
Kenan langsung menelan salivanya begitu mendengar ucapan Friska,, Kenan juga melihat Friska yang sepertinya benar-benar kesal.
"Kenapa diam?" ucap Friska sambil terus melihat Kenan.
"Beneran nggak apa-apa aku tinggal?" ucap Friska lagi.
"Sayang yang dikatakan Juan itu sangatlah tidak benar,, mana mungkin sayang aku nggak kenapa-kenapa kamu tinggal,, kamu tau sendiri kan aku sangat mencintai kamu, Juan hanya menambah-nambahkan saja,, apa yang dikatakan Juan itu nggak benar sayang,, percaya pada suami kamu ini yang sangat bucin sama kamu," ucap Kenan sambil memasang wajah kasihannya.
Juan benar-benar menahan tawanya melihat ekspresi wajah Kenan yang begitu panik.
Hahaha lucu juga,, rasain kamu makanya jangan gangguin aku duluan,, takut banget dia di tinggal dengan Nona Friska,, untung saja yang tau kamu seperti ini cuma aku,, coba kalau karyawan lain yang tau bosnya yang disegani ternyata takut istri,, hmm hilang sudahlah wibawa kamu,, batin Juan sambil terus memperhatikan Kenan yang seperti sedang dimarahi dengan orang tuanya.
"Jangan marah yah istriku sayang,, Juan cepat katakan kalau yang kamu bilang tadi itu nggak benar,," ucap Kenan sambil melihat Juan.
"Udah nggak usah mengancam om Juan supaya dia mengikuti keinginan kamu,, cukup tau aja aku,, sekarang aku mau pulang,, nyesal aku datang kesini, ujung-ujungnya sakit hati,," ucap Friska lalu ingin segera ke luar dari dalam ruangan Juan,, namun dengan segera Kenan menahan istrinya agar tidak keluar dari dalam ruangan Juan.
__ADS_1
Friska sebenarnya sudah tau jika Juan hanya bercanda saja,, namun dia juga memang sengaja ingin mengerjai Kenan karena Kenan telah membuat Ela jadi takut menikah,, padahal Friska ingin Ela juga segera menikah agar bukan dirinya sajalah yang sudah menikah diantara sahabat-sahabatnya.
"Sayang jangan gitu dong,, aku benar-benar tidak mengucapkan itu,, percayalah padaku,," ucap Kenan sambil membawa istrinya agar duduk di sofa.
Friska pun hanya menuruti keinginan Kenan saja sambil menahan tawanya.
Awas kamu yah Juan,, kalau sampai istriku menyuruh aku tidur sendirian nanti malam dan dia juga ngambeknya lama, tidak akan kamu dapat gaji Juan,, batin Kenan.
"Hmmm mana ada maling mau ngaku,, kalau maling ngaku yang ada penjara malah penuh,," ucap Friska.
Juan benar-benar menahan tawanya melihat ekspresi wajah Kenan.
"Apa lagi yang sedang kamu pikirkan sekarang? kamu mau menghukum om Juan yang nggak salah apa-apa,, iya?" ucap Friska lagi.
Istriku tau aja,, batin Kenan.
__ADS_1
"Nggak kok sayang,," ucap Kenan sambil melihat Friska.
"Om Juan lapor aja sama aku kalau dia mau menghukum om Juan,," ucap Friska.
"Aku mau ke rumah orang tuaku dulu," ucap Friska lagi yang membuat Kenan langsung menahannya.
"Jangan sayang,, massa suami ditinggal,, aku benar-benar nggak bohong sayang,, aku nggak mengatakan itu tadi,," ucap Kenan dengan ekspresi wajah yang penuh kasihan.
"Sudahlah,, aku kecewa sama kamu," ucap Friska lagi sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah suaminya sendiri.
"Juan cepat jelaskan pada istriku,," ucap Kenan sambil melihat pada Juan.
"Nggak perlu,," ucap Friska lagi.
Sementara di tempat lain Syeila sudah menyiapkan rencana jahat.
__ADS_1