
Yah sebelumnya Jeki sudah mengambil nomor ponsel Salsa dari Juan,, dan juga Jeki sudah telfonan dengan Salsa. Bahkan dia sudah memberitahukan Salsa kalau dia sudah menuju ke rumah Salsa sekarang makanya Salsa tidak bisa duduk,, dan juga tidak bisa berdiri karena terlalu deg-degkan akan jalan dengan pria.
Astaga belum muncul orangnya aku kayak udah mau pingsan aja,, gimana kalau dia muncul,,, please Salsa kontrol sedikit kenapa,, kan nggak bagus banget kalau kamu bikin malu Salsa ketika jalan pertama kali,, batin Salsa.
"Aku butuh minum,," ucap Salsa sambil berjalan ke dapur untuk mengambil air minum lalu membawa di ruang tamu dan dia pun segera duduk di sofa lalu minum,, habis itu dia berdiri lagi.
"Hmm aku ada kerjaan baru sekarang,, berdiri dan duduk,," ucap Salsa lalu tiba-tiba ponsel Salsa berdering.
"Oh my god,, jangan sampai ini panggilan telfon dari kak Jeki,, aduh aku belum siap nih,," ucap Salsa sambil melihat nama kontak yang meneleponnya namun dugaannya salah karena Ela yang menelepon dirinya.
"Huuf untung dari Ela," ucap Salsa lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Halo,, ada apa Ela?" tanya Salsa langsung begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Kenapa tuh suara loe seperti itu,, loe udah bareng kak Jeki?" tanya Ela yang penasaran.
"Belum nih gue lagi tungguin dia,, katanya dia udah menuju kesini,, gue deg-degkan banget Ela,, gimana dong nih,, beri tips gue dong,, biar nggak deg-degkan,, please,," ucap Salsa.
"Tips nya loe santai aja,, jangan terlihat jelas dong loe deg-degkan nanti kak Jeki hilang rasa duluan sama loe,," ucap Ela.
"Nah itu dia,, makanya gue lagi usaha nih biar nggak deg-degkan,, tapi susah banget woy," ucap Salsa.
"Loe pasti bisa,, gue telfon loe karena mau mengingatkan loe supaya nggak malu-maluin,, please Salsa loe jangan malu-maluin geng kita,, oke." ucap Ela.
"Iya tau gue,," ucap Salsa.
"Astaga Ela sumpah demi BTS kak Jeki udah datang,,, duh gue makin deg-degkan nih," ucap Salsa begitu melihat mobil yang baru datang melalui kaca rumahnya,, Salsa sudah yakin itu pasti Jeki karena dia hanya ada janji dengan Jeki. Dan juga Salsa sudah memberitahukan kepada pak satpam untuk langsung menyuruh masuk apabila ada cowok yang datang bernama Jeki.
"Apa-apaan sih loe bawa-bawa suami halu gue,, pergi sono loe ketemu cepat dengan kak Jeki,, ingat jangan bikin malu," ucap Ela.
"Iya tau kok gue,, bawel banget,, gue tutup dulu," ucap Salsa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
Langsung keluar rumah atau tunggu kak Jeki membunyikan bel rumah dulu yah? lupa lagi tadi gue tanya sama Ela,, mana yang bagus aku lakukan,, batin Salsa.
Tak lama Jeki pun turun dari dalam mobil. Salsa melongo tak percaya melihat Jeki yang semakin ganteng dan keren,,, lumayan berbeda waktu pertama kali dia bertemu.
Ya ampun kak Jeki ganteng banget,, duhh kok gue langsung insecure gini,, nggak pantas banget gue jalan dengan orang ganteng begitu,,, apalah gue ini yang ibaratnya hanya kentang,, batin Salsa.
Tak lama bel rumah Salsa berbunyi,, Salsa pun segera berjalan untuk membuka pintu rumahnya.
Begitu Salsa membuka pintu dia langsung melihat senyum manis dari Jeki. Karena Jeki langsung tersenyum begitu melihat Salsa.
Aduhh meleleh Eneng,, lihat senyuman manis Abang,, batin Salsa meronta-ronta.
Jeki sempat terdiam sebentar sebelum berbicara pada Salsa karena Jeki benar-benar tidak menyangka kalau Salsa semakin cantik dan imut dari terakhir mereka bertemu sebelumnya yang sudah lumayan lama.
"Hai,, udah siap?" tanya Jeki sambil tersenyum.
__ADS_1
"Emm udah sejak tadi," jawab Salsa yang kemudian merasa malu sendiri.
Duhhh kok gue bilang sejak tadi sih,, kentara banget kalau gue dari tadi menunggu,, batin Salsa.
"Benarkah? lama dong,, maaf yah kalau membuat kamu menunggu lama," ucap Jeki.
"Emm nggak kok santai aja kak," ucap Salsa cepat.
"Beneran?" tanya Jeki.
"Iya beneran," ucap Salsa sambil tersenyum.
Salsa manis banget kalau senyum,, dia juga terlihat baik,, dari cara berpakaian nya bagus sopan banget nggak berlebihan,, dandanan dia juga nggak berlebihan,, dia kah jodoh ku,, batin Jeki.
"Emmm orang tua kamu dimana?" tanya Jeki karena ingin meminta izin terlebih dahulu.
"Hah orang tua aku?" tanya Salsa ulang.
"Iya orang tua kamu,, aku mau minta izin dulu sebelum membawa jalan anak gadisnya,,, kan nggak sopan kalau membawa kamu jalan tanpa sepengetahuan orang tua kamu,," ucap Jeki sambil tersenyum.
Fix cowok idaman aku,, batin Salsa.
"Emm mama dan papa aku belum balik kak,, mereka lagi sibuk karena mereka dua-duanya kerja," ucap Salsa.
"Oh ya udah,, berikan aku nomor ponsel mama atau papa kamu,," ucap Jeki.
"Buat minta izin dong,, aku nggak mau membawa kamu jalan tanpa izin orang tua kamu," ucap Jeki.
Salsa pun tampak nyengir begitu mendengar ucapan Jeki.
"Kalau gitu kak Jeki masuk dulu ke dalam,, nanti di dalam saja kak Jeki baru telfon mama aku," ucap Salsa.
"Di dalam ada orang lain kan? nggak enak kalau cuma kita berdua nanti menimbulkan fitnah," ucap Jeki.
"Iya ada kok kak,, di dalam ada pelayan," jawab Salsa.
"Oh baguslah,," ucap Jeki.
"Ayo kak," ucap Salsa lagi sambil berjalan masuk dan Jeki pun segera mengikuti Salsa masuk ke dalam.
Para pelayan yang melihat Salsa membawa pria lain selain sahabat-sahabat pria Salsa sedikit terkejut. Karena baru kali ini ada pria yang datang ke rumah Salsa di tambah pria itu tampan dan terlihat sudah dewasa serta mapan.
Jeki pun tersenyum kepada pelayan yang dia lewati.
Ternyata Salsa ini anak orang kaya juga tapi dia terlihat biasa aja nggak berlebihan,, memang sih geng Nona Friska nggak ada yang sok kaya walaupun mereka kaya,, batin Jeki.
"Silahkan duduk kak," ucap Salsa.
__ADS_1
"Iya," ucap Jeki tersenyum sambil duduk.
"Kakak suka minuman apa? biar aku buatkan," ucap Salsa lagi.
"Nggak usah repot-repot,, kan kita mau keluar makan malam juga,, sekalian di sana aja,," ucap Jeki.
"Nomor ponsel mama kamu aja biar aku langsung izin sama mama kamu," ucap Jeki lagi.
"Oh oke kak,," ucap Salsa lalu segera menyebutkan nomor ponsel mamanya dan Jeki pun segera mengetik lalu menelepon mama Salsa.
Wow aku baru sadar kalau kak Jeki menelepon mama aku menggunakan nomor ponsel dia,, aku pikir tadi dia mau pakai nomor ponsel aku, batin Salsa.
Salsa melihat kagum pada Jeki,, dengan cara Jeki meminta izin pada mamanya dengan sopan,, dan langsung mendapatkan izin dari mamanya.
Emang beda yah kalau jalan sama orang yang udah dewasa,, izinnya itu bagus,, coba kalau yang seumuran langsung gaspoll aja pasti nggak pakai izin segala,, ehhh tapi sama siapa juga,, aku kan nggak pernah jalan dengan cowok,, hanya sama sahabat-sahabat cowok aku saja yang nggak perlu minta izin lagi,, batin Salsa.
"Ayo kita jalan,, mama kamu udah izinin kita," ucap Jeki.
"Emm ayo," ucap Salsa sambil tersenyum.
Mereka pun segera jalan bersama menuju ke mobil Jeki.
Aku pengen banget bilang kalau dia sangat cantik tapi takut nanti aku di kira gombal lagi,, batin Jeki.
"Oh iya maaf yah kalau aku mungkin agak kaku karena jujur ini baru pertama kalinya aku akan makan malam dengan wanita spesial,, dan juga aku harap kamu nggak akan berpikir bahwa kamu hanya pelampiasan saja ketika aku nggak jadi jalan dengan Ela karena aku sungguh-sungguh nggak berpikiran seperti itu," ucap Jeki ketika mereka sudah berada di dalam mobil dan dia pun segera menyetir mobilnya.
"Tidak kok kak,, aku nggak berpikiran sampai kesitu,,,," ucap Salsa.
"Syukurlah," ucap Jeki sambil tersenyum.
Sementara Juan yang akan menjemput Syeila terlebih dahulu dengan segera menelepon Kenan,, untuk memberitahukan Kenan kalau dia akan datang bersama partner.
Kenan yang masih menunggu istrinya tiba-tiba ponselnya berdering dengan segera Kenan melihat nama kontak yang meneleponnya lalu dia dengan segera mengangkat panggilan telfon begitu tau Juan yang meneleponnya.
"Halo,, Juan ada apa?" tanya Kenan.
"Kamu udah di depan?" tanya Kenan.
"Kenapa tidak langsung masuk ke dalam saja,, pakai nelfon segala," ucap Kenan lagi.
Astaga nih bos belum juga aku bicara sepatah katapun ehh dia udah banyak bicara aja,, batin Juan.
"Aku masih di rumah tuan,, saya mau bilang kalau saya akan datang bersama partner,, bisa kan tuan saya pergi menjemput partner saya dulu,, lalu ke rumah tuan?" tanya Juan.
"Oh kamu datang bersama Ela, bisa dong,, istriku pasti senang kalau kamu datang bersama Ela karena dia ada temannya," ucap Kenan.
"Emm itu bukan dengan Ela aku datangnya tuan,, tapi dengan Syeila,," ucap Juan lemas.
__ADS_1
"Hah,, Syeila? wah bisa-bisanya kamu seperti itu Juan seharusnya kamu bersama Ela saja yang lebih cocok karena dia pacar kamu,, hati-hati aja deh kamu jangan sampai dapat tendangan dari istri aku,,, karena kamu bawa partner lain di depan matanya sebentar,, mana sepertinya dia akan memakai heels sebentar," ucap Kenan.