Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tidak ada peluang...


__ADS_3

"Non mau kemana? kata tuan Non di larang kemana-mana,, Non belum terlalu pulih,, tolong jangan kemana-mana Non,," ucap salah satu pelayan yang diberi tugas untuk menjaga Cika.


Cika tampak sangat kesal begitu mendengar ucapan salah satu pelayannya.


Sebenarnya pelayan itu sangat takut pada Cika namun dia hanya menjalankan perintah dari ayah Cika saja,, pelayan itu yakin dia tidak akan dipecat apabila mengikuti perintah ayah Citra.


"Kamu nggak usah beri tau ayahku kalau aku keluar,, gitu aja repot," ucap Cika.


"Tapi Non,, Tuan pasti tau kalau Non keluar rumah,, Non jangan kemana-mana dulu,,, keadaan Non belum pulih,," ucap pelayan itu lagi sambil melihat Cika.


Cika tampak semakin kesal.


"Aku yang ngerasain kondisi aku seperti apa dan aku sudah baik-baik saja sekarang,, jadi minggir aku mau keluar rumah dan jangan beritahu ayahku,," ucap Cika sambil mengambil kunci mobilnya lalu segera berjalan menuju mobilnya.


Para pelayan hanya saling pandang tak tau harus berbuat apa.


Sementara Cika dengan segera menyetir mobilnya untuk menemui Kenan dan Friska.


Kalian nggak akan aku biarkan hidup bahagia terutama istri Kenan itu,, kamu tega sekali Kenan menikah di belakang aku,, batin Cika sambil menyetir mobilnya.


Sementara di rumah sakit Salsa tak henti-hentinya tersenyum bahagia sambil melihat Jeki,, Salsa benar-benar sangat bahagia mengetahui Jeki masih hidup,, itu adalah kebahagiaan yang sangat tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata oleh Salsa.


"Haduh Salsa mentang-mentang baru jadian senyum-senyum melulu,," goda Ela sambil melihat Salsa.

__ADS_1


Yang lain ikut melihat ke arah Salsa,, Kenan yang masih manja-manjaan pada Friska ikut menoleh pada Salsa.


"Iya nih yang udah nggak jomblo ngenes lagi," ucap Friska juga sambil melihat Salsa.


"Kalian apaan sih gangguin aku mulu,, aku lagi senang banget tau sayangku ini masih hidup,," ucap Salsa sambil menggenggam tangan Jeki.


"Cie sekarang udah panggil sayangku, cie,," goda Friska yang membuat Jeki langsung tersipu malu.


"Salsa kan emang bar-bar,, kalau kak Jeki nggak sakit entah seperti apa dia pada kak Jeki,," ucap Ela lalu tertawa.


"Kamu kan juga sama sayang,," ucap Juan sambil melihat Ela.


Ela langsung tersipu malu dan yang lain langsung tertawa,, mereka juga tidak menyangka bisa melihat sisi lain dari Juan,, asisten pribadi Kenan yang sifatnya mirip Kenan.


"Ishhh aku lagi ngambek sama kamu,, nggak usah panggil sayang,," ucap Ela yang membuat Juan mengernyitkan dahinya bingung.


"Pakai tanya lagi,, kamu merahasiakan hubungan Friska dan pak Kenan,, kamu benar-benar tega sama aku,," ucap Ela sambil melihat Juan dengan tatapan mata kesal.


"Oh itu aku nggak bisa apa-apa sayang,, karena yang punya hubungan sudah melarang ku untuk jangan mengatakan kepada siapapun,,, jangan ngambek aku belikan ice cream bentar yah,," rayu Juan.


"Ishh emang aku anak kecil apa,," ucap Ela sambil mengerucutkan bibirnya dan itu membuat semua orang tertawa melihat pertengkaran alay Juan dan Ela.


Ketika ingin berbicara lagi tiba-tiba pintu terbuka dan mereka pun langsung melihat orang yang membuka pintu.

__ADS_1


Tampak Cika yang sedang sangat marah melihat Friska.


Friska terlihat biasa saja sedangkan Kenan langsung mengernyitkan dahinya melihat kedatangan Cika.


"Ada apa Cika,, kamu datang kesini? darimana juga kamu tau kami ada disini?" ucap Juan heran melihat Cika yang tampak sangat marah dengan mata sembab. Juan sudah tau apa penyebab itu semua.


Sedangkan Kenan tampak masih bermanja-manja pada Friska seakan kehadiran Cika tak ada sangkut pautnya dengan dirinya,, padahal Cika seperti sekarang ini karena Kenan yang telah menikah diam-diam.


"Heh bocil ceraikan Kenan,, dia itu tidak pantas untuk kamu,, Kenan juga sebenarnya tidak mencintai kamu,, dia itu cinta sama aku,," ucap Cika yang sangat yakin Kenan sebenarnya mencintai dirinya karena dulu memang mereka dekat,, namun karena harus mengikuti orang tuanya,, Cika terpaksa meninggalkan Kenan ke luar negeri.


Friska tampak tersenyum sinis. Begitu melihat Kenan akan berbicara,, Friska langsung melarang Kenan dan Kenan pun menurut.


Sahabat-sahabat Friska lagi-lagi terkagum-kagum dengan kekuasaan Friska,, tidak menyangka Friska bisa membuat Kenan Mahardika menurut seperti itu,, sedangkan Cika tampak sangat emosi begitu melihat Kenan yang sangat menuruti Friska,, padahal tak ada yang bisa membuat Kenan menghentikan apapun yang ingin dia lakukan kecuali orang tuanya tapi Friska bisa melakukan itu dan itu tentu membuat Cika semakin sakit hati.


"Benarkah,, suamiku tersayang ini mencintai mu dan tidak mencintai ku?" tanya Friska dengan santainya sambil melihat Cika.


Cika pun tersenyum sinis melihat Friska yang tampak sangat percaya diri bahwa Kenan mencintai dirinya.


"Iya aku punya buktinya,," ucap Cika yang membuat keadaan semakin tegang.


Cika langsung memperlihatkan foto-foto kedekatan mereka dengan Kenan.


"Apa kamu bisa melihat bagaimana aku dan Kenan,, dia sangat mencintai ku,," ucap Cika dengan penuh kemenangan.

__ADS_1


"Cuma foto gitu doang tante banggakan,, mau lihat yang lebih nggak,," ucap Friska lalu dengan segera mencium bibir Kenan di hadapan mereka semua,, Kenan tentu dengan senang hati membalasnya karena ini adalah kejadian langka sekaligus Kenan ingin memperlihatkan pada Raka dan Cika bahwa tidak ada peluang lagi untuk mereka.


###############


__ADS_2