnya apa-apa sih tapi apa boleh buat biar kalian tidak mengikuti aku lagi, inilah cara satu-satunya batin Juan.


"Kak Juan" ucap Salsa karena Juan hanya diam.


Salsa dan Ela pun mengikuti Juan dengan senang hati, dan mereka terlihat kagum ternyata di dalam ruangan itu terdapat ruang untuk bersantai yang hanya bisa di buka menggunakan sandi Juan.


Heem baru kali ini ada orang lain yang akan memakai tempat tidur aku selain diriku sendiri, kamu baik-baik yah tempat tidur batin Juan.


"Wah keren banget kak Juan, kalau aku yang bekerja disini terus fasilitasnya seperti ini pasti aku betah banget" ucap Ela sambil melihat-lihat ruangan itu.


"Iya gue juga, pasti gue jarang pulang ke rumah kalau seperti ini" ucap Salsa juga.


Juan hanya tersenyum saja melihat kekaguman kedua wanita itu pada ruangannya, dia melihat mereka benar-benar tulus mengatakan itu semua.


"Baiklah kalau begitu kalian istirahatlah, aku mau keluar dulu untuk melanjutkan pekerjaan, kalau kalian haus lihat saja di kulkas banyak kok isinya kulkas" ucap Juan.


"Iya terima kasih kak Juan" ucap Salsa.


"Iya kak Juan terima kasih atas ruangannya yang sangat bagus ini dan telah mengizinkan kita untuk memasukinya" ucap Ela yang yakin sekali pasti ini ruangan pribadi Juan.


"Iya" ucap Juan lalu segera dia kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya, karena Juan yakin pasti di dalam ruangannya Kenan sekarang tidak sedang bekerja melainkan sedang bermesraan dengan istrinya sampai-sampai membuka pintu pun Kenan tidak mau.


Dan memang benar sekarang Kenan sedang peluk-peluk manja Friska di tempat tidurnya, ruangan Kenan juga sama dengan ruangan Juan memiliki ruangan khusus yang bisa di pakai istirahat jika mereka lelah namun bedanya ruangan Kenan lebih bagus lagi dari ruangan Juan.

__ADS_1


"Sayang kamu nggak kerja yah, kok malah ngajakin aku di tempat tidur gini" ucap Friska yang tidak habis pikir dengan kelakuan Kenan padahal jelas-jelas sekarang masih jam kerja.


"Kan aku bosnya sayang jadi bebas lagian ada Juan kok" ucap Kenan santai sambil mengecup sesekali pipi istrinya.


"Kasian om Juan dong, terus kan sekarang Salsa dan Ela lagi bersama dengan om Juan dan aku yakin banget pasti mereka membuat om Juan susah" ucap Friska.


"Nggak kok sayang Juan sudah biasa seperti itu jadi kamu santai ajah yah, dan kalau masalah teman-teman kamu, aku yakin Juan pasti bisa mengurusnya" ucap Kenan sambil tersenyum.


Tapi nggak terlalu yakin juga sih sayang karena aku belum pernah melihat Juan bersama wanita, dia hanya selalu bersamaku saja tapi untung dia normal kalau nggak normal bahaya banget batin Kenan.


"Kamu yakin sayang?" tanya Friska.


"Iya istriku sayang, aku yakin banget" ucap Kenan.


Aku nggak yakin sebenarnya, tapi daripada aku di ganggu mau berduaan dengan kamu sayang, lebih baik seperti ini kan batin Kenan.


"Bagus deh sayang" ucap Friska lalu memeluk Kenan juga.


"Oh iya sayang malam minggu aku bolehkan keluar bareng sahabat-sahabatku?" tanya Friska sambil bermanja-manja pada Kenan agar di izinkan.


"Ada cowok kan?" tanya Kenan dengan ekspresi wajah dinginnya.


"Iya sayang tapi mereka cuma sahabat aku ajah kok sayang aku nggak akan macam-macam, boleh yah sayang" mohon Friska lagi dengan wajah yang sangat menggemaskan di mata Kenan membuat Kenan susah menolaknya.


"Tapi sepertinya malam minggu aku ada kerjaan sayang, aku kan ingin mengantar kamu dan menunggumu" ucap Kenan.


"Yah sayang masa gitu ajah harus di antar aku bisa bawah motor sendiri kok sayang atau mobil, dari dulu juga aku sudah seperti itu. Aku nggak mau di antar sama pak sopir sayang dan kamu fokuslah sama kerjaanmu, aku nggak akan macam-macam kok sayang, percaya padaku" ucap Friska sambil terus bermanja-manja pada Kenan.


#################


Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...


-Aku bukan pelakor


-Takdirku bersamamu


-Seorang Pelayan


klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil


Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2