Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Dafa tidak mungkin membiarkan itu terjadi...


__ADS_3

"Wah kalau memang benar Dafa dibalik hilangnya Nona Friska ini benar-benar sesuatu yang mengejutkan,, karena Dafa itu masih sangat bocil,, tapi dia sudah sangat berpengalaman dalam culik-menculik,, hingga kami saja susah sekali menemukan petunjuk,, nggak nyangka bakalan ngelawan anak baru kemarin sore,," ucap Juan yang masih terkejut dan terheran-heran dengan Dafa.


"Ketika cinta yang berbicara apa sih yang nggak bisa dilakukan,, terlebih lagi Dafa itu anak yang pintar dan berpikiran dewasa,, aku rasa dia sudah lama mencintai istrimu Kenan,, selama kita ngumpul-ngumpul,, aku selalu lihat dia memang memasang ekspresi wajah tidak suka kalau kamu bermesraan dengan istrimu,, tapi aku benar-benar tidak curiga sedikitpun, aku pikir dia itu lagi ada masalah,, ehh ternyata masalahnya ada di depan mata," ucap Raka lagi sambil fokus menyetir mobilnya.


"Aku yakin Dafa pelakunya,, gantungan ponselnya aku temukan di tempat kejadian,, aku sangat ingat dengan gantungan ponsel itu karena aku sendiri yang memilihnya ketika Dafa ulang tahun,, aku tidak ingin istriku memilihkan hadiah buat pria lain makanya aku sendiri yang memilihkan,, tidak menyangka hadiah itu masih dipakainya juga,, pasti karena dia berpikir istriku yang memilihkan untuk dia," ucap Kenan.


"Wow,, cinta memang buta,, aku jadi khawatir pada dek cantik,, kok dia nggak pulang yah? atau jangan-jangan dia belum sadarkan diri? kalau disiksa sih nggak mungkin,, kan alasan Dafa sepertinya karena cinta,, bahkan tinggal disini,, ditempat kesukaan dek cantik, mereka berteman sudah lama pasti Dafa tau kesukaan dek cantik,, jadi karena ingin membuat dek cantik bahagia makanya dia membawa dek cantik kesini,," ucap Raka lagi yang menimbang-nimbang segala kemungkinan-kemungkinan.


Kenan lagi-lagi memarahi Raka yang memanggil istrinya dengan panggilan dek cantik,, karena panggilan itu sungguh membuat telinga Kenan sakit seketika. Hingga akhirnya mereka sampai.

__ADS_1


"Itu juga yang menjadi pertanyaan besar untuk aku,, mengapa istriku tidak pulang? tidakkah dia mengingat suaminya yang sekarat juga waktu itu?" ucap Kenan yang juga sangat khawatir pada Friska.


Mereka bertiga berjalan beriringan,, ketiga pria tampan itu terlihat begitu serius membahas segala sesuatu yang masih menjadi tanda tanya besar di kepala mereka.


"Gimana? ada informasi mengenai Dafa? tempat tinggalnya sekarang?" tanya Raka pada anak buahnya.


"Belum Tuan,," jawab anak buah Raka.


"Cari sampai ketemu meskipun harus membolak-balikkan Negara ini,, kalian harus mendapatkan informasi mengenai istriku," ucap Kenan.

__ADS_1


"Iya Tuan,," ucap anak buah Raka lalu kembali melakukan tugasnya,, anak buah Kenan juga sama.


Kenan tampak tak tinggal diam,, Kenan terlihat sibuk dengan ponselnya entah apa yang sedang dilakukannya saat ini.


Sementara ditempat lain,, Dafa membanting gelas yang dipegangnya begitu mengetahui ternyata Kenan dan yang lainnya telah sampai di Negara tempat dia menyembunyikan Friska. Berarti Kenan sudah mendapatkan petunjuk mengenai hilangnya Friska bahkan ada kemungkinan besar Kenan telah tau bahwa dirinya lah yang menculik Friska.


Bayang-bayang Friska akan kembali pada Kenan begitu menghantui pikirannya meskipun saat ini Friska sedang hilang ingatan tapi Kenan pasti akan membawanya pergi,, Dafa tau apa yang bisa dilakukan Kenan jika itu sudah menyangkut Friska.


Dafa tidak mungkin membiarkan itu terjadi. Dafa benar-benar ingin segera membuat Friska mengandung anaknya agar Friska tidak kembali pada Kenan. Dengan perasaan campur aduk Dafa berjalan menuju kamar Friska yang terletak dilantai dua.

__ADS_1


##########,,,,,,,,,,,,,,###########


__ADS_2