Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kenan tidak sabar..


__ADS_3

"Lihatlah tuh si Kenan,, bisa-bisanya seperti itu,, main pergi-pergi aja tidak menghargai tamu nya," ucap Raka.


"Maklum udah lama tidak bertemu istrinya,, biar aku sebagai Tuan rumah disini,,, biarkan anakku itu membuatkan ku cucu,, aku sudah sangat ingin bermain dengan cucu,," ucap Mama Kenan yang memang sudah sangat ingin mendapatkan cucu dari anak dan menantunya itu, Mama Kenan sudah sangat yakin apabila cucu nya laki-laki pasti akan sangat tampan,, dan apabila cucu nya perempuan pasti akan sangat cantik. Karena mereka dari bibit unggul.


"Raka,, kalau kamu punya istri pasti rasanya ingin di dalam kamar terus,, apalagi Kenan itu baru bertemu istrinya, kamu tau sendiri kan bagaimana bucinnya anakku itu,, jadi kamu maklum saja,, makanya cepatlah kamu menikah juga,," ucap Mama Kenan lagi.


Raka pun langsung nyengir,, bagaimana mau menikah sedangkan Raka masih sangat mencintai Friska. Raka pun tidak tau kapan perasaan nya bisa hilang untuk Friska. Rasanya melihat Friska bahagia saja itu sudah cukup buatnya.


Sementara di dalam kamar...


"Sayang,, kamu kok langsung main bawa aja sih,, malu tau kan di luar masih banyak orang,," ucap Friska sambil melingkarkan tangannya di leher Kenan.


"Nggak apa-apa sayang,, kita harus fokus yah sekarang buat baby,, mereka peka kok,, aku juga mau menagih janji manis mu,," ucap Kenan sambil membaringkan istrinya di ranjang dengan sangat lembut sebelum itu Kenan sudah mengunci kamar.


Wajah Friska memerah begitu mendengar ucapan blak-blakan Kenan.


Kenan ikut baring di samping istrinya.


"Sekarang aku lagi menunggu pelayanan dari istriku,," ucap Kenan.


"Oke sesuai janji,, aku mau mandi dulu,," ucap Friska lalu segera bangun dari tidurnya.


"Ikut sayang,," ucap Kenan.

__ADS_1


"Ishh aku mandi duluan,, kamu nggak boleh ikut,, aku tau isi pikiran mu,," ucap Friska sambil mengecup bibir Kenan sekilas lalu segera berlari cepat masuk ke dalam kamar mandi.


Kenan tidak sempat masuk,, Friska sudah menutup pintu kamar mandi.


"Sayang tega kamu," ucap Kenan yang masih didengar oleh Friska.


Friska hanya tertawa geli di dalam kamar mandi.


Kenan lalu duduk di tempat tidur sambil mengusap bibirnya yang barusan dikecup oleh Friska.


Semenjak Friska kembali padanya,, Kenan selalu tersenyum. Kali ini Kenan tidak akan mau lagi sampai lengah sedikit pun.


Beberapa menit kemudian...


Hingga tiba-tiba Kenan mendapatkan telepon dari salah satu anak buah nya yang berada di luar.


Kenan segera mengangkat nya,, Kenan tau pasti ada yang terjadi di luar.


"Ada apa?" tanya Kenan.


"Kamu pasti telepon Kenan kan,, sini biar aku yang bicara padanya," ucap Cika yang masih belum menyerah dan juga kesal pada Kenan yang pulang begitu dia sampai di Negara orang.


"Tuan,, disini ada seorang wanita mau bertemu dengan Tuan,, tapi kata Tuan jika ada wanita yang mau bertemu dengan Tuan harus lapor pada Tuan dulu,, takutnya wanita gila,, makanya aku menelepon Tuan,, aku juga menahannya di luar karena di dalam banyak keluarga Tuan dan istri Tuan," ucap anak buah Kenan.

__ADS_1


"Iya dia memang wanita gila,, jangan biarkan dia masuk usir jauh-jauh dia,, aku tidak ada urusan dengan dia,, beritahu juga aku sedang buat anak dengan istriku tidak bisa diganggu dan aku tidak akan membuang-buang waktu ku untuk bertemu dengan dia sedikit pun,," ucap Kenan lalu menutup panggilan telepon.


"Heran,, aku memang ganteng tapi nggak usah sampai segitunya juga padaku,, ngapain masih mengharapkan aku yang jelas-jelas hanya mencintai satu wanita yaitu istriku,, mau kamu bagaimana pun aku tidak akan pernah bisa suka sama kamu,, dalam kamus hidup ku tidak ada yang namanya selingkuh,," omel Kenan sambil melihat ponselnya kesal. Kenan benar-benar kesal pada Cika yang masih mengejar-ngejar dirinya padahal jelas-jelas sudah ditolaknya,, Kenan benar-benar merasa risih dan sangat tidak suka.


Anak buah Kenan pun memberitahukan itu pada Cika sesuai dengan yang Kenan ucapkan. Cika teriak-teriak tidak terima membuat anak buah Kenan tutup telinga lalu mengusir Cika dengan kasar. Cika teriak tidak terima dikatakan gila oleh Kenan apalagi Kenan yang saat ini sedang enak-enak dengan istrinya padahal Cika sudah datang dengan dandanan yang cantik luar biasa tapi dilihat Kenan pun tidak sama sekali.


"Benarkah," ucap Friska yang telah selesai mandi sambil memeluk tubuh Kenan dengan sangat sensual membuat Kenan kehilangan kemarahan seketika yang ada hanya gairah yang membuncah.


"Benarkah suamiku ini setia?" ucap Friska lagi sambil membuka kancing baju Kenan satu persatu lalu mengelus dada Kenan dengan sangat sensual sesekali mengecupnya.


Belum apa-apa Kenan sudah dibuat meram-melek. Tidak menyangka istrinya bisa sangat nakal seperti ini.


"I..i..iya sayang,, a..a..aku memang sangat setia padamu,, sayang sekarang yah aku sudah tidak tahan,," ucap Kenan dengan mata sayu melihat Friska dan tangan Friska yang sudah kemana-mana.


Friska tersenyum manis.


"Aku percaya,, aku juga sangat setia padamu,, tapi kamu harus mandi dulu,," ucap Friska sambil menghentikan aktivitas nya lalu mendorong Kenan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ya ampun sayang setelah enak-enak aku pasti mandi,," ucap Kenan frustasi.


"Mandi dulu suamiku yang ganteng," ucap Friska sambil mengedipkan sebelah matanya dengan senyum manisnya membuat Kenan tidak mampu menolak,, dengan segera Kenan mandi.


Kenan selesai mandi dengan sangat cepat,, dan Friska sudah menduga itu. Tapi Friska sudah siap di atas tempat tidur dengan lingerie yang sangat sexy dan senyum manis yang sangat menggoda. Bahkan Friska menggunakan jari telunjuknya untuk memanggil Kenan agar segera mendekat padanya. Kulit putih mulus tanpa noda itu terpampang nyata di depannya membuat Kenan menelan salivanya kasar.

__ADS_1


Kenan sudah sangat on,, malam ini dia akan dimanjakan istrinya,, dia hanya perlu diam saja dan menerima pelayanan istrinya, tentu malam ini akan terasa berbeda karena istrinya yang akan sangat aktif,, Kenan tidak sabar.


__ADS_2