Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ngambek,,,


__ADS_3

Friska langsung tertawa begitu mendengar ucapan Kenan,, Friska tau betul pasti suaminya sedang cemburu sekarang. Friska benar-benar tidak habis pikir kalau Kenan akan cemburu mengenai ucapan dia yang memuji Raka.


Kenan semakin kesal saja begitu melihat istri yang paling dicintainya malah tertawa ngakak di depannya padahal dia sedang benar-benar merasa cemburu.


"Pak,, kalau mau tertawa yah tertawa aja nggak usah di tahan pak,," ucap Friska kepada sopir mereka.


Hmmm Nyonya cari mati aku kalau sampai tertawa,, tuan Kenan sekarang sedang cemburu berat massa aku malah tertawa,, hanya Nyonya yang berani kalau aku tidak berani Nyonya,, batin Pak sopir itu sambil benar-benar menahan tawanya.


"Tidak Nyonya muda,, saya tidak ingin tertawa," ucap pak sopir itu sambil melirik sedikit pada Kenan melalui kaca.


Ternyata seperti ini kalau tuan Kenan sedang cemburu,, haduh sangat menakutkan,, tapi Nyonya muda terlihat biasa aja,, hmmm kok aku lupa kan pawangnya tuan Kenan yah Nyonya muda,, batin Pak Sopir itu lagi.


"Terus saja bicara dengan sopir,, tidak sadarkah kamu kalau disini ada yang sedang marah, tambah dengan tertawanya lagi,, nggak peka banget," ucap Kenan lagi sambil membelakangi Friska.


"Ya ampun suamiku sayang lagi ngambek yah,, sini aku peluk biar nggak ngambek lagi," ucap Friska sambil tersenyum melihat Kenan yang sedang duduk membelakangi dirinya.

__ADS_1


Astaga drama macam apa ini,, tuan Kenan langsung berubah seperti bocah yang ngambek gara-gara tidak di berikan uang sama orang tuanya,, seperti ini ternyata kelakuan Tuan Kenan Mahardika ketika bersama istrinya dan sedang cemburu,, benar-benar di luar dugaan aku,, dia seorang Kenan Mahardika loh ini yang disegani banyak orang,, tapi di depan istri seperti ini,, lebih bocah dia lagi daripada istrinya,, batin Pak Sopir itu lagi.


"Nggak mau nggak usah peluk-peluk aku,, peluk aja Raka kan tadi kamu memuji dia,, yah kamu peluk aja dia,," ucap Kenan yang masih duduk membelakangi Friska.


Kenapa masih bicara seperti sih istriku,, kan kamu bisa langsung memeluk aku saja,, nggak usah bicara seperti itu,, batin Kenan.


"Oh kamu nggak suka gelay yah sayang,, makanya nggak mau di peluk," ucap Friska lagi sambil menahan tawanya.


"Udahlah kamu nggak peka,, kamu pergi aja peluk Raka,, puji aja dia terus,," ucap Kenan lagi.


"Cie yang lagi ngambek,," ucap Friska lagi.


"Aku tuh cuma mengatakan yang sebenarnya aja sayang kalau kak Raka memang ganteng kok hanya jomblo aja,, tapi kalau di mata aku,, tetap suami aku yang paling ganteng,, tidak ada yang lain,, jadi nggak usah ngambek-ngambek yah suamiku sayang," ucap Friska lagi sambil mendekati Kenan,,, namun Kenan ikut bergerak juga tapi bergerak menjauh dari Friska.


Friska benar-benar menahan tawanya begitu melihat kelakuan suaminya.

__ADS_1


Aku nggak berikan jatah juga kamu sayang,, biar tau rasa kamu,, batin Friska sambil tertawa di dalam hatinya.


"Nggak usah bilangin aku ganteng,, Raka aja yang kamu puji,, Raka lebih membutuhkan,,, dan jangan dekat-dekat,," ucap Kenan lagi,, lalu segera turun dari dalam mobilnya karena mereka sudah sampai di rumah Kenan.


###########


Mama Kenan mengernyitkan dahinya begitu melihat Kenan yang jalan di depan,, karena biasanya dia pasti jalan bersama istrinya sambil menggandeng tangan istrinya,, walaupun di dalam rumah.


"Kenapa?" ucap mama Kenan pelan kepada Friska.


"Ngambek ma,," bisik Friska kepada mama mertuanya.


"Menantuku sayang malam ini tidur di kamar mama yah,," ucap mama Kenan yang sengaja mengencangkan suaranya agar Kenan dengar.


Kenan yang mendengar ucapan mamanya langsung menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


__ADS_2