
"Telfon lagi Dafa, jangan kasih kendor," balas Haris kepada Dafa.
"Apaan dahh lu Haris, ngomong ngelantur ajah," balas Dafa dengan emot ketawa.
"Iya nih si Haris bibir wanita, ngomong gitu amat," ledek Ela.
"Hemm Ela sayang loe kok tega banget sih sama gue bilangin gue bibir wanita, gue nggak gitu kali," balas Haris kepada Ela.
"Jangan macam-macam deh loe Haris, awas yah jangan bilang-bilang sayang mulu loe sama Ela, nanti Ela baper lagi sama loe, emang loe mau sama Ela," balas Salsa kepada Haris dengan emot ketawa.
"Haris jaga yah Haris jaga, sebelum gue marah nih," balas Farel juga.
"Salsa sayang loe cemburu yah, gue mengerti kok nggak lagi gue ngomong gitu, gue nggak mau loe cemburu, karena cemburu itu berat, loe nggak akan sanggup," balas Haris kepada Salsa sambil tertawa ngakak di dalam kamarnya.
"Ehhh Haris mau gue beri loe ngomong sayang sama Salsa," balas Jojo kepada Haris yang membuat Haris semakin tertawa ngakak.
"Etdahh pawang masing-masing pada keluar nih, takut gue tapi kalau misalnya Salsa atau Ela mau sama gue, gue sih berani sama pawangnya," balas Haris lagi sambil tertawa-tertawa di dalam kamarnya, dia sangat senang mengganggu sahabat-sahabatnya itu.
"Si Haris sekarang selain bibir wanita, di tambah juga perayu ulung," balas Ardi sambil tertawa.
"Benar banget tuh Ardi," balas Salsa.
"Iya nih, kenapa lu Haris?" tanya Ela pada Haris.
"Eitts bercanda gue, kalian ajah yang pada baper," balas Haris.
"Aduh si Friska belum nongol juga kemana dahh tuh anak, apa kita ke rumahnya ajah?" tanya Haris lagi.
"Boleh tuh, kita ke rumahnya yuk," balas Dafa cepat.
"Aduh si abang Dafa kalau tentang Friska ajah cepat banget nimbrungnya," balas Ela kepada Dafa.
"Iya benar banget tuh Ela, makanya kalau cinta bilang abang nanti di ambil orang baru berasa sakitnya," balas Salsa.
"Si Salsa lagi ngasih kode tuh sama si Jojo, sakit yah Sal di gantungin kayak jemuran," balas Haris dengan emot ketawa.
"Apaan sih kalian tuh sering salah paham," balas Dafa.
"Haris bisa diam nggak loe, kita lagi bahas lain juga, loe nyerocos lain juga," balas Salsa kepada Haris.
"Salah paham gimana sih, nggak usah bohong deh bang Dafa loe suka ama Friska kan yah buruan di akui udah mau tamat gini juga," balas Ela kepada Dafa.
"Nggak bisa diam gue Sal, selama ada loe," balas Haris.
__ADS_1
"Haduhh cari ribut nih si Haris bibir wanita," balas Jojo kepada Haris.
"Benar tuh Daf yang di bilang Ela," balas Farel juga.
"Iya Dafa gue juga dukung yang di bilang Ela," balas Haris lagi.
"Gue semakin cari ribut kalau di bilangin bibir wanita terus," balas Haris kepada Jojo.
"Kalian jangan ngomong sembarang dong, nanti Friska baca bisa salah paham nanti," balas Dafa.
"Yee biarin ajah lah memang itu kenyataannya," balas Ela lagi.
"Jadi gimana nih jadi nggak bentar malam?" tanya Dafa mengalihkan pembicaraan.
"Gue sih jadi, nggak tahu yang lain," balas Ela yang memang suntuk juga berada di rumah.
"Gue juga jadi," balas Farel.
"Sudah kuduga kalau Ela ikut pasti Farel ikut tanpa pikir panjang," balas Haris yang cari keributan lagi.
"Diam deh Haris, loe gimana? mau atau nggak?" tanya Farel kepada Haris.
"Gue sih jadi kalau Ela pergi," balas Haris sambil tertawa.
"Kalian udah pacaran yah? karena kalau Ela gue gangguin si Farel marah" tanya Haris.
"Kepo loe," balas Ela kepada Haris.
"Yang lain gimana nih, mau atau nggak nih?" tanya Ela kepada sahabatnya yang lain.
"Mau gue Ela, lagian di rumah terus bosan juga, gue butuh hiburan dan mencuci mata sama cowok ganteng-cowok ganteng yang berada di muka bumi ini," balas Salsa sambil tertawa.
"Eheem," balas Jojo.
"Pawang muncul," balas Haris.
"Gimana loe Jo, mau ikut atau nggak?" tanya Haris kepada Jojo.
"Mau lah, gue pasti ikut buat jaga mata yang tidak bisa di kondisikan bentar," balas Jojo kepada Haris.
"Hahah ngerti gue maksud loe," balas Haris lagi.
"Kalian nggak nanya gue woi," balas Ardi yang langsung membuat semua sahabat-sahabatnya tertawa.
__ADS_1
"Sorry lupa, loe mau atau nggak Ar?" tanya Salsa.
"Mau gue Sal, asal loe yang nanya dan loe ikut" balas Ardi.
"Banyak kang tikung disini yah ternyata," balas Haris dengan emot ketawa.
"Masih ku pantau belum ku sleding," balas Jojo.
Sahabat-sahabatnya pun langsung tertawa begitu juga dengan Salsa.
"Jadi oke yah kita semua pergi nih," balas Salsa.
"Si Jojo nggak di gubris," ledek Haris dengan emot ketawanya.
"Diam deh Haris bibir wanita," balas Salsa.
"Tinggal Friska nih, kita ke rumahnya atau gimana nih?" tanya Salsa lagi.
"Kita telfon dulu deh," balas Ela.
"Gue udah telfon sejak tadi tapi belum di angkat-angkat juga sama Friska," balas Dafa.
"Ya udah kita tunggu ajah dulu takutnya kalau langsung ke rumahnya ada pak Kenan lagi nggak enak," balas Farel.
"Emang kenapa kan kita nggak ngapain-ngapain mau ajak Friska ajah," balas Haris.
"Duh tetap ajah nggak enak kita kan nggak terlalu akrab dengan pak Kenan dan juga gue takut gitu, jadi kita tunggu kabar dari Friska ajah deh mungkin dia sekarang masih tidur walaupun aneh juga sih masih tidur jam segini karena dia nggak biasanya," balas Ela.
"Oke gitu ajah deh, gue mengikut ajah sama saran kalian," balas Dafa.
Begitulah pesan-pesan whatsapp mereka, sementara di tempat lain Friska masih asik-asikan dengan Kenan di kolam renang, karena Kenan yang memang buru setoran, dia memang ingin segera memiliki anak makanya dia menggarap terus. Di tempat Kenan dan Friska masih pagi sedangkan di tempat Ela dan sahabat-sahabatnya sudah siang. Memang ada perbedaan waktu di kedua tempat itu.
Sementara di kantor Kenan, Juan sedang ingin pergi makan siang dengan Syeila pada jam makan siang, Syeila memang selalu ke kantor Kenan apabila waktu makan siang, Juan dan Syeila selalu makan siang bersama.
"Juan aku ikut bareng kalian yah, aku nggak ada teman nih, cewek-cewek di kantor ini juga nggak mau sama aku kalau aku ajak makan bareng, jadi aku bareng kalian yah bosan makan sendiri terus nih," ucap Jeki begitu melihat Juan sedang jalan bersama Syeila dan tahu pasti mereka akan makan siang bersama lagi.
Jeki memang masih berada di kantor Kenan, tapi dia bertukar posisi dengan Juan, selama Juan ada Juanlah yang handle dan Jeki menjadi asistennya.
"Kamu ajah yang nggak mau ajak mereka, coba kalau kamu ajak pasti mereka dengan senang hati mau," ucap Juan.
"Duhh nantilah aku bareng kalian ajah dulu sekarang," ucap Jeki.
"Nggak mau ganggu ajah kamu," ucap Juan lalu segera membawa Syeila pergi dari hadapan Jeki.
__ADS_1
Ya ampun punya sepupu gitu amat, mentang-mentang udah punya pacar batin Jeki kesal.