Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Nikmati Hidup


__ADS_3

"Hey ngapain kamu megang-megang dia haa" ucap Adelia sambil melepaskan pegangan tangan Friska.


Sedangkan Kenan benar-benar terkejut melihat Friska di tempat yang sama dengan dia, dia benar-benar tidak mau di ketahui oleh Friska kalau yang lagi bersamanya adalah kekasih yang di tunggunya dan sangat di cintainya. Kenan tidak mau kalau Friska langsung meminta cerai setelah mengetahuinya.


"Iihh tante, santai ajah dong baru juga pegang tangan, aku cium om Kenan di sini juga dia nggak bakalan marah tuh" ucap Friska sombong.


Tapi bohong, aku nggak berani sih batin Friska.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Kenan menatap Friska lembut sambil mengelus wajah Friska, selain terkejut Kenan juga pangling melihat kecantikan Friska yang natural dan baju yang sangat cocok di pakainya.


"Aku lagi nikmati hidup" ucap Friska sambil nyengir kuda membiarkan Kenan mengelus wajahnya.


"Kenan kenapa kamu manjain dia sih pakai elus-elus wajah dia lagi" ucap Adelia sambil melepaskan tangan Kenan dari wajah Friska.


"Haduhh kok tante yang panas sih, emang kenapa kalau om Kenan mau lakuin itu, masalah buat tante gitu" ucap Friska yang membuat Kenan hampir tertawa namun di tahannya.


"Hee beraninya yah kamu bicara seperti itu, sayang kamu kok nggak belain aku sih" ucap Adelia sambil merangkul lengan Kenan namun Kenan dengan cepat melepaskan rangkulan tangan Adelia, membuat Adelia malu di depan Friska.


"Hahah kasian banget sih tante" ledek Friska. Friska pun merangkul tangan Kenan dengan manjanya dan Kenan tidak melepaskan rangkulan tangan Friska. Membuat Friska tersenyum puas melihat wajah kesal Adelia.


"Kenan kamu kok nggak ngelepasin tangan dia sih, aku ini pacar kamu loh" ucap Adelia dengan emosinya.


"Ya ampun tante baru pacar, aku ini ponakan kesayangan om Kenan, kalau aku nggak merestui pasti om Kenan nggak mau sama tante" ucap Friska dengan sombongnya padahal dia asal bicara saja. Lagian yah tante pasti om Kenan hanya khilaf mau jalan dengan tante, om Kenan hanya mencintai satu orang wanita, dan nggak mungkin wanitanya itu anda, massa selera om Kenan kayak tante-tante sih dandanan tante menor banget sambung Friska lagi.


Kenan hanya tersenyum mendengar ucapan Friska. Dan dia juga senang Friska tidak mendengarkan ucapan Adelia.


"Tahu apa kamu haa" ucap Adelia dengan marahnya.


"Sekali lihat aku sudah tahu, kalau anda itu tante-tante terlihat dari dandanannya dan juga matre di lihat dari belanjaan tante, pasti itu semua om Kenan yang bayar" ucap Friska dengan santainya.

__ADS_1


"Memang kenapa Kenan pacar aku, jadi wajar dia belanjain aku karena dia sayang banget sama aku, iri kamu haa. Dan stop panggil aku tante ngerti." ucap Adelia.


"Hidihh baru juga di belanjain udah sombong, aku di kasih kartu ini nggak sombong tuh" ucap Friska sambil memamerkan kartu yang di berikan Kenan dengan sombongnya dan Adelia sangat mengetahui itu kartu Kenan karena dari dulu dia sangat mengincar kartu itu dan kartu itu hanya beberapa orang saja yang punya. Terus yah aku mau manggil tante terserah aku dong ini bibir aku ngapain tante atur-atur sambung Friska lagi dengan wajah meledeknya.


Kenan hanya tersenyum melihat tingkah Friska. Dia benar-benar menikmati pertunjukan di depan matanya.


Gemesin banget sih anak kecil ini batin Kenan.


"Kenan kamu benar-benar memberikan dia kartumu" ucap Adelia tidak terima.


"Sudahlah Adelia kenapa kamu meributkan kartu itu sama anak kecil" ucap Kenan.


Tiba-tiba Dafa datang memegang tangan Friska sambil membawa ice cream, belanjaan Friska dia sudah titipkan kepada sahabat-sahabat Friska karena agak susah kalau dia mau memegang ice cream dan belanjaan. Sahabat-sahabat Friska pun mau karena mereka di traktir dan mereka juga mendukung Dafa yang ingin membelikan Friska ice cream.


"Fris loe ngapain di sini, ini ice cream buat loe" ucap Dafa yang belum melihat Kenan karena Dafa hanya fokus melihat Friska.


"Ya ampun Dafa loe tahu ajah sih kalau aku lagi haus dan suka banget sama ice cream, makasih yah" ucap Friska malu-malu sambil mengambil ice cream dari Dafa.


Dafa pun tersenyum, kemudian dia baru sadar kalau disitu ada Kenan yang menatapnya dengan tatapan dingin dan datar.


"Pak Kenan" ucap Dafa.


"Oh iya Dafa, gue tadi di sini karena melihat om makanya gue samperin" ucap Friska santai.


"Oh gitu yah, ya udah ayo kita pergi liat-liat ke tempat lain, nggak baik gangguin om loe yang lagi jalan bareng pacarnya" ucap Dafa karena melihat Adelia di samping Kenan. Dan sepertinya loe buat masalah yah" ucap Dafa tersenyum sambil mengelus rambut Friska.


Dafa berbicara seperti itu karena melihat wajah Adelia yang sangat terlihat sedang marah. Dan Dafa tahu betul kelakuan Friska.


Sedangkan Kenan benar-benar seperti ingin terbakar melihat adegan Friska dan Dafa di depan matanya.

__ADS_1


"Ya udah om, aku lanjut lagi deh, bye tante menor." ucap Friska kemudian pergi bersama Dafa.


Dafa pun menggenggam erat tangan Friska sambil berjalan, hal itu tidak luput dari mata Kenan.


Dan Adelia sangat membenci Friska.


"Sayang ponakan kamu itu sifatnya kok seperti itu sih, nggak sopan banget" ucap Adelia sambil merangkul lengan Kenan lagi dengan manja.


Kenan dengan cepat menepis rangkulan tangan Adelia.


"Kamu jangan selalu bersikap seperti itu di depan umum, dan lagi kamu nggak tahu apa-apa tentang dia jadi jangan berbicara sembarang" bentak Kenan.


"Kamu kok jadi gini sih sama aku Kenan, kartumu kamu berikan ke anak kecil itu sekarang kamu bentak aku karena anak kecil itu padahal dulu kamu tidak pernah membentak aku" ucap Adelia seakan tidak percaya.


"Sudahlah Adelia aku malas ribut, kamu pulang sendiri saja" ucap Kenan memberikan belanjaan Adelia kemudian dia memberikan uang lagi buat Adelia pulang dan jumlah uangnya itu sudah melebihi dari ongkos pulang Adelia ke apartemennya.


"Tapi Kenan, aku mau di antarin kamu" ucap Adelia.


"Tidak bisa" ucap Kenan kemudian pergi dari hadapan Adelia.


Siall!!! awas saja kamu Kenan, aku akan buat kamu bertekuk lutut lagi sama aku kayak dulu yang seperti binatang peliharaanku guman Adelia.


Sedangkan Kenan sibuk mencari Friska dan Dafa.


Enak saja dia memegang tangan istriku, mengelus rambut istriku. Hanya aku yang boleh melakukan itu, kemana mereka pergi batin Kenan.


Ya ampun kenapa aku nggak menelepon dia saja dari tadi sih, ketika ingin menelepon, Kenan tidak sengaja melihat Friska yang lagi tertawa bahagia bersama Dafa membuat Kenan sangat emosi, Kenan pun tidak jadi menghubungi Friska dan langsung saja menghampiri Friska.


"Ayo pulang" ucap Kenan dingin sambil memegang sebelah tangan Friska yang juga sebelah tangan Friska di pegang oleh Dafa.

__ADS_1


__ADS_2