
Kenan masih senyum-senyum sendiri dan juga sesekali tertawa begitu melihat kelakuan istrinya yang sangat heboh itu dan juga kadang absurd di matanya. Sangat cocok sekali mereka semua bersahabat karena sama-sama absurd.
Kenan terus melihat istrinya padahal dia rencananya mau kerja di ruangan kerjanya yang berada di apartemen namun dia tidak bisa.
"Kenapa dia berekspresi seperti itu, imut sekali" ucap Kenan, dia ingin menelepon istrinya tapi dia juga tidak mau mengganggu waktu istrinya dengan sahabat-sahabatnya jadilah dia melihatnya saja.
"Fris kapan nih kita menghubungi Dafa?" tanya Salsa.
"Yah kapan-kapan ajah, terserah loe asal loe bahagia," ucap Friska asal.
"Ihh lebay loe, merinding gue" ucap Salsa.
Friska pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Nggak lebay gue, abis loe tanya mulu," ucap Friska.
"Ya gue kan bertanya supaya nggak salah," ucap Salsa.
"Tumben loe gitu," ucap Ardi.
"Haduh pusing deh gue, kenapa sih gue itu selalu salah," ucap Salsa.
"Yang bilang loe selalu salah itu siapa maemunah, baperan amat loe," ucap Ardi lagi.
"Iya ribut ajah terus, nggak kelar-kelar ini," ucap Farel.
"Yee kita ribut sambil kerja kali," ucap Salsa.
"Mana sambil kerja dari tadi nggak selesai-selesai tuh kerjaan loe," ucap Farel lagi.
"Aduh loe nggak lihat ini gue yang selesain, loe tuh yang nggak selesai-selesai," ucap Salsa.
"Yee mana ada, ngaku-ngaku lagi loe, jelas-jelas itu gue yang selesain," ucap Farel lagi.
"Oh iya yah, sorry salah ingat gue, nggak usah ngegas dong itu ekspresi, santai ajah," ucap Salsa lalu nyengir.
Farel pun hanya geleng-geleng kepala melihat Salsa yang ngaku-ngaku.
"Jadi kapan nih gue menghubungi Dafa woi?" tanya Salsa lagi.
"Ya ampun Salsa loe tanya lagi, kan udah bilang terserah loe ajah tapi lihat keadaan," ucap Friska gemas.
"ya udah sekarang ajah deh," ucap Salsa.
"Yah jangan sekarang juga kan kita masih belum selesai, gimana sih loe Sal, udah di bilang tadi lihat keadaan, emang loe mau Dafa datang dan ruangan masih kayak gini" ucap Ela.
"Nggak tahu nih Salsa, belum selesai udah mau menghubungi, Dafa itu pasti langsung otw tahu nggak, kalau loe hubungi dia suruh datang di rumah Friska," ucap Farel.
Kenapa yah Dafa itu harus dekat dengan istriku, andai saja istriku mau aku suruh menjauh dari Dafa itu, tapi mana mungkin sih dia bisa menjauh mereka sahabatan dan lebih parahnya lagi sekelas hemm, tunggu saja kalau sudah lulus kalian tidak boleh dekat lagi batin Kenan.
"Ihh santai ajah dong kalian ngegas amat sih, jodoh baru tahu rasa loe berdua," sewot Salsa.
"Apaan sih loe bawa-bawa jodoh, loe tuh yang jodoh dengan Jojo nanti," ucap Farel.
"Ya ampun udah dong kalian berdua, haduhh pusing nih gue, lanjut lagi woi udah mau malam ini," ucap Friska.
"Iya Sal lanjut lagi, dan jangan hubungi Dafa dulu," ucap Jojo dan Salsa pun langsung menurut.
"Cie Salsa dan Jojo itu walaupun sering banget bertengkar tapi Salsa nurut loh, ciri-ciri calon yang baik nih, penurut gitu" ledek Haris.
"Apaan sih loe Haris, kalau ngomong sembarangan ajah," ucap Salsa sambil melemparkan Haris balon dan balon itu menjadi pecah karena Haris malah menahan balon itu dengan benda tajam.
Kenan benar-benar tertawa melihat kejadian itu.
__ADS_1
Hancurlah kejutan mereka, bisa-bisa nggak jadi tuh, ya ampun dasar yah bocil-bocil batin Kenan sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun picah kan, haduh pergi beli sana cepat," omel Friska.
"Haris pergi loe sana kan loe yang kasih picah, gue kan hanya lempar doang," ucap Salsa.
"Ihh enak ajah kan loe yang duluan," ucap Haris tidak mau kalah.
"Ya ampun aku butuh minum," ucap Friska lalu segera duduk di sofa sambil minum.
Kenan benar-benar gemas melihat istrinya itu. Sedangkan Haris dan Salsa hanya nyengir.
"Ngapain loe berdua cengar-cengir gitu, pergi sana beli balon," ucap Friska.
"Ihh Haris pergi sana loe," ucap Salsa.
"Loe ajah," ucap Haris juga.
"Ya ampun kalian bisa pergi berdua, susah banget sih," ucap Friska.
"Nggak mau," ucap mereka bersamaan.
"Berisik banget sih kalian, gue ajah yang pergi," ucap Farel.
"Bareng Ela," ucap Farel lagi sambil menarik tangan Ela untuk segera pergi membeli balon.
"Rel gue belum bilang mau loh," ucap Ela sambil mengikuti Farel berjalan karena Farel memegang tangannya.
"Ikut ajah sekalian loe cari udara segar, gue tahu loe pasti habis patah hati kan atau dugaan gue salah?" tanya Farel.
Ela pun langsung terdiam begitu mendengar ucapan Farel karena memang benar adanya dia habis patah hati sekarang.
"Berarti dugaan gue benar," ucap Farel sambil mengambilkan helm buat Ela lalu memakaikan kepada Ela.
"Okelah ayok cari udara segar, untuk membuang bayangan orang php," ucap Ela tertawa sambil naik ke motor Farel begitu Farel juga sudah naik di motornya.
"Biarin," ucap Ela.
Mereka pun segera pergi jalan-jalan bersama dan membeli balon juga.
Sementara di tempat lain, Juan teringat dengan Ela.
Ela lagi ngapain yah, udah berapa hari aku nggak nelfon dia, dia di rumah atau keluyuran lagi batin Juan.
Juan pun segera menelepon Ela, Ela yang lagi boncengan dengan Farel mendengar bunyi ponselnya, Ela pun ingin segera melihat siapa yang meneleponnya.
"Kenapa Ela?" tanya Farel karena Ela yang melepaskan ppegangannya pada Farel.
"Ini ada yang nelfon, jangan-jangan mereka Friska lagi, aku lihat dulu," ucap Ela.
Farel pun memberhentikan motornya.
Ela langsung menyimpan kembali ponselnya begitu dia melihat nama kontak di ponselnya yaitu kak Juan tukang php.
"Ayo lanjut," ucap Ela.
"Siapa?" tanya Farel.
"Bukan mereka Friska?" tanya Farel lagi.
"Bukan, orang yang nggak penting, ayok jalan lagi, nanti mereka ngomel kalau kelamaan," ucap Ela.
Farel pun mengikuti ucapan Ela.
"Nih anak kemana, aku telfon dia nggak angkat, pasti keluyuran," ucap Juan di dalam apartemennya.
Juan pun menelepon Ela lagi, dan Ela kembali melihat ponselnya begitu dia melihat Juan lagi, dia pun segera menonaktifkan ponselnya membuat Juan shock seketika.
__ADS_1
"Nih anak kenapa, kok panggilan aku dia tolak," ucap Juan.
Juan pun segera menghubungi Ela lagi namun sekarang justru nomor ponsel Ela tidak aktif lagi. Membuat Juan pusing.
"Kenapa dengan anak ini," ucap Juan sambil melihat foto Ela, yang dengan kepedeannya Ela kirimkan kepada Juan, sebelum Ela memutuskan untuk mundur dari mengejar Juan.
Ela mengirimkan foto itu kepada Juan dengan caption "Penjaga ponsel kak Juan, siapa tahu ajah nanti orang aslinya bisa menjadi penjaga hati kak Juan" caption itu membuat Juan tersenyum ketika membacanya.
Juan menyimpan foto itu.
#########
VISUAL
KENAN MAHARDIKA,,, AUTHOR BUCIN BANGET SAMA KIM TAEHYUNG MEMBER BTS, JADI MAAF YAH KALAU ADA YANG NGGAK SETUJU SAMA VISUAL KENAN INI🙏, TAPI AUTHOR TETAP DIA, KARENA CERITA INI BERAWAL DARI KEHALUAN AUTHOR PADA COWOK INI😂
FRISKA HALWATUZAHRA,,,
JUAN
SYEILA
Ela
SALSA
FAREL
JOJO
DAFA
ARDI
HARIS
MAAF YAH KALAU TIDAK SESUAI DENGAN KEINGINAN KALIAN,, INI KARENA BANYAK YANG INGIN VISUALNYA JADI VISUAL MENURUT AUTHOR YAH MEREKA-MEREKA INI😊...
__ADS_1